Mimpi Efek Rumah Kaca Tidak Muluk-Muluk

Purba Wirastama    •    09 Juli 2018 13:38 WIB
efek rumah kaca band
Mimpi Efek Rumah Kaca Tidak Muluk-Muluk
Efek Rumah Kaca (Foto: Dok. Efek Rumah Kaca)

Jakarta: Vokalis Cholil Mahmud mengaku tak punya impian jangka panjang untuk Efek Rumah Kaca tampil di panggung musik internasional. Baginya, bermain musik di negara lain adalah suatu kesempatan yang harus siap mereka respons.

"Enggak pernah mimpi main di luar. Kami berusaha bikin musik yang mengena di (kalangan) kita. Begitu ada kesempatan, ambil," kata Cholil saat ditemui usai tampil di panggung musik Soundsations 100 Kota 1 Bahasa di Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu malam, 8 Juli 2018.

Panggung musik SXSW 2018 di Austin, Amerika Serikat, pada Maret lalu adalah kesempatan baik bagi ERK untuk memperkenalkan musik pop Indonesia. Awalnya ERK hendak datang bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKraf), yang akan menyokong dana operasional mereka. Namun jelang waktu keberangkatan, ERK mundur dari delegasi BEKraf karena persoalan anggaran.

ERK ingin tampil dalam formasi sembilan orang. BEKraf hanya bersedia menyokong lima personel, kendati menurut ERK, dana yang sama bisa dimaksimalkan untuk sembilan orang. Setelah mundur, ERK mencari sumber dana lewat tur musik. Cholil sempat pulang dari New York ke Jakarta supaya mereka bisa tampil utuh.

"Eh, bisa berangkat (ke SXSW). Semua happy, keluarga happy. Habis itu, ya mikir lagi gimana bayar utang, gimana ngerjain album, gitu saja sih. Jadi, cukup pendek-pendek mimpinya. Namun kalau ada di depan mata, sikat!" ungkapnya.

Kendati penampilan ERK di SXSW belum berbuah kerja sama baru dengan musisi atau pihak lain di sana, Cholil menyebut bahwa mereka beberapa hal. Misalnya, bagaimana mencari label yang tepat dan cocok dengan materi lagu yang mereka bawa.

Cholil juga mendapat inspirasi dari gelaran SXSW. Menurutnya, konferensi kultur pop dan teknologi di kota kecil tersebut bisa sebesar sekarang karena konsistensi. Ajang tahunan ini digelar secara rutin sejak 1987.

"Kalau di Indonesia, mau konsisten menjalani itu, misal ada satu acara yang konsisten, kayaknya bakal jadi sih. Bukan hanya mengadakan, tetapi juga mengembangkan terus," ungkapnya.

"(Austin) itu kan kota kecil, di tengah, enggak terlalu dikenal dengan pusat teknologi atau kreativitas. Tiba-tiba ada kampus yang mengadakan itu terus-menerus, lalu menjadi festival indie terbesar. Ya itu bukti konsistensi," imbuh Cholil.

Saat ini Cholil sedang di Jakarta untuk menjalani serangkaian tur musik bersama ERK hingga September. Selain itu, mereka juga sedang menyiapkan materi album terbaru.





(ASA)