Tompi Berharap Musisi Punya Gaji Bulanan

   •    12 Juni 2017 10:38 WIB
tompi
Tompi Berharap Musisi Punya Gaji Bulanan
Tompi -- MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Tompi, 38, dokter bedah plastik yang juga penyanyi, mengaku berharap besar pada rancangan undang-undang (RUU) permusikan yang tengah diajukan Glenn Fredly, yang mewakili musisi Indonesia.

“Saya sempat diskusi lama sama Glen. Intinya sih kita lagi memperjuangkan bagaimana seniman, terutama musik, itu diperlakukan sebagai komoditas. Karena selama ini belum menjadi sebuah komoditas, perlakuannya,” kata Tompi saat ditemui seusai acara buka bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Suasana Restaurant, Jakarta, belum lama ini.

Tak bisa kredit

Keluhan lain yang perlu diakomodasi, kata Tompi, profesi musisi yang digolongkan sebagai pekerja tidak tetap. Konsekuensinya profesi musisi tidak bisa digunakan saat melakukan pengajuan kredit di bank.

“Kita lagi mengaduk sampai ke teknisnya, bagaimana caranya supaya musisi itu bisa menjadi profesi sebagai penjamin. Artinya gini, sekarang pekerjaan musisi dianggap sebagai pekerjaan tidak tetap karena sistemnya memang monthly job,” sambung pria bernama asli Teuku Adifitrian itu.

Menurutnya, kerja yang dilakoni musisi menghasilkan pendapatan yang tidak tetap setiap bulannya. Bisa jadi pemasukan bulan ini lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya, atau sebaliknya. Hal ini, menurutnya, menjadi kendala saat akan mengajukan kredit perbankan. Biasanya pihak bank akan langsung menolak berurusan dengan profesi yang berpenghasilan tidak tetap.

“Nah kendalanya ialah karena pendapatannya naik-turun, bank tidak bisa menggunakan itu sebagai warranty sehingga, selama ini, untuk pengajuan kredit atau pengajuan hal-hal lain itu tidak berlaku. Kalau kita tulis musisi, biasanya langsung reject,” tambahnya.

Berbadan hukum

Untuk menyiasati kendala tersebut, Tompi mengaku telah berkomunikasi dengan musisi lain. Salah satu caranya ialah mengusahakan setiap musisi berada di bawah naungan badan usaha resmi seperti perseroan terbatas (PT). Badan usaha itulah yang nantinya mengeluarkan gaji bulanan para musisi.

“Kita lagi pikirkan mekanisme, saya usulkan ke Glen dan teman-teman. Semua musisi itu harus dibawah PT. Semua musisi itu nantinya akan digaji. Nah, gajinya itu nantinya sesuai PT mereka masing-masing,” lanjutnya.

“Jadi saya, misalnya, punya manajemen, kita bikin PT. Perusahaan itu kita urus badan hukumnya. Nah nanti semuanya, termasuk musisinya, pendapatan bulanannya berupa gaji,” sambung Tompi seraya memberi contoh.

Bonus

Lalu bagaimana jika jadwal manggung yang didapat setiap bulannya berfluktuasi? Tompi menyarankan sistem bonus.

“Jadi mau dia pendapatannya, misalnya mau bulan ini cuma nyanyi 13 kali, bulan depan 30 kali. Itu kan beda-beda. Itu nanti akan jadi bonus. Tapi dia punya pendapatan tetap yang ada report gajinya dan legal sehingga ini akan jadi salah satu cara sebagai applicant bank,” pungkasnya. (MI/Abdillah M. Marzuqi)


(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

5 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA