Usung Semangat Kolaborasi, Tur Festival 100 Kota 1 Bahasa Ditutup di Jakarta

Purba Wirastama    •    09 Juli 2018 10:45 WIB
festival musik
Usung Semangat Kolaborasi, Tur Festival 100 Kota 1 Bahasa Ditutup di Jakarta
Penampilan Stars & Rabbit pada gelaran Soundsations 100 Kota 1 Bahasa Jakarta (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Festival musik dan seni bertajuk Soundsations 100 Kota 1 Bahasa menutup rangkaian turnya pada Minggu, 8 Juli 2018. Dalam edisi ke-100 atau terakhir ini, festival digelar di Cibis Nine Cilandak, Jakarta Selatan.

"Kenapa Jakarta kota terakhir? Kota ini kiblat seni serta musik, dan perkembangan komunitas di Jakarta itu besar. Jadi kami wadahi itu," kata Oktoberi Surbakti, perwakikan penyelenggara dalam sesi jumpa pers di lokasi.

Penampil di panggung musik beragam dari segi generasi dan kalangan pendengar. Mulai dari Danilla, Sore, Fourtwnty, hingga Reza Artamevia. Penampilan kolaborasi antara Diskoria dengan Reza Artamevia dan Fariz RM menjadi sajian pamungkas pada pukul 10.30 WIB. 

Selain musik, festival diramaikan oleh pegiat seni kontemporer dari 27 komunitas anak muda di Jabodetabek. Salah satunya Sakala Studio, komunitas yang menjalin kerja sama dengan para seniman visual untuk membuat versi merchandise atas karya masing-masing, seperti kaos atau sulaman.

Okto menyebut bahwa kolaborasi memang menjadi semangat utama yang diusung festival ini.

"Ini jadi ajang kolaborasi buat teman-teman komunitas untuk saling menginspirasi. Selebrasi mereka untuk kolaborasi. Ada visual art, mural, fotografi, dan banyak lainnya," ujar Okto

"Kami punya acara Soundstations di 100 titik, dari Aceh sampai Jayapura. Konsepnya sama, kolektif. Teman-teman bisa pamer karya mereka. Kendati kita punya ide beda-beda, tetapi kita satu bahasa," imbuhnya.

Di panggung musik, Efek Rumah Kaca membuka sesi petang. Area penonton kapasitas 4.000-an orang segera penuh sesak begitu Cholil Mahmud dan kawan-kawannya menyapa dengan lagu Tubuhmu Membiru Tragis. Sambutan antusias penonton sangat terasa saat lagu Di Udara dan Sebelah Mata.


Efek Rumah Kaca tampil dalam acara penutupan festival musik 100 Kota 1 Bahasa (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Lalu ada Fourtwnty dengan belasan lagu dari album Lelaku dan Ego & Fungsi Otak. Selain itu, mereka juga membawakan Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki saat tengah sesi.

Sesi petang lain adalah Stars And Rabbit, Reza Artamevia, serta Diskoria bersama Fariz RM. Reza, penyanyi yang aktif sejak era 1990-an, tampil solo dengan nomor-nomor lagu klasik seperti Cinta Kita dan Keabadian.

Menurut Okto, artis penampil dipilih berdasarkan hasil jajak pendapat. Sebagian penyanyi/grup ini sebenarnya sudah tampil di kota-kota Soundstations sebelumnya. Okto mengaku terkejut saat menerima daftar permintaan dari responden mereka.

"Kami kaget, ini serius teman-teman minta artis tersebut? Kami sering ngobrol sama teman-teman, kalian punya wishlist apa sih? Buat yang terakhir ini, kami nanya lagi, mau apa? Keluar nama seperti Stars and Rabbit, Fourtwnty," tukas Okto.

 


(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

6 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA