Musik Reggae Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia

Cecylia Rura    •    30 November 2018 19:10 WIB
reggae
Musik Reggae Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia
Musik Reggae Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia (Foto: gettyimages)

New York: UNESCO, badan budaya PBB menambahkan musik reggae dalam daftar warisan budaya takbenda yang layak mendapatkan perlindungan promosi.

Jamaika mendaftarkan musik khas tradisionalnya itu dalam rapat PBB Mauritius tahun ini. Hal ini diutarakan Olivia Grange, Menteri Budaya Jamaika dalam rapat PBB.

"Ini adalah musik yang kami ciptakan yang telah merambah ke seluruh penjuru dunia," paparnya, dikutip dari laman The Guardian.

Musik reggae menyuarakan cinta damai, kemanusiaan, dan kritik sosial. Reggae membawa pesan cinta dan kepedulian, juga tentang harapan bagi dunia.

UNESCO mengklaim musik reggae dapat digunakan sebagai alat perdamaian dunia. Sejak reggae muncul pada 1960, lagu-lagu reggae tak berubah makna mulai dari sarana memuji Tuhan, kritik sosial, dan praktik katarsis.

"Kontribusi (reggae) terhadap wacana internasional tentang isu ketidakadilan, perlawanan, cinta, dan kemanusiaan menggarisbawahi dinamika elemen sebagai serebral, sosiopolitik, sensual, dan spiritual," papar pihak perwakilan UNESCO.

Genre musik reggae kian berkembang setelah imigrasi pascaperang di Jamaika. Peresmian ini diharapkan dapat memberikan efek positif besar yang ada dalam musik reggae terhadap dunia.

"Dampak dan pengaruh genre secara global telah lama diabaikan. Reggae telah berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan multikulturalisme, dengan ska, rock, dan reggae pada 1960-an dan awal 1970-an memiliki efek yang sangat positif dalam meruntuhkan hambatan sosial dengan menyatukan orang-orang dari semua warna, terutama di Inggris," tutur Laurence Cane-Honeysett, penulis buku The Trojan Records Story.

Daftar warisan budaya takbenda telah dirilis UNESCO sejak 2008. Pengarsipan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi bahwa komunitas, kelompok dan dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka.

Tujuannya untuk menjaga, memastikan rasa hormat, meningkatkan kesadaran serta menyediakan kerjasama dan bantuan internasional.
(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

5 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA