Anang Hermansyah Optimis RUU Permusikan Beres dalam 7 Bulan

Purba Wirastama    •    05 Februari 2019 10:18 WIB
Kisruh RUU Permusikan
Anang Hermansyah Optimis RUU Permusikan Beres dalam 7 Bulan
Anang Hermansyah usai berdiskusi seputar RUU Permusikan dengan para musisi, di Cilandak Town Square, Senin, 4 Februari 2019 (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Masa kerja anggota DPR 2014-2019 tinggal menunggu hitungan bulan sampai akhir September mendatang. Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah optimis Rancangan UU Permusikan bisa mengalami revisi dan akan tuntas selama tujuh bulan ke depan. 

"Waktu tinggal tujuh bulan, tetapi dengan draf yang sudah ada untuk menjadi pegangan, itu akan diubah, akan didudukan bersama dengan masukan-masukan, dibahas cepat," kata Anang usai diskusi bersama Koalisi Seni Indonesia dan Konferensi Musik Indonesia di Cilandak pada Senin, 4 Februari 2019.

"Kalau memang percepatan terjadi, pembahasan akan cepat karena (sudah ada) pertemuan (bersama sejumlah musisi) tanggal 27 (Januari 2019) kemarin, yang diterima oleh pimpinan parlemen Mas Bambang (Soesatyo)," lanjut Anang.

Anang adalah pihak yang getol mengusulkan permusikan diatur melalui undang-undang. Usulan ini akhirnya disetujui dan dikaji lebih lanjut pada 2017. Atas permintaan Anang sebagai anggota Komisi X, Badan Keahlian (BK) DPR menyusun naskah akademiknya. 

Baca juga: Catatan Penting Diskusi RUU Permusikan antara Anang Hermansyah dan Para Musisi

Seandainya percepatan tidak bisa terjadi, kata Anang, RUU Permusikan bisa dilanjutkan oleh DPR periode selanjutnya. Namun mengingat Anang adalah pengusul undang-undang ini, bagaimana rencana Anang setelah tidak menjabat anggota dewan? 

"Itu enggak masalah, jangan permasalahkan itu. Ada Anang atau tidak, bukan itu konteksnya (RUU Permusikan). Konteksnya adalah bagaimana kita memiilki perhatian terhadap profesi dalam industri musik Indonesia," ungkapnya. 

Dengan naskah akademik dan draf pasal-pasal tertanggal 15 Agustus 2018, RUU Permusikan masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2019 dan masuk daftar prioritas urutan ke-48. 

Hingga Januari 2019, draf ini sebenarnya belum menjadi usulan resmi DPR. Panitia kerja RUU juga belum terbentuk. Inosentius Samsul, Kepala Pusat Perancangan Undang-undang (PPUU) BK DPR, menyebut bahwa RUU Permusikan masih dalam tahap sangat awal dan prosesnya masih panjang. 

"Kami membuka diri untuk berdiskusi dan memperbaiki terus naskah ini. Proses ini masih panjang karena ini baru naskah awal, masih memberikan peluang bagi siapapun untuk memberi masukan," kata Inosentius.

"Belum diproses di DPR, belum diproses pemerintah, belum lagi dari pemerintah ke DPR, masih panjang. Jadi saya minta untuk lebih bersabar dan ini hanya salah satu contoh undang-undang di DPR. Tahun ini saja, kami menangani 54 RUU," imbuhnya. 

Sementara itu, kalangan musisi terpecah menjadi setidaknya dua kubu. Kubu pertama meminta RUU Permusikan dibatalkan. Kubu kedua tidak sepakat dengan materi draf terkini, tetapi sepakat dengan upaya revisi pasal-pasal yang bermasalah.

 


(ASA)