Menonton Konser Europe di Boyolali, Ganjar Pranowo Nostalgia Masa Remaja

Elang Riki Yanuar    •    13 Mei 2018 09:52 WIB
konser musikeurope
Menonton Konser Europe di Boyolali, Ganjar Pranowo Nostalgia Masa Remaja
Ganjar Pranowo di konser Europe (Foto: Medcom/Elang)

Boyolali: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut menyaksikan konser Europe yang digelar di Stadion Pandanarang, Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu, 12 Mei 2018 malam. 

Datang tanpa pengawalan ketat, Ganjar tampak antusias ketika band asal Swedia itu sedang memainkan lagu-lagunya. Sesekali dia ikut bernyanyi. Europe bukanlah band asing bagi Ganjar. Dia mengaku menggemari Joey Tempest dkk sejak remaja. 

"Pas saya lulus SMA sekitar tahun 1984, Europe sedang dalam puncaknya. Dan Final Countdown itu menjadi lagu favorit semuanya. Ketika album itu dirilis, saya kira Europe ini langsung merajai dan di radio-radio dia ada posisi atas. Sangat memorable," kata Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Medcom.id.

Menurut Ganjar, kedatangan Europe merupakan salah satu hal yang dia nantikan penampilannya. Terlebih lagi, dia bahagia bisa menyaksikan dua lagu Europe yakni Carrie dan The Final Countdown secara langsung. 

"(Kehadiran Europe) ini menjadi keinginan pecinta seluruh musik rock pastinya. Tentu saja termasuk saya. Saya bangga Boyolali bisa menghadirkan band seperti Europe. Saya mengapresiasi Pemkab Boyolali sama Bank Jateng. Ternyata pertunjukkan band kelas dunia tidak harus di ibu kota negara, tidak harus di kota-kota besar. Di kota kecil pun bisa mengadakan dan menikmati," ucapnya. 

Kehadiran Europe di Boyolali sendiri menjadi bagian dari acara Volcano Rock Festival yang digagas Bupati Boyolali Seno Samodro. Sebelum Europe menguasai panggung, band legendaris Indonesia God Bless tampil sebagai pembuka. 

"Dulu waktu kita masih SMA bisa melihat konser seperti ini hampir tidak mungkin. Tapi sekarang ketika kita sudah tua, mereka masih ada. Karyanya masih hebat, lagu-lagunya legendaris sekarang saya tonton. Sebelumnya saya nonton Metallica dan Dream Theater, lalu sekarang Europe. Dan akhirnya rindu-rindu puluhan tahun terobati," tutupnya. 


(ELG)