Yovie Widianto: Bangsa Ini Butuh Lebih Banyak Lagu Cinta

Indriyani Astuti    •    30 Oktober 2017 17:59 WIB
yovie widianto
Yovie Widianto: Bangsa Ini Butuh Lebih Banyak Lagu Cinta
Yovie Widianto.(foto: MI/Sumaryanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lagu cinta bukan semata tentang kisah dua sejoli yang menyatu dimabuk asmara. Lebih dari itu, lagu cinta bisa mengajarkan persatuan, perdamaian, dan kasih sayang terhadap sesama manusia secara universal.

Terlebih saat ketegangan antarkelompok masyarakat kerap muncul seperti yang terjadi belakangan ini. Begitulah arti lagu cinta bagi musikus Yovie Widianto.

Menurut pendiri sekaligus personel Kahitna itu, bangsa ini butuh lebih banyak lagu cinta. Kemajemukan anak-anak bangsa kerap dipersoalkan. Demikian pula perbedaan pilihan politik sering menjadi sumber perpecahan.

"Bangsa ini amat perlu memahami apa itu artinya cinta. Menang kalah dalam politik itu biasa. Saya sudah 30 tahun menulis lagu cinta. Saya tidak akan berhenti menulis lagu cinta mungkin sampai saya dipanggil Tuhan," kata dia, baru-baru ini.

Bagi Yovie, Indonesia amat kaya dengan keragaman warna budaya yang perlu terus dijaga. Perbedaan dalam politik, sambungnya, sepatutnya tidak menjadi alasan untuk menciptakan permusuhan. Perbedaan dalam politik ialah hal yang wajar.

"Saya penuh keyakinan warna-warni yang bagus ini tidak akan membuat kita ingin Indonesia berpisah dan tercerai-berai," ucapnya.

Dengan situasi kebangsaan saat ini yang rentan perselisihan, ujar Yovie, menjadi musikus yang baik saja tidak cukup. Menurutnya, musikus hendaknya tidak hanya membuat karya sebatas pada kualitas musik itu sendiri, tapi juga berkontribusi positif menjaga keragaman bangsa dan budaya. Kreativitas yang dimiliki, lanjutnya, ialah modal utama.

Pria kelahiran Kota Bandung, 21 Januari 1968, itu juga mengatakan yang paling berperan dalam berkreasi ialah faktor rasa dan hati. Membuat musik dan lagu yang menyentuh, kata Yovie, tidak membutuhkan fasilitas dan uang yang bergelimang. Sumber inspirasi menulis lagu cinta bisa didapat dari mana saja. Ia sendiri memilih perempuan sebagai inspirasi utama.

"Dalam berkarya kreatif apa pun, hati itu penting. Itu modal utama untuk kreativitas. Kalau kita lagi terjepit, kreativitas malah bisa muncul. Dari mana sumbernya lagu cinta? Banyak. Soekarno menulis Perempuan dan Revolusi, kalau saya mungkin Perempuan dan Cinta," ujarnya.

Musik Tanah Air

Ia juga menyoroti kegandrungan anak muda saat ini pada musik dan karya kreatif lain dari luar negeri, khususnya Korea Selatan (Korsel). Yovie mengakui 'Negeri Gingseng' memang maju dalam pengembangan industri kreatif. Meski begitu, ia yakin Indonesia bisa lebih baik daripada Korsel jika para generasi mudanya bersama-sama mengapresiasi karya dalam negeri.

Menyukai karya-karya luar negeri sah-sah saja. Meski begitu, ia berharap tidak sampai meninggalkan kreasi anak bangsa sendiri. "Cintailah musik Indonesia. Dukung musik Indonesia. Jangan ragu kalau bisa menerjemahkan musik luar negeri ke dalam bahasa Indonesia," kata Yovie.


(DEV)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

21 minutes Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA