Sore Rilis Tiga Video Musik Sekaligus

Agustinus Shindu Alpito    •    11 November 2016 12:40 WIB
sore
Sore Rilis Tiga Video Musik Sekaligus
Sore (Foto: dok. sore)

Metrotvnews.com, Jakarta: Grup musik asal Jakarta, Sore, merilis tiga video musik sekaligus dari album Los Skut Leboys. Tiga video musik itu dikemas dalam konsep Wonderland Trilogy, yaitu video musik Plastik Kita, I Never Knew You In Wonderland, dan Tatap Berkalam.

Meski tidak berkaitan secara langsung, tiga video musik ini memiliki benang merah yang sama, tentang menjalani nasib, kesendirian, dan harapan.

Vokalis sekaligus gitaris Sore, Ade Paloh, duduk sebagai sutradara bersama Daffa Andika pada video musik Plastik Kita. Kemudian Aditya Arnoldi menjadi sutradara Tatap Berkalam, sedangkan untuk I Never Knew You In Wonderland, Ade meminta bantuan sahabatnya di Los Angeles, Milco Ricardo, untuk merekam suasana kota.

Keputusan Sore merilis video musik tiga lagu ini berdasar pemikiran Ade, soal warna lagu yang menurut dia sesuai disandingkan bersama.

"Warna dan kemasan musiknya yang kuat ke akar jiwa Sore, begitupun dengan lakon nasib di dalamnya yang senantiasa kami coba tuju," kata Ade.

"Sikap perlawanan terhadap rasa pasrah kehidupan yang begitu saja. Namun juga sarat akan harapan yang dilandasi rasa ikhlas tanpa ekspektasi kepada siapapun, tidak terkecuali kepada Yang Maha Kuasa."

Pembuatan ketiga video musik itu dilakukan dalam tempo yang berbeda, berpegang teguh pada semangat DIY (Do It Yourself). Video musik Plastik Kita dibuat pada awal tahun, Tatap Berkalam dibuat di rumah bassist Awan Garnida pada pertengahan tahun, dan I Never Knew You In Wonderland diselesaikan oleh editor video Adythia Utama pada November 2016.

Makna Tiga Lagu

Lagu Plastik Kita, seperti dituturkan Ade, menampilkan simbol kesendirian yang mencari penghiburan di tengah hidup yang keras. Sosok itu digambarkan lewat anak muda berbaju putih lusuh.

"Dia sedang menimbang situasi hidupnya yang sepi dan tidak gemilang. Kemudian terdatangi rasa dan muslihat untuk kasih yang pada akhirnya hilang dan terhadapkan pada kenyataan pertimbangan manfaat dan kerugian hanyalah ada di alam pikir manusia. Lagu ini bercerita tentang dekadensi kita dalam menerima diri sendiri dalam masyarakat, yang seolah-olah harus sesuai dengan hati dan penerimaan orang lain. Padahal anugerah Tuhan sudah ada sedari awal untuk setiap orang, dan itu berbeda-beda,” jelas Ade.



Berikutnya, lagu Tatap Berkalam. Sebuah lagu yang terilhami oleh sosok Sigit Pramudita, personel Tigapagi.

“Bagaimana dia memanjatkan kasih kepada alam dan hal-hal pada dirinya yang mengharuskan dia melawan penerimaan dirinya sendiri bahwa dirinya teranugerahi oleh ilahi, melainkan ia merasa seharusnya anugerah itu tidak terdapatkan begitu saja melainkan melalui proses pencarian dan penerimaan diri yang terus menerus, itu pun jika patut. Dapat terlihat dari sosok sang pekerja kasar yang mencari anugerah dengan terus mencoba terhibur dan bersyukur dalam hidup yang ia dapatkan dan terima. Meskipun ia menimbang dan mengukur hidup, namun tetap memiliki harapan untuk dapat ber-hijrah," paparnya.




Terakhir, lagu I Never Knew You In Wonderland.

“Sementara I Never Knew You In Wonderland adalah penutup yang bercerita tentang perkenalan dua insan dalam perjalanan yang diharapkan, hanya untuk kemudian tersadar bahwa mereka tidak pernah benar-benar saling mengenal dan memilih untuk saling jauh tak tersentuh namun saling mengiringi, walau tegur sapa sekalipun tidak akan pernah terjadi sampai akhir zaman. Gubuk lusuh sepi di tengah gurun menjadi simbol titik temu yang tak pernah akan terkunjungi oleh mereka berdua."



Los Skut Leboys merupakan album penuh ke-tiga Sore yang dirilis pada tahun lalu. Saat ini, grup yang beranggotakan Ade Paloh, Awan Garnida, Reza Dwiputranto, dan Bemby Gusti itu sedang menyiapkan album mini yang akan dirilis pada awal 2017.


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA