Ramadhan Jazz Festival, Menikmati Musik di Atas Sajadah

Agustinus Shindu Alpito    •    27 Juni 2015 10:41 WIB
ramadhan jazz festival
Ramadhan Jazz Festival, Menikmati Musik di Atas Sajadah
Kemeriahan Ramadhan Jazz Festival 2015. (foto:A. Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika ada acara musik paling meriah dalam bulan Ramadan, Ramadhan Jazz Festival adalah jawabnya. Acara tahunan yang digelar di halaman Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, ini selalu sukses mengundang muda-mudi untuk memenuhi mesjid dengan suguhan musik berkelas, lepas dari koridor-koridor dogma yang berlebih.

Jumat, 26 Juni, menjadi hari pertama penyelenggaraan Ramadhan Jazz Festival 2015. Meski mengusung tajuk jazz, kenyataannya musisi independen dari berbagai latar belakang musik yang tampil dalam acara ini. Mulai dari Sore, White Shoes and The Couples Company, Abdul and The Coffee Theory, Emerald, Kunto Aji hingga Raisa.

Hamparan sajadah di halaman mesjid sudah dijejali anak-anak muda, sejak pukul 20.00 WIB. Sekitar 15 menit sebelumnya, tempat yang sama digunakan untuk salat tarawih.

Panggung yang disiapkan memang tidak megah, tetapi daftar penampil yang dijanjikan sudah cukup untuk membuat ribuan orang berkumpul, tanpa peduli soal teknis.

Seni, budaya dan agama tidak seperti air dan minyak. Ketiganya justru harus bahu-membahu membangun peradaban manusia. Itulah kesan yang sangat nampak ingin dibangun pada acara ini. Jika pada zaman Wali Sanga, wayang jadi sarana jitu syiar agama Islam, pada saat ini musik pop jadi salah satu metode syiar paling masuk akal.

"Kita melihat saat ini anak muda agak susah ke masjid, makanya kita mengadakan ini untuk menunjukkan bahwa Islam itu enggak kaku. Pendekatan lewat kesenian," kata Raihan, ketua acara Ramadhan Jazz Festival ke-5 saat berbincang dengan Metrotvnews.com.

Pada pukul 21.15 acara dimulai. Ramadhan Jazz Festival lagi-lagi membuktikan bahwa agama adalah sesuatu yang cair dan mempersatukan.

"Seru banget acaranya, emang harus ada acara kayak gini, lihat orang-orang berkumpul nyanyi bareng asyik banget," kata Abdul, pengisi acara.

Di tengah acara, opini dan testimoni soal Islam dari berbagai anak-anak muda yang tergabung dalam remaja mesjid ditampilkan dalam bentuk video. Selain itu, nuansa religi juga hadir dari para musisi yang membawakan lagu bernada religi di tengah penampilannya. 

Abdul and The Coffee Theory yang biasa membawakan lagu-lagu manis bertema cinta pun menjajal panggung dengan lagu akhirnya, yang identik dengan pertobatan. Guna membangun unsur jazzy, improvisasi dari tiap personel dikerahkan. Salah satu yang terasa meriah permainan drum tunggal dari Echa Soemantri.

Acara yang dijadwalkan selesai pukul 02.00 WIB ini, meraup penonton terbanyak saat penyanyi cantik Raisa tampil. Bintang pop yang jadi ikon perempuan cantik di benak para lelaki Indonesia menyejukkan malam dengan lagu religi "Dengan Menyebut Nama Allah".

Malam makin larut, semangat belum padam. Halaman Masjid Cut Meutia semakin terasa sesak‎. "Sebagai sarana syiar yang efektif lah, musik kan mempersatukan orang acara seperti ini bagus untuk membangun silaturahmi, memberikan sesuatu yang baik lewat musik dan lirik-liriknya, membuktikan juga kalau agama sebagai sesuatu yang fluid," ujar Ade, vokalis Sore.

Ramadhan Jazz Festival diselenggarakan selama dua hari. Di hari ke-dua penyelenggaraan, Sabtu (27/6/2015) sejumlah nama disiapkan, mulai dari Lantun Orchestra, Beben Jazz & Friends, Rieke Roslan dan Maliq & D'Essentials.

Masih setengah purnama untuk mencapai kemenangan yang fitri, tantangan berpuasa belum sepenuhnya takluk. Ramadhan Jazz Festival bukan hanya sekedar suguhan musik, tetapi makna yang dalam bahwa ada banyak cara menyelami kebijaksanaan, salah satunya lewat musik.
(LOV)

Di Balik Balada Cinta Geisha

Di Balik Balada Cinta Geisha

6 days Ago

Pada tahun ini, Geisha telah berusia 14 tahun. Sejauh ini mereka konsisten menghadirkan balada …

BERITA LAINNYA