Jerinx "Superman Is Dead" Sesalkan Sikap Iman "J-Rocks"

Cecylia Rura    •    05 Februari 2019 12:24 WIB
Kisruh RUU Permusikan
Jerinx
Poster Tolak RUU Permusikan yang dirilis Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (Foto: Change.org Tolak RUU Permusikan)

Jakarta: Vokalis sekaligus gitaris band J-Rocks, Iman Taufik Rachman Wirapraja menyatakan dukungannya untuk revisi Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan. Pernyataan Iman tampak mengambang karena di satu sisi dia menyatakan penolakan, tetapi ingin RUU tersebut itu direvisi untuk bisa menyejahterakan para pelaku musik.

"Saya menolak RUU Permusikan yang sekarang. Tapi jika memang RUU harus tetap ada, maka RUU itu harus direvisi atau dirubah, yang tentunya sesuai dengan jeritan hati musisi. Mungkin UU lebih ke tata kelola dan bagaimana mensejahterakan musisinya dan men-support musisi biar bisa terus berkarya sebebas bebasnya dan seasyik asyiknya. #TolakRUUPermusikan #RevisiRUUPermusikan," tulis Iman dalam Instagram @imaninejrocksofficial, Selasa, 5 Februari 2019.

Sehari sebelumnya, Iman mengunggah artwork karya Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan. Sayangnya, Iman mengganti kata "Tolak"  dengan "Revisi".

Hal ini mengundang amarah Jerinx, penabuh drum Superman Is Dead (SID), yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

"Enggak hargai banget usaha rekan-rekannya yang berjuang agar RUU kacrut ini dibatalkan bukan direvisi. Ini salah satu band-nya. Artwork nyolong enggak pakai izin pula," tulis Jerinx dalam akun Twitter @jrx_id, Senin, 4 Februari 2019.



Kicuan Jerinx terkait sikap Iman "J-Rocks" (Foto: Twitter @JRX_SID)


Iman kemudian mengganti artwork yang dipermasalahkan Jerinx. Dengan artwork baru, Iman tetap menyuarakan pandangannya terkait RUU Permusikan.

"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana membuat seniman, musisi di Indonesia sejahtera, hak-jaknya sampai kepada yang berhak. Intinya memudahkan bukan membuat rumit. Semoga dengan ini RUU-nya akan dirubah dan memang harus dirubah. #ruupermusikan #tolakruupermusikan #tolakRUUpermusikan," tulis Iman.


Dikskusi terkait RUU Permusikan bersama puluhan pelaku musik, jurnalis, Koalisi Seni Indonesia (KSI), Kami Musik Indonesia (KAMI), serta Anang Hemansyah yang kini duduk di Komisi X DPR RI dilakukan pada Senin, 4 Februari 2019 di W&S Bottleshop & Eatery, Cilandak Town Square Jakarta Selatan. Para pemangku kepentingan duduk bersama dan berdiskusi tentang poin-poin dalam RUU Permusikan yang mengandung pasal karet.

Hasil diskusi tak membuahkan kesepakatan. Namun, Anang Hermansyah selaku pemangku tanggung jawab di Komisi X DPR RI optimistis dapat menyelesaikan RUU sebelum periode DPR RI 2014-2019 berakhir pada Oktober nanti. 

Hal ini turut menyebabkan musisi terpecah menjadi beberapa kubu. Pertama, sepakat dengan dibatalkannya RUU Permusikan. Kedua, revisi terhadap pasal-pasal yang berpotensi pasal karet dalam RUU Permusikan.
 


(ASA)