Surga Tersembunyi di Timur Indonesia

Anggitondi Martaon    •    27 April 2016 12:13 WIB
galeriindonesiakaya
Surga Tersembunyi di Timur Indonesia
Sejumlah mahasiswa asal Suku Kamoro, Timika menampilkan tarian Pangur Sagu -- ANT/Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Jakarta: Papua merupakan pulau paling timur dari Indonesia yang menyimpan sejuta keindahan dan potensi alam luar biasa. Tak heran, jika banyak orang dari berbagai negara ingin berkunjung ke Papua.

Kali ini, Yovie Widianto mengajak Anda untuk menjelajahi potensi alam di tanah Papua. Petualangan Yovie dimulai dengan melihat proses tokok sagu di Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Tokok Sagu atau biasa disebut dengan Mawas Wanoman oleh suku Maerasi merupakan cara atau kebiasaan masyarakat Papua saat memanen sagu. ‎Masyarakat Papua masih tebiasa menggunakan cara tradisional untuk mengambil daging sagu dari batangya.

Tokok Sagu dimulai dengan menyiapkan Oere (alat penokok sagu). Oere terbuat dari pohon sagu yang dibentuk seperti palu, fungsinya untuk memukul batang sagu hingga serat-serat halusnya terpisah. Serat itulah yang akan menghasilkan sagu.

Selanjutnya, daging sagu dimasukan dalam wadah penyaringan yang terbuat dari pelepah pohon sagu. Daging sagu diberi air sambil diremas menggunakan tangan. Proses ini dilakukan berulang-ulang hingga sari pati sagu terpisah dari ampasnya.

Aliran pati sagu akan mengendap di ujung wadah penyaringan yang sudah ditutupi dengan jaring halus. Sagu merupakan makanan ‎pokok warga Papua yang kaya karbohidrat.

"Sagu sangat menyehatkan karena rendah kandungan gula, apalagi bagi penderita diabetes. Tak heran jika orang Papua banyak sekali yang kuat-kuat," kata Yovie saat berpetualang di Papua dalam program IDEnesia Metro TV.

Papua juga dikenal dalam hal bidang kesenian, khususnya ukir. Di Sorong, Yovie bertemu dengan David Womsiwor, seniman Papua yang masih tersisa.

Biasanya, David membuat ukiran berupa kritikan tentang kondisi lingkungan yang semakin kritis. Seperti hasil karyanya yang diberi judul `Cerita di Ujung HPH`.

"Nanti kalau hutan dibabat habis, anak cucu hanya melihat piring kosong tak berisi. Semua binatang akan berbalik," kata David.

David berharap pemerintah lebih bijak dalam menentukan peruntukan hutan. "Sehingga menjadi‎ kritik bagi pemerintah yang kasih ijin hutan dibabat habis," ujarnya.

Penasaran dengan petualangan Yovie Widianto di Papua? Jangan lewatkan IDEnesia episode `Surga Tersembunyi di Timur Indonesia` pada Kamis (28/4/2016) pukul 22.30 WIB di Metro TV.

Ikuti pula kuis dari IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya. Ada bingkisan menarik bagi pemenangnya.


(NIN)