Vanessa Williams Bernostalgia di Java Jazz Festival 2018

Purba Wirastama    •    03 Maret 2018 12:19 WIB
java jazz festival 2018
Vanessa Williams Bernostalgia di Java Jazz Festival 2018
Vanessa Williams (medcom.id_purba wirastama)

Jakarta: Vanessa Williams menjadi salah satu penampil utama pada hari pertama Java Jazz Festival 2018. Selama sekitar 75 menit, Vanessa membawakan total 14 lagu yang hampir seluruhnya berasal dari era sebelum tahun 2000.

Sekitar pukul 23.00 WIB, empat hingga lima ribu penonton telah duduk menanti di aula D2, panggung utama dan terlebar JJF di JIExpo Kemayoran Jakarta. Setelah pengantar singkat, Vanessa bersama grup musik enam personel naik ke panggung sekitar pukul 23.10 WIB.

Dengan lagu berirama cepat Heart, Vanessa menghangatkan suasana. Tanpa basa-basi, mereka melanjutkan dengan dua lagu berirama cepat lain, yaitu Right Stuff dan Dreamin'. Ketiga lagu ini berasal dari album Vanessa era 1980-an akhir dan 1990-an awal.


Vanessa Williams (medcom.id_purba wirastama)

Setelah atmosfer terbangun, tembang Comfort Zone yang lebih pelan dibawakan secara berduet. Lagu ini masih berasal dari album Vannesa tahun 1991.

Vannesa, penyanyi pop R&B Afrika-Amerika kelahiran 1963, juga dikenal sebagai salah satu penyanyi Disney karena pernah berkontribusi dalam soundtrack film animasi dongeng Disney. Colors of the Wind, soundtrack untuk film Pocahontas (1995), turut dibawakan.

Colors of the Wind aslinya dinyanyikan oleh Judy Kuhn, aktris pengisi suara tokoh utama Pocahontas. Vanessa menyanyikan versinya sendiri sebagai materi album soundtrack film yang dirilis belakangan. Vanessa menyebut lagu ini pernah dinyanyikan di Oscars 1996, setelah menang di Oscars, Grammy Awards, dan Golden Globe Awards tahun sebelumnya.

Setelah dua lagu berikutnya dan perkenalan para personel grup pengiring dengan sesi solo khas jazz, Vanessa membawakan sejumlah lagu di luar albumnya, yaitu lagu-lagu teater broadway New York era klasik.

"Saya akan membawakan lagu broadway karena itu adalah profesi lain saya. Lagu ini pernah dinyanyikan idola saya, Lenna Horne," ucap Vanessa sebelum membawakan Stormy Weather.


Vanessa Williams (medcom.id_purba wirastama)

Saat sesi broadway ini, Vanessa bermain-main dengan kursi kecil khas broadway dan tiang mikrofon. Dia melanjutkan dengan lagu Lenna Horne lain, yang disebut kental dengan tradisi jazz, yaitu Any Place I Hang My Hat Is Home.

Masih dalam sesi broadway, Vannesa berduet membawakan balada Losing My Mind/Not A Day Goes By. Kombinasi dua lagu atau mash-up ini mungkin adalah satu penampilan yang paling mengunci perhatian penonton. Begitu usai, penonton bertepuk tangan lebih riuh dari sebelumnya.

"Waktunya aku membawakan lagu yang sedikit genit. Lagu ini dipersembahkan bagi kalian yang genit," ucap Vanessa sebelum lagu Peel Me A Grape dibawakan.

Aslinya lagu ini berasal dari album Time For 2 Anita O'Day/Cal Tjader tahun 1962. Vanessa menyanyikan ulang untuk album The Very Best Of Vanessa Williams tahun 1998.

Setelah itu, Oh How the Years Go By dari album Next (1997) dibawakan. Lalu sebagai sajian penutupnya, Save the Best for the Last. Singel tahun 1992 ini rupanya sudah sangat akrab bagi para penonton JJF 2018. Begitu musik intro dimainkan, orang-orang segera bertepuk tangan riuh.


Vanessa Williams (medcom.id_purba wirastama)

"Thank you so much! Thank you, Jakarta!" seru Vanessa usai lagu selesai, disambut riuh penonton yang memberikan standing ovation.

Namun ternyata tak selesai di situ. Bahkan tanpa teriakan 'we want more', Vanessa dan grup memberikan lagu bonus. Dalam irama cepat, Work to Do dibawakan. Para penonton yang telah berdiri pun bergabung ke depan dan berjoget menikmati penutup festival hari pertama ini.

 


(ELG)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA