Kelompok Penerbang Roket Sebut Benny 'Panbers' Pahlawan Musik

Agustinus Shindu Alpito    •    24 Oktober 2017 18:41 WIB
benny panjaitan
Kelompok Penerbang Roket Sebut Benny 'Panbers' Pahlawan Musik
Kelompok Penerbang Roket (Foto: Decky Arizal)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia, Selasa (24/10/2017). Vokalis Panbers, Benny Panjaitan, meninggal dunia. Sebelumnya, Benny telah mengalami stroke hingga kondisi fisiknya sangat terbatas.

Benny yang saat meninggal berusia 70 tahun sudah aktif bermusik sejak era 1960-an. Bersama Panbers, Benny dikenal sebagai sosok vokalis dengan karakter vokal khas yang mampu menjangkau nada-nada tinggi. Panbers pun dikenal sebagai band yang mumpuni di segala bidang, mereka punya katalog musik dari nomor-nomor melankolis sampai tembang pyschedelic rock.

Salah satu penghormatan kepada Panbers ditunjukan oleh grup rock muda, Kelompok Penerbang Roket. Pada 2015, grup yang biasa disebut KPR itu merilis album berisikan lagu-lagu Panbers yang mereka aransemen ulang. Total delapan track terdapat dalam album yang diberi judul HAAI itu.

Delapan track itu adalah Djakarta City Sound, Rock and The Sea, Bimbang dan Ragu, Hujan Badai, Bye Bye, Mr. Blo’on, Let Us Dance Together dan Haai.

Saat dihubungi oleh Metrotvnews.com, Selasa (24/10/2017) siang, vokalis KPR, John Paul Patton alias Coki tidak bisa menyembunyikan rasa dukanya.

“Gue pas dengar berita itu tadi pagi syok, gue masih berharap KPR dapat betemu Om Benny lagi,” kata Coki mengawali percakapan.

Coki merasa beruntung grupnya mendapat izin legal untuk membawakan karya-karya Panbers. Bagi dia, itu sebuah kehormatan.

“Gue suka Panbers awalnya dari album kompilasi Those Shocking Shaking Days, gue suka banget bassline Haai. Sewaktu punya kesempatan bisa membawakan lagu mereka, gue happy banget. Juga bisa ketemu Om Asido. Kalau bertemu Om Benny sempat dua atau tiga kali,” kenang Coki.

Kemudian, Coki menceritakan momen tidak terlupakan ketika bersama dengan Benny Panjaitan menjadi pembicara dalam sebuah jumpa pers. Benny saat itu sudah mengalami stroke sehingga komunikasi dan aktivitasnya sangat terbatas.

“Dalam jumpa pers itu gue bilang bahwa mereka (Panbers) adalah pahlawan di dunia musik. Mereka sudah sejak lama membanggakan musik Indonesia. Lucu kalau kita tidak bangga terhadap mereka. Sewaktu gue ngomong begitu, gue sempat menengok ke arah Om Benny. Dan dia juga melihat gue. Dia ngasih acungan jempol. Gue enggak tahu maksudnya setuju atau bilang keren. Tetapi itu jadi tanda dari dia yang enggak akan gue lupakan.”

Kembali ke medio 2015, Metrotvnews.com sempat bertemu dengan Benny Panjaitan. Saat itu Benny tampak lemah, duduk di kursi roda. Pertemuan Metrotvnews.com dengan Benny tidak lama setelah Kelompok Penerbang Roket merilis album HAAI.

Momen berharga itu kami manfaatkan untuk meminta pendapat Benny secara langsung akan album HAAI versi Kelompok Penerbang Roket. Sayangnya, kemampuan komunikasi Benny terbatas. Dia berbisik pada manajernya, memberi tanda ingin mengungkapkan sesuatu kepada kami.

Benny Panjaitan Apresiasi Kelompok Penerbang Roket

“Om Benny bangga diapresiasi. Om Benny senang anak muda yang ekspresif. Karya itu sudah berumur 40 tahun lalu bisa diapresiasi anak muda,” ujar Rusland, manajer yang mewakili Benny.


 


(ELG)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA