Viral di Internet, Ini Tanggapan Penulis Lagu "Sayur Kol"

Cecylia Rura    •    14 Desember 2018 07:00 WIB
musik indonesiaPunxgoaran
Viral di Internet, Ini Tanggapan Penulis Lagu
Punxgoaran (Foto: dok. Punxgoaran)

Jakarta: Lagu Sayur Kol yang dipopulerkan Punxgoaran kembali viral setelah setahun dirilis. Pemantiknya, video viral seorang bocah perempuan yang membawakan lagu itu dengan gayanya yang polos.

Meski terkesan menghibur, ada beberapa pihak yang juga kontra dan menganggap mengonsumsi daging anjing adalah tindakan tidak terpuji. Respons ini merujuk pada lirik lagu Sayur Kol berikut:

"Sayur Kol, Sayur Kol
Makan daging anjing dengan sayur kol
Sayur Kol, Sayur Kol,
Makan daging anjing dengan sayur kol"


Vokalis Punxgoaran, Guido menjelaskan panjang lebar tentang cerita di balik lirik "Makan Anjing". Menurutnya, daging anjing sudah menjadi bagian dari tradisi orang Batak.

"Saya akan jelaskan bahwasannya budaya Batak itu, daging anjing tidak terlepas dari kearifan lokal yang kita punya sedari dulu. Itu yang menjadi alasan kita senjata kita," paparnya kepada Medcom.id saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 13 Desember 2018.

Daging anjing untuk di beberapa kota besar memang terdengar tabu jika disajikan santapan. Sebab, anjing dikenal sebagai hewan peliharaan. Namun di beberapa daerah daging dijadikan santapan.

Guido sedikit bercerita, daging anjing di Sumatra Utara, khususnya Pematangsiantar tempat Guido dan personel Punxgoaran.

"Bahwasanya memang daging anjing itu pernah dipergunakan oleh orang-orang zaman dulu untuk sesajen, pengurapan, sebuah penyembuhan terhadap seorang anak. Jadi, itu diperlukan ada daging ayam dan ada daging anjing untuk dijadikan makanan," sambungnya.

Punxgoaran dibentuk 4 Juni 2016. Selain Sayur Kol, dua lagi populer Punxgoaran yakni Halak Hita dan Taridem Idem. Hingga saat ini Punxgoaran masih digawangi Guido Firdaus Hutagalung (vokal), Ayub Damanik (gitar), Rois Pulungan (bass), dan Wanri Seleky (drum).


(ELG)