Eksekutif Apple Music Keluhkan Konten Layanan Streaming yang Kurang Variatif

Purba Wirastama    •    26 Maret 2018 11:35 WIB
streaming musik
Eksekutif Apple Music Keluhkan Konten Layanan Streaming yang Kurang Variatif
(Foto: Shutterstock)

London: Bos eksekutif Apple Music Jimmy Iovine menilai bahwa berbagai layanan streaming musik terkini terlalu serupa dalam hal menawarkan konten. Menurutnya, layanan streaming harus punya pembeda supaya bisa bertahan.

Jimmy menceritakan hal ini dalam wawancara terbaru dengan BBC. Dia menggangap keseragaman ini sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan.

"Layanan streaming membebankan biaya USD9,99 (setara Rp50 ribu) dan setiap orang punya musik yang sama. Itu memang sangat bagus, kalian dapat lagu apapun yang kalian inginkan, kalian dapat daftar putar. Namun, di sana harus ada lebih banyak interaksi antara artis dan khalayak," kata Jimmy.

Pendiri perusahaan audio Beats Electronics ini membandingkan layanan streaming musik dengan film. Misalnya Netflix. Netflix memasang harga langganan sama seperti layanan streaming musik, tetapi mempunyai anggaran produksi konten original yang begitu besar.

"Netflix menghabiskan USD6 miliar (Rp82,6 triliun) setiap tahun untuk konten orisinil. Mereka punya katalog unik dan mereka membebankan biaya USD10,99 kepada kalian (...). Jadi, ada masalah serius di sini. Cepat atau lambat, ini harus berubah," ujar Jimmy.

Menurut Jimmy, layanan streaming musik tidak cukup sekadar menyediakan akses musik.

"Mereka harus menggerakkan kalian, membawa budaya kepada kalian. Aku rasa belum ada layanan yang sampai ke sana. Mereka perlu menjadi arena budaya tujuan orang-orang, di mana para artis berkomunikasi dengan khalayak mereka," tuturnya.

"Aku sangat mendedikasikan diriku ke situ," imbuh Jimmy.

Jimmy menyebut bahwa pendapatan industri rekaman AS mengalami peningkatan mencapai 16,5 persen pada 2017. Layanan streaming menyumbang dua per tiga dari total pemasukan USD8,7 miliar atau sekitar Rp 119,7triliun.

Hingga kini sudah ada 20 lebih layanan streaming musik di dunia. Beberapa layanan selain Apple Music antara lain Spotify, Deezer, dan Joox.

 
(DEV)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

4 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA