Rhoma Irama: Erotisme Bukan Bagian dari Dangdut

Cecylia Rura    •    16 Oktober 2018 15:13 WIB
rhoma iramadangdut
Rhoma Irama: Erotisme Bukan Bagian dari Dangdut
Rhoma Irama. (Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Unsur erotisme kerap menjadi bumbu pemanis di panggung musik dangdut Indonesia hingga akhirnya menjadi sebuah tradisi. Raja Dangdut Indonesia Rhoma Irama menepis bahwa erotisme adalah bagian dari musik dangdut.

Dia mencontohkan bagaimana sosok penyanyi Elvy Sukaesih dan Camelia Malik yang pada eranya tenar hingga mendapat julukan Ratu Dangdut dan Diva Dangdut Jaipong. Kedua penyanyi tersebut mengajak penonton berdansa melalui musik dangdut bukan dengan maksud memprovokasi.

"Dangdut identik dengan goyangan, identik. Tapi goyang itu goyang dangdut namanya joget. Kalau orang main dangdut ada yang goyang itu namanya joget," kata Rhoma Irama saat menjadi bintang tamu dalam Archipelago Festival di Soehanna Hall, SCBD, Jakarta.

"Joget ini identik dangdut. Elvy Sukaesih, Camelia Malik itu menggoyang panggung puluhan tahun dengan berjoget artinya dance. Tanpa dance artinya artistik, koreografik bukan erotik. Jadi ini bedanya," sambungnya.

Menurutnya, bentuk erotisme seperti yang tampak dalam musik dangdut sekarang justru bukan bagian dari dangdut.

"Sejarah dangdut enggak ada erotis, yang ada joget. Kalaupun ada dance, dancing. Ada Elvy Sukaesih tapi enggak ada provokatif, enggak ada kontrol fisik, artinya non erotik," jelasnya.

Belum lama ini, salah satu pedangdut Indonesia sempat menjadi korban pelecehan seksual lantaran profesi yang dijalaninya. Sebagian besar masyarakat masih menganggap dangdut adalah panggung erotis yang menampilkan biduan dengan aksi panggung yang atraktif sekaligus provokatif.


 


(ELG)