Cerita di Balik Lagu Banda Neira, Sampai Jadi Debu

Cecylia Rura    •    20 November 2017 07:03 WIB
wawancara musik
Cerita di Balik Lagu Banda Neira, Sampai Jadi Debu
Mantan personil Banda Neira, Ananda Badudu saat ditemui Metrotvnews.com, Selasa, 14 November 2017.

Jakarta: Grup musik Banda Neira pada 26 Desember 2016 memutuskan untuk bubar. Kendati demikian, lagu-lagu yang pernah mereka buat masih diputar dan dijadikan sebagai soundtrack film-film populer.

Sebut saja film Filosofi Kopi 2  yang menggunakan lagu Banda Neira berjudul Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti. Lalu singel Sampai Jadi Debu  yang menjadi soundtrack film Posesif  karya sutradara Edwin yang dirilis sejak 26 Oktober 2017.

Ditemui Metrotvnews.com  di kawasan Senopati, Jakarta Selatan belum lama ini, salah satu mantan personil Banda Neira, Ananda Badudu bercerita tentang singel yang jadi favoritnya, Sampai Jadi Debu.

Nanda bercerita, lagu tersebut terinspirasi dari kisah cinta mendiang kakek dan neneknya.

"Terinspirasi, dari kisah cinta mereka yang benar-benar dilihat sendiri. Dampaknya ke orang lain juga sangat berpengaruh," kata Nanda.

Banyak orang yang mulai mengirimkan pesan melalui Twitter dan Tumblr kepada Nanda soal lagu Sampai Jadi Debu. Ia merasa karyanya bersama Rara begitu diapresiasi ketika orang yang tidak dikenalnya mengaku sempat meneteskan air mata karena ada sesuatu yang dirasa begitu menyentuh.

Almarhum kakek dan nenek Ananda meninggal pada 2016.

"Saat rekaman Banda Neira, opa masuk rumah sakit. Dan ternyata itu terakhir kali dia masuk rumah sakit, setelah itu meninggal. Sebelumnya dalam bayangan, lagu ini direkam dan dimainkan di acara keluarga, karena tahun baru kita setiap kali ngumpul. Direkam, nanti jadi CD dan diperdengarkan rame-rame di keluarga, lalu diceritakan ke opa dan oma tentang lagu ini. Sayangnya enggak bisa, karena beberapa hari selang rekaman opa meninggal," jelas Nanda.

Kisah cinta pasangan mendiang opa dan oma Nanda dirangkum di dalamnya. Meski tidak deskriptif dan spesifik, tetapi sarat makna. Ada banyak cerita manis yang disaksikan Nanda ketika sang nenek tetap merawat dan menjaga kakeknya. Sementara kondisi sang nenek juga dalam sakit-sakitan.

"Yang pernah mereka lakukan jauh lebih romantis daripada fase-fase hidup yang lain. Ketika yang satu sakit-sakitan, yang satu nolong, sampai jatuh sakit," lanjutnya.

Untuk ke depan, Nanda masih belum ada rencana baru dalam bermusik.

 


(DEV)