Alasan Chairity Jadikan Kursi sebagai Medium Lukisan

Putu Radar Bahurekso    •    07 April 2016 21:43 WIB
pameran senikultur
Alasan Chairity Jadikan Kursi sebagai Medium Lukisan
Imis Iskandar (Foto: Metrotvnews.com/Putu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Chairity merupakan sebuah kegiatan sosial yang menjadikan kursi sebagai medium kursi untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit Kanker. Agar menarik, kursi dilukis dan menjadi karya seni bernilai.

Acara ini diprakarsai oleh Imis Iskandar, seorang warga negara Singapura.

Pada tahun 2010, ayah dari Imis, Abdul Rahman B. Jasman didiagnosa terkena kanker stadium tiga. Imis kemudian meninggalkan pekerjaannya sebagai desain manajer dan dosen untuk merawat ayahnya secara rutin.

Pada Oktober 2011, setelah banyak bertukar pikiran dengan sahabatnya yang bernama Gary Ng, mereka mendapatkan ide untuk menyatukan desain dan seni.

Mereka kemudian memilih kursi sebagai sebuah desain furnitur untuk menjadi medium melukis. Kemudian terlahirlah kegiatan Chairity. Mengapa kursi?

"Setiap orang punya persepsi berbeda akan barang tertentu. Buat saya, saya melihat bahwa kursi selalu ada di mana-mana. Tapi kehadiran kursi itu tidak begitu kita sadari. Kita sadar akan keberadaan kursi tersebut kalau sudah rusak. Begitupun dengan sel kanker dalam tubuh, setiap orang punya sel kanker tapi enggak sadar, tinggal masalahnya sel itu aktif atau non-aktif," jelas Imis Iskandar di Plaza Indonesia, Jakarta.

Pada tahun 2012, Imis berhasil mengadakan acara Cahirity pertama. Acara ini diselenggarakan di Singapura dan berhasil mengumpulkan 29 seniman dan 32 kursi. Acara ini berhasil mengumpulkan setidaknya SGD 120 ribu atau Rp1,1 milliar.

Sekitar seminggu setelah acara Chairity pertama tersebut, ayah Imis Iskandar menyerah terhadap penyakitnya dan meninggal dunia.

Acara yang pertama ini cukup banyak menarik perhatian. Kemudian acara ini diselenggarakan kembali di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2014.

"Waktu itu saya dibantu sama Presiden Singapura. Dia nulis surat untuk Duta Besar Singapura untuk Malaysia supaya bisa dibantu bikin acara Chairity ini juga di Malaysia," tutur Imis.

Acara Chairity ini kemudian kembali diadakan pada tahun 2015 di Singapura. Kemudian Imis berniat untuk mengadakan acara seperti ini juga di Indonesia.

"Saya ingin mengadakan ini di Indonesia soalnya ibu saya orang Indonesia. Saya di Indonesia juga enggak kenal siapa-siapa selain keluarga ibu saya dan kemudian saya dibantu mereka untuk bikin acaranya dan cari seniman," ujar Imis.

Setelah dirancang dan dikerjakan, ternyata Chairity di Indonesia ini juga mendapat tanggapan baik. Acara Chairity Indonesia berhasil mengumpulkan 53 kursi yang dibuat oleh 50 orang, baik dari seniman maupun bukan pekerja seni.

Seluruh kursi akan dipamerkan di Plaza Indonesia dari tanggal 1 April hingga 24 April 2016. Pembelian juga sudah bisa dilakukan pada saat mulai pameran.

Lima kursi diantaranya akan dilelang yang akan dilakukan pada 27 April 2016 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran.

Bagi Imis Iskandar, acara Chairity ini juga bukan sekadar mencari dana untuk disumbangkan dan membantu orang yang terkena kanker. Tapi acara ini juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit kanker.


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

5 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA