Namanya Disebut Polisi dalam Kasus Prostitusi, Beby Shu Mengelak

Cecylia Rura    •    12 Januari 2019 17:24 WIB
prostitusi artis
Namanya Disebut Polisi dalam Kasus Prostitusi, Beby Shu Mengelak
Beby Shu (Foto: instagram)

Jakarta: Kasus prostitusi yang melibatkan Vanessa Angel terus bergulir. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan nama-nama sejumlah model dan artis lain yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi. Mereka akan dimintai keterangan terkait kasus prostitusi muncikari ES dan TN yang ditangkap bersama Vanessa Angel..

Sebelumnya polisi hanya mengungkap inisial nama-nama artis yang akan dipangggil. Namun, kemarin polisi menyebutkan secara jelas nama-nama mereka. Keenam artis itu adalah Beby Shu, Riri Febrianti, Aldira Chena, Tiara Permata Sari, Maulia Lestari dan Fatya Ginanjarsari. Dua nama terakhir pernah menjadi finalis Puteri Indonesia.

Meski namanya disebut secara gamblang oleh kepolisian, Beby Shu tetap memberikan bantahan. Dia mengisyaratkan jika inisial BS yang dimaksud bukan dirinya.

"Saya tidak akan takut kalau saya tidak berbuat. Dan pastikan BS itu siapa ya," tulis Beby Shu dalam Instagram Stories @beby_shu_, Jumat, 11 Januari 2019.

Beby Shu kembali memberikan pembelaan melalui pernyataan di Instagram Stories. Sedikit memperingatkan warganet agar tidak merundungnya terkait.

"Saya tidak pernah mau cari masalah dengan siapapun karena saya tahu masalah tidak perlu dicari juga akan datang dengan sendiri seperti sekarang ini. Tenang netizen, waktu yang akan menjawab. Tidak perlu menghujat dan menghina saya," tulis Beby, Sabtu, 12 Januari 2019.

Polisi sendiri sudah memberikan surat panggilan kepada enam artis itu. Mereka akan dipanggil pekan depan.

"Surat panggilan ini sifatnya adalah memanggil seseorang dengan identitas seseorang nama seseorang. Pak Kapolda menyampaikan bahwa nama-nama dari ada yang akan kita panggil minggu depan secara keseluruhan. Enam orang ini yang akan kita panggil dalam rangka melengkapi pendidikan yang kita lakukan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung, kemarin.


(ELG)