Sekelumit tentang Batik Tulis

Putu Radar Bahurekso    •    14 Mei 2016 19:05 WIB
batik
Sekelumit tentang Batik Tulis
Pembuatan batik (Foto: Metrotvnews/Putu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Batik adalah salah satu produk budaya Indonesia. Batik diketahui sudah mulai berkembang di Indonesia pada masa kerajaan Hindu-Budha.

Beberapa teori mengatakan bahwa batik berasal dari para pedagang India yang masuk ke nusantara. Ada juga yang mengatakan bahwa batik masuk melalui misi diplomatik kerajaan-kerajaan Hindu pada abad 7 atau 8 ke Tiongkok yang kemudian dikembangkan dengan budaya dan falsafah Jawa.

Penggunaan batik juga ditemukan pada Arca Harihara, sebuah arca perwujudan Raja Kertarajasa Jayawardhana atau dikenal juga sebagai Raden Wijaya dari Kerajaan Majapahit. Dalam arca tersebut terdapat motif batik kawung.

Kini, banyak berkembang jenis batik yang dipengaruhi cara membuatnya seperti batik tulis, batik cap, batik sablon, dan juga batik printing. Namun, proses yang paling tua adalah batik tulis yang dibuat dengan menggunakan canting.

"Batik tulis adalah proses membatik yang paling tua ada, soalnya inikan handmade. Bahan-bahannya dan prosesnya juga masih sangat tradisional," ujar Daromi, seniman batik asal Yogyakarta saat diwawancara di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (14/05/2016).

Proses pembuatan batik tulis dimulai dengan mencuci bahan kain untuk menghilangkan kanji. Setelah kering kemudian disetrika lalu diberi gambar pola dengan pinsil.

Setelah diberi gambar pola, kain kemudian ditulis atau digambar dengan menggunakan canting yang terbuat dari bambu (kini sudah lebih banyak menggunakan logam). Tinta yang digunakan untuk menebali pola pinsil dibuat dari malam yang dilelehkan.

"Batik tulis itu lama proses buatnya untuk satu kain. Kalau yang halus bisa sampai dua bulan baru beres. Kalau yang kasar ya beberapa hari juga jadi," tutur Daromi.

Daromi juga menjelaskan cara membedakan tiap-tiap batik.

"Kalau batik tulis biasanya depan belakang itu halus soalnya digambarnya juga depan belakang, terus harganya mahal. Kalau batik cap depannya saja yang halus," jelas Daromi.

Berbeda dengan batik sablon maupun printing yang sudah lebih ke arah industri. Pola batik jenis ini cenderung lebih sederhana dan banyak yang mirip dengan pakaian lain. Hal ini terjadi karena produksinya yang sudah mengikuti keinginan jumlah pasar.

 


(ELG)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

5 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA