Tashoora Gelar Sesi Live Recording untuk Album Debut

Purba Wirastama    •    03 Oktober 2018 09:53 WIB
band indie
Tashoora Gelar Sesi Live Recording untuk Album Debut
Dita Permatas dan Mahesa Santoso dalam sesi rekaman langsung Tashoora di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Bantul, Selasa, 2 Oktober 2018. (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Yogyakarta: Tashoora, grup indie segar dari Yogyakarta, menyiapkan debut album mini (EP) yang akan dirilis akhir tahun ini. Berbeda dari lazimnya grup musik kebanyakan, sekstet instrumen dan tiga vokalis ini tidak melakukan rekaman di studio tertutup, tetapi terbuka bagi keluarga, sahabat, dan awak media. 

Gitaris dan vokalis Danang Joedodarmo bercerita bahwa mereka telah mencoba rekaman di studio, tetapi justru tidak puas dan "risih" dengan hasilnya. 

"Banyak orang minta rekaman album," ujar Danang usai rekaman sesi pertama di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja Bantul, Selasa, 2 Oktober 2018.

"Kami sudah pernah mencoba rekaman di studio, tetapi risih rasanya, kok kayak banyak yang dibuat-buat, banyak yang dicari-cari. Gimana kalau kita bikin Live EP sekalian kenalan dengan (media)," lanjutnya.

Album mini ini dikemas dalam tajuk Ruang Pertama. Materinya lima lagu asli yang pernah mereka bawakan di sejumlah pertunjukan, seperti Soundsation 2017, ArtJog 2018, dan Java Jazz Festival 2018. 

Ada Tatap yang liriknya bicara soal ketuhanan, Nista yang diangkat dari kasus jenazah nenek Hindun di Jakarta, Sabda yang bicara soal rasisme, Terang yang kembali memaknai ketuhanan, serta Ruang tentang kemanusiaan. 



Gusti Arirang dan Danang Joedodarmo dalam sesi rekaman langsung Tashoora (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)


Menurut Danang dan Gusti Arirang, dua personel yang menyusun semua lirik, semua lagu Tashoora berusaha mengangkat peristiwa dan isu sosial yang ada di sudut mata dan terpinggirkan. 

"Kami merasa hidup itu kayak 'taken for granted', jadi tidak benar-benar melihat kanan kiri kita, jalan saja terus. Kami melihat ada isu sosial yang sebenarnya perlu dibicarakan. Kami sampaikan dengan cara yang mudah diterima orang," ungkap Danang. 

"Kami mengumpulkan berbagai sumber berita, mengolah dalam perspektif kami, mengeluarkan lagi dalam bentuk lagu," sambung Gusti.

Tashoora terbentuk di Yogyakarta, tepatnya di Jalan Tasura, pada 2016. Setelah setahun mengulik harmoni di studio, mereka tampil pertama kali di panggung musik pada September 2017. 

Grup ini bermula dari proyek musik instrumental Dita Permatas (Koala, Tik! Tok!) dan violinis Danu Wardhana, yang kemudian disambut Danang (Tik! Tok!) dan Sasi Kirono. Gusti Arirang (Chick and Soup) bergabung sebagai bassist dan vokalis. Lalu Mahesa Santoso (Rekoneko) melengkapi sebagai drummer. 

Rencananya, Ruang Tatap akan dirilis dalam format CD dan secara digital pada Desember 2018. Album studio disiapkan untuk tahun berikutnya.



 


(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

6 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA