Konser Voice of Refugees, Tak Sekadar Meratapi Derita Pengungsi

Elang Riki Yanuar    •    17 September 2016 23:02 WIB
konser musik
Konser Voice of Refugees, Tak Sekadar Meratapi Derita Pengungsi
Konser Voice of Refugees (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah konser amal bertajuk Voice of Refugees digelar di Ciputra Artpreneur Theatre, Jakarta, Kuningan, Jakarta pada Sabtu, 17 September 2016. Konser yang diinisiasi istri dari Duta Besar Norwegia di Indonesia, Noor Traavik dan didukung Metro TV ini digelar untuk menggalang dana serta memberikan dukungan kepada pengungsi di dunia.

Seluruh dana yang terkumpul akan didonasikan kepada kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Pengungsi (UNHCR). Acara ini dimeriahkan sejumlah artis seperti Ario Bayu, Cakra Khan, Elfa Secioria Children Choir, Gita Gutawa, Joe Taslim, Kafin, Raline Shah dan Vina Chandrawati.

"Setiap donasi yang Anda berikan, akan memberi perubahan bagi hidup banyak orang yang membutuhkan," kata Thomas Vargas, Perwakilan UNHCR di Indonesia.

Joe Taslim membuka konser dengan paparan yang menyampaikan permasalahan pengungsi di dunia. Joe menjelaskan penderitaan para pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah karena konflik tak berakhir.

"Dunia ini terlalu luas untuk kita miliki sendiri. Berapa pun dukungan Anda, akan sangat berarti bagi mereka," kata Joe Taslim.

Noor Traavik menceritakan pengalamannya ketika menjadi pengungsi di Afganistan pada 1980-an. Karena pernah mengalami langsung, Noor paham betul betapa menyiksanya menjadi pengungsi. Tapi, dia tak mau menyerah begitu saja.

Di depan para pengungsi yang ikut dihadirkan, Noor terus memberikan semangat agar mereka pantang menyerah. Noor memuji keberanian dan ketangguhan mereka hingga bertahan sampai saat ini. Karena tak mau sekadar meratapi nasibnya dulu dan penderitaan pengungsi saat ini, Noor pun menggagas konser amal tersebut.

"Kita tak butuh keajaiban untuk mengubah dunia. Tapi kita punya kekuatan untuk mengubahnya," kata Noor Traavik.

Lagu Fix You milik Coldplay yang dibawakan Elfa Secioria Children Choir dan When The Children Cry yang dinyanyikan Cakra Khan membuat acara terasa syahdu.

Raline Shah membacakan puisi yang menggambarkan penderitaan para pengungsi. Bintang film 99 Cahaya di Langit Eropa mengajak pengunjung yang hadir untuk memberikan simpati dan bantuan kepada para pengungsi. Bagi Raline, saling membantu atas nama kemanusiaan akan melepaskan sekat yang ada.

Setelah penampilan Gita Gutawa, Ario Baru membacakan puisi yang berjudul Harapan. Lewat puisi ini, Ario menggambarkan pengungsi juga sama dengan warga lainnya yang punya harapan untuk hidup damai.

Pemilik Mayapada Grup, Dato Sri Tahir menyumbang USD 2 juta untuk kegiatan ini. Tahir mengaku tergugah melihat kondisi pengungsi yang ada di dunia. Ada kepuasan tersendiri bagi Tahir ketika berbuat sesuatu bagi orang lain.

"Ketika melihat pengungsi ini saya ingat cucu saya. Mereka tidak seberuntung cucu saya. Tapi saya ingin mereka punya hidup yang lebih baik sama seperti saya. Saya bersama kalian di setiap kesempatan," kata Tahir.

Akhirnya, lagu Voice of Refugees berjudul Take Me In To Save The World mengakhiri konser amal yang dipandu Rory Ashari dan Nadya Hutagalung itu.


(ELG)