Slank Konser di KKPDT 2016, Hari Ini

M Studio    •    20 Agustus 2016 09:53 WIB
berita kemenpar
Slank Konser di KKPDT 2016, Hari Ini
Slank (Foto:Antara/Teresia May)

Metrotvnews.com, Samosir: Panggung apung pertama kali di Indonesia bakal menjadi tempat manggung grup musik Slank dalam memeriahkan rangkaian puncak peringatan HUT ke-71 RI, di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, Sabtu, (20/8/2016).

Bagian dari Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 itu juga akan dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam dua hari lawatan ke destinasi wisata prioritas Danau Toba, 20-21 Agustus.

“Silakan masyarakat hadir di Parapat, silakan ke Danau Toba,” ucap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Ada tiga aktivitas besar yang dirancang selama dua hari, 20-21 Agustus 2016 di KKPDT 2016 ini. Mulai dari konser di atas panggung apung berukuran 12 x 24 meter berjarak 10 meter dari bibir pantai di Pantai Bebas, Parapat; lalu Karnaval Budaya 3,5 kilometer di Balige, Toba Samosir; serta Pesta Rakyat di Danau Toba.

“Salah satu pesta rakyat yang bakal ramai adalah bazaar kuliner dengan Food Truck Festival. Banyak kuliner khas Batak dan Sumut yang akan ditampilkan,” kata Arief Yahya.

Di sana juga akan ada bazaar makanan lokal dan nasional. Informasi Makanan Indonesia – Milestone isinya beragam masakan khas Indonesia lengkap dengan foto dan resep cara membuatnya. Demo masak bersama master chef nasional dengan siaran langsung ke 12 kota besar di Indonesia. Menambah khasanah kuliner Indonesia, melalui Food Truck Festival ini.

“Modal alam Danau Toba juga menakjubkan. Danau Toba dalam sejarah keberadaannya ikut mengubah peta dunia,” terang Asisten Deputi Pengembangan Pasar Personal Kemenpar, Raseno Arya.

Danau Toba memang memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Tempat wisata yang satu itu diawali dari ledakan yang maha dahsyat Gunung Toba sekitar 75 ribu tahun silam, dan mengguncang dunia. Letusannya bahkan disebut lebih dahsyat dari ledakan Gunung Krakatau di Lampung dan Gunung Pompeii di Italia.

Konon, suhu bumi memanas. Es yang menghubungkan daratan demi daratan, meleleh. Lebih dari sepertiga hewan lenyap di muka bumi. Hewan yang masih bisa bertahan hidup, ukuran badannya menyusut drastis. Mengecil. Bahkan, sebagian menjadi kerdil. Peristiwa alam yang dahsyat itulah yang kemudian menciptakan Danau Toba.

“Jika dongeng yang melatari Danau Toba tersebut diketahui dunia, maka wisatawan mancanegara akan berbondong-bondong ke Danau Toba. Mereka tentu ingin melihat bukti sejarah. Itu sebabnya KKPDT digelar di sana,” ujar Raseno.

Cerita itu diamini Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University. Kedua geolog itu meyakini bahwa ledakan Gunung Toba 75 ribu tahun silam memang dahsyat. Dari kajian mendalam, dua geolog itu memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan Gunung Toba mencapai 2.800 km.

Rincian detailnya, 800 km batuan ignimbrite dan 2.000 km abu vulkanik. Diperkirakan, abu vulkanik itu tertiup angin ke barat selama dua minggu. Bahkan, debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Tiongkok sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.

Dua geolog itu tidak sendirian. Pada tahun 1990-an, geolog Universitas Toronto, John Westgate, juga menemukan jenis abu vulkanik yang disampaikan Bill Rose dan Craig Chesner. Jauh sebelum itu, geolog R.W. van Bemmelen dari Belanda mengidentifikasi limpahan bebatuan vulkanik di beberapa wilayah terkait Danau Toba pada 1939.

Temuan Van Bemellen, seirama dengan kerja tiga geolog sebelumnya, yaitu Wing Easton (1894, 1896), Volz (1909), dan Klein (1917), yang juga mengidentifikasi limpahan bebatuan vulkanik di beberapa wilayah sekitar Danau Toba.

Dan bila dikaitkan dengan Danau Toba saat ini, sejumlah temuan tadi rasanya sangat relevan. Kedalaman danaunya di atas rata-rata danau pada umumnya, mencapai 450 meter. Kedalaman fantastis itu dibalut dengan ketinggian bebukitan di sekitarnya yang mencapai 1.700 meter di atas permukaan laut.

Pemerintah pun kian percaya diri mengangkat Danau Toba ke level dunia. Presiden Joko Widodo langsung memberikan instruksi untuk segera 'menyulap' Danau Toba menjadi Top Destination. Targetnya, minimal 1 juta wisatawan mancanegara.

“Makanya, kita perlu meng-create international communication for tourism seperti Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Kita bikin acara yang sangat spektakuler. Wisatawan dan media internasional kita undang. Kita giring mereka semua ke Toba,” papar Raseno.

Pada penyelenggaraan KKPDT 2016, Raseno yakin Danau Toba akan menjadi perhatian dunia. Keberadaan Danau Toba, yang panjangnya mencapai 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dinilainya sangat pas untuk meng-create beragam atraksi yang wow. Destinasinya menjadi lebih atraktif. Wisatawan yang menjadi penonton pun akan terhibur.

“Ada lagi nilai tambahnya. Pada era media sosial saat ini, para wisatawan akan antusias memotret, kemudian menyebarkannya di dunia maya. Dengan sendirinya, publikasi destinasi wisata yang bersangkutan akan menyebar secara luas. Jadi, jangan lupa catat agenda KKPDT 2016. Acaranya pada 20-21 Agustus 2016, di Pantai Bebas, Parapat, Simalungun, dan Balige, Toba Samosir. Semuanya ada di pinggiran Danau Toba," kata Raseno.


(ROS)