Animasi Unjuk Prestasi

Anggi Tondi Martaon    •    04 Mei 2016 19:01 WIB
idenesia
Animasi Unjuk Prestasi
Ilustrasi: Siswa menyelesaikan pembuatan film Pasoa dan Sang Pemberani di Studio Animasi Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah, 7 Maret 2016 (Foto:Antara/Yusuf Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Karya anak Indonesia dalam bidang animasi mulai diperhitungkan di kancah perfilman dunia. Lihat saja karya mereka dalam film Iron Man 1 dan 2, Avenger, Transformer: Revenge of The Fallen, menyajikan animasi yang luar biasa.

Hal itu membuat sarana pelatihan atau instasi pendidikan resmi animator mulai berkembang di Indonesia. Semua itu tentunya didukung oleh sarana dan prasarana yang berkembang saat ini.

"Sekarang, sudah semakin banyak lembaga-lembaga,  pendidiknya semakin banyak, orang semakin aware. Industri ini adalah industri yang menjanjikan, berpotensi menggantikan industri tradisional," kata Animator Indonesia Yudhatama, dalam program IDEnesia Metro TV.

Pria yang menjabat Animation Director‎ Manimonki Studios‎ itu mengungkapkan, kondisi saat ini berbeda dengan ketika dirinya mulai menggeluti dunia animasi. Animator pada masa itu lebih banyak belajar secara otodidak. Berbeda dengan kondisi sekarang.

Hal senada disampaikan oleh 3D Animator Raiyan Laksamana. Di samping peminatnya yang bertambah banyak, kemajuan teknologi animasi pada saat ini semakin memudahkan animator dalam berkarya. Salah satunya, perkembangan teknologi 3 dimensi (3D).

Raiyan menyebutkan, terdapat perbedaan animasi antara kartun dengan konsep 3D yang banyak digunakan rumah produksi saat ini. ‎Dengan adanya 3D, pekerjaan animator semakin mudah.

‎"Mungkin kalau animasi kartun seperti Doraemon harus digambar satu-satu per karakter, per frame. Kemudian, dalam satu detik itu ada 24 frame dengan semua ekspresi dan gerakan," ujarnya.

Berbeda dengan 3D. Misalnya, kita menentukan posisi awal di satu titik dan berakhir di titik yang lain, dan arah gerakan seperti apa, nanti komputer yang akan mengisi framenya.

"Artinya, kita menghemat banyak waktu sehingga kita bisa fokus pada unsur kreativitasnya," jelas Raiyan.

Lebih lanjut, Raiyan menyadari bahwa industri animasi di Indonesia masih butuh banyak pembenahan agar produk animasi dalam negeri bisa memiliki nilai jual terhadap para investor.

Dirinya mengungkapkan, selain membutuhkan teknologi mumpuni dan kreativitas yang menarik, production house juga harus memiliki master plan yang mumpuni dalam memasarkan film dan produk-produk pendukungnya, seperti merchandise.

‎"Justru hal itu ditentukan oleh master plan. Misalnya, di Jepang. Mereka menentukan akan membuat apa, timingnya seperti apa. Kemudian, memasarkannya seperti apa," ujarnya.

Freelancer Visual Effects Supervisor ini menegaskan, jika Indonesia berhasil membuat master plan yang baik, maka dirinya tidak meragukan produk animasi Indonesia bisa diakui seperti negara-negara lain.

"Artinya, itu bukanlah suatu ilmu rahasia, tapi bagaimana kita memanfaatkan semua disiplin ilmu ini untuk menjadi gerakan yang besar. Dan harus di-support pemerintah juga," kata Raiyan.

Selain itu, animator senior Indonesia Chandra ‎menjelaskan bahwa rumah produksi animasi Indonesia juga harus memahami karakteristik penonton Indonesia. Menurutnya, teknologi yang canggih tidak akan menjamin keberhasilan film animasi Indonesia jika produk yang dibuat tidak sesuai karakteristik penonton.

"Kita harus paham psikologis penonton karena melalui film kita menyampaikan sesuatu. Kalau kita menyampaikan sesuatu di mana anak-anak tidak suka, maka percuma. Pesan kita tidak akan sampai," ungkap Chandra.

Tidak hanya itu, karya yang dibuat hendaknya mengandung nilai moral positif bagi para penikmat animasi, khususnya anak-anak. Dengan demikian, karya animasi tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tapi juga harus mendidik penonton.

"Artinya, kita akan membuat tayangan animasi yang disukai oleh anak-anak untuk bisa menghibur. Di dalam hiburan itu tanpa sengaja ada pesan positif mengenai anak Indonesia. Mengenai nilai-nilai Indonesia yang baik," ujar Chandra.‎

Jangan lewatkan IDEnesia episode "Animasi Unjuk Prestasi" pada Kamis (5/5/2016), pukul 22.30 WIB, di Metro TV.

Ikuti pula kuis dari IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya. Ada bingkisan menarik bagi pemenangnya.


(ROS)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

4 days Ago

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, K…

BERITA LAINNYA