Foto-foto Konser Menjilat Matahari dari Yockie Suryoprayogo

Agustinus Shindu Alpito    •    12 Oktober 2017 12:10 WIB
yockie suryoprayogo
Foto-foto Konser Menjilat Matahari dari Yockie Suryoprayogo
Sang arsitek konser, Yockie Suryoprayogo (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bertempat di The Pallas, pada Rabu (11/10/2017), musisi Yockie Suryoprayogo menggelar konser bertajuk Menjilat Matahari. Tajuk Menjilat Matahari  diambil dari judul lagu yang ditulis oleh Yockie ketika masih bersama God Bless.

Ratusan penonton hadir, ini adalah momen spesial di mana kita bisa menyaksikan salah satu legenda musik terbaik Indonesia tampil. Usia Yockie tak lagi muda memang, saat ini beliau menginjak 63 tahun, namun umur bukan alasan untuk diam tak berkarya.

Penampilan Yockie dibuka dengan musikalisasi sajak dari Nano Riantiarno yang menceritakan asal-muasal masyarakat Nusantara. Sajak itu dibacakan oleh Andy “/rif.” Sejurus kemudian lagu Ladangku yang Subur dibawakan.


Andy "/rif" (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Yockie tidak sendirian, turut tampil Nicky Astria yang membawakan Misteri Cinta  dan Bebas Lepas. Di atas panggung Nicky mengakui peran Yockie dalam karier bermusiknya.


Nicky Astria saat membawakan Bebas Lepas (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

“Saya merasa sangat bangga bisa dilibatkan di sini. Karena Mas Yockie banyak andil dalam karier saya. Beliau ini satu-satunya musisi yang berani menegur saya kalau pulang duluan habis rekaman. Dia bilang, ‘Kamu enggak boleh begitu, kamu harus dengar dulu hasil rekamannya, enggak boleh langsung pulang,’” kenang Nicky.

Teguran itu yang lantas membuat Nicky menjadi lebih perfeksionis soal rekaman.

Aryo Wahab juga didaulat membawakan lagu-lagu top karya Yockie. Aryo bersama Andy membawakan Kehidupan  dan Menjilat Matahari.


Aryo Wahab saat menyanyikan Juwita pada akhir konser (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Yockie juga mengajak rekannya saat berada di Kantata Takwa, Setiawan Djody untuk naik ke atas panggung. Dengan Djody di posisi gitar, mereka membawakan Orang-Orang Kalah, Rajawali, dan Bongkar.

“Saya sebenarnya mengundang teman saya di Kantata Takwa yang masih aktif bermusik, Sawung Jabo dan Iwan Fals. Jabo lagi konser di Australia, Iwan lagi latihan untuk konser. Kita perlu gotong-royong, perlu bergandengan tangan, mudah-mudahan bisa memberi inspirasi agar kita bersatu untuk musik Indonesia,” kata Yockie dari balik set piano, keyboard dan syntesizer.

Lantaran Iwan tidak bisa hadir membawakan karya lagu dari dirinya sendiri dan Kantata Takwa, maka dipilih Budi “Cilok” yang secara terhormat mendapat kesempatan membawakan lagu Kantata Takwa dan Iwan Fals. Budi “Cilok” juga memiliki karakter vokal mirip Iwan Fals. Hal ini membuat lagu Bongkar, Bento, Rajawali, dan Orang-Orang Kalah  terdengar seperti dibawakan langsung oleh Iwan.


Budi "Cilok" menyanyikan lagu Kantata Takwa dan Iwan Fals (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Yockie juga melibatkan gitaris Edi Kemput dan drummer Rere dari Grass Rock. Juga gitaris legendaris Toto Tewel. Tidak seperti kehadiran Setiawan Djody yang hanya tampil pada lagu-lagu Kantata Takwa dan Iwan Fals, kehadiran Edi, Rere dan Toto untuk mengiringi konser secara keseluruhan. Ini cukup memberi nuansa kembali ke era emas rock Indonesia di masa lalu. 

Penampilan Setiawan Djody dan Toto Tewel pada lagu Bento (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Tampil nyaris dua jam, aksi Yockie ditutup dengan lagu Juwita, sebuah lagu bernuansa disko yang dipopulerkan oleh Chrisye. Setelah itu, Yockie mengundang Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, untuk memberikan sedikit testimoni di atas panggung.

“Yockie ini idola saya sejak dulu bukan hanya soal musik tetapi juga attitude, dia punya pendirian. Saya dulu main keyboard tetapi jauh (lebih jago) Mas Yockie,” puji ayah dari penyanyi Sherina itu.

Menyadari bahwa acara berakhir, penonton tak kunjung pulang. Yockie pun tampak sungkan menambah satu-dua lagu lagi. Akhirnya, malam ditutup dengan permainan piano Yockie membawakan Kala Sang Surya Tenggelam. Sebuah akhir yang manis untuk sebuah konser yang akan meninggalkan ingatan di benak penontonnya.

 
(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA