Naif Memutar Waktu lewat Album 7 Bidadari

Agustinus Shindu Alpito    •    23 Oktober 2017 10:51 WIB
naif band
Naif Memutar Waktu lewat Album 7 Bidadari
Sampul album "7 Bidadari" Naif (Foto: IST)

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup musik Naif resmi melepas album ketujuh bertajuk 7 Bidadari  lewat sebuah konser yang digelar di Taman MIni Indonesia Indah, pada Minggu (22/10/2017).

Lebih dari dua dekade eksis, Naif bukan sekedar grup yang melahirkan hit-hit semata. Mereka tumbuh menjadi ikon musik independen Indonesia yang secara konsisten berkarya dan bertahan di segala situasi industri musik.

Lewat 7 Bidadari, Naif mengaku ingin kembali ke awal. Ke masa-masa mereka meracik lagu sederhana namun penuh makna dan dengan melodi yang sulit dilupakan.

“Istilahnya kembali ke fitrahnya,” ujar David Bayu, vokalis Naif, dalam keterangan pers yang dirilis label demajors, Senin (23/10/2017).

“Kami coba menciptakan ulang momen dulu. Rasanya bagaimana sih , saat awal-awal bikin lagu? Tapi pasti enggak bakal bisa sama kayak dulu,” imbuh drummer Franki “Pepeng” Indrasmoro.

“Mudah-mudahan Kawan Naif (sebutan untuk penggemar Naif) yang sudah lama ikut bisa menemukan apa yang mereka rindukan, yang katanya di Planet Cinta  itu hilang,” lanjut Pepeng.

Planet Cinta  kerap dicap sebagai album hasil eksplorasi Naif yang cukup jauh dari akar musik mereka yang tertuang di album-album awal. Meski dalam album Planet Cinta  tetap melahirkan hit Karena Kamu Cuma Satu, namun album itu terdengar lebih gelap dari segi konten dan musikalitas.

“Suasana album ini jauh lebih kondusif dibanding Planet Cinta. Secara internal jauh lebih kondusif, enggak ada beban sama sekali,” kata bassist Emil Husein.

Gitaris Fajar Endra Taruna alias Jarwo bahkan mengatakan proses pembuatan album ini terlalu santai hingga memakan waktu bertahun-tahun.

“Ini album yang sedang asyik lagi. Eksplorasi ke zaman dulunya Naif, jadi bikin lagunya bareng-bareng lagi, garapnya bareng-bareng lagi,” tukas Jarwo.

Konten lokal tidak hanya tersurat dari judul 7 Bidadari  yang merujuk pada kisah Jaka Tarub, tetapi juga pada pemilihan instrumen dalam beberapa track. Naif menyematkan suara seruling pipa dan gendang pada nomor Apa Yang Membuat Dirimu Untuk Terus Di Sini  dan Sedjak.

Sampul album Naif dikerjakan oleh seniman visual asal Amerika Serikat, Glenn Wolk. David awalnya mengagumi karya Wolk dan mengikuti kiprah Wolk melalui media sosial. Kemudian David memberanikan diri menghubungi Wolk via Instagram untuk menawarkan pembuatan sampul album 7 Bidadari. Gayung bersambut, Wolk menyanggupi permintaan David. David dan Wolk lantas sempat bertemu di New York, Amerika Serikat.

“Pastinya dia dengerin lagu untuk album ketujuh ini, gue bilang, ‘Nih, judul albumnya 7 Bidadari.’ Gue jelasin artinya ‘7 Angels.’ Itu dari legenda Jaka Tarub, gue bilang ke dia, ‘Lo searching sendiri deh di Google.’ Ya sudah, dia menginterpretasikan, gue membebaskan. Hasilnya malah sangat Indonesia. Gue jadi memperkenalkan Indonesia ke dia, orang bule tetapi jadinya Indonesia banget (karyanya),” kisah David saat ditemui Metrotvnews.com, September lalu.

7 Bidadari  dirilis dalam format digital, CD dan piringan hitam.


(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA