Reborn, Mulai dari Titik Nol yang Sama

Putu Radar Bahurekso    •    14 April 2016 22:50 WIB
pameran lukisan
Reborn, Mulai dari Titik Nol yang Sama
Jumpa pers Reborn (Foto: Metrotvnews.com/Putu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manusia hidup bersama dalam ruang lingkup sosial dengan berbagai permasalahannya yang kompleks. Baik masalah sosial, keluarga, maupun pribadi.

Pameran yang bertajuk reborn ini awalnya diawali oleh bincang-bincang kecil dari para senimannya yang berdomisili di Bandung, kemudian mendapat respons dari seniman-seniman dari kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Malaysia, Amerika Serikat, Swiss, dan Belanda.

Para seniman ini sepakat untuk turut serta mewarnai perkembangan seni dunia dengan kepekaan jiwa terhadap isu-isu global yang terjadi terhadap manusia dan lingkungan alam sekitarnya.

Reborn sebagai judul dari pameran ini merujuk pada kelahiran kembali sehingga sama-sama 'mulai dari titik nol yang sama.'

"Reborn di sini itu artinya kita mulai dari titik nol yang sama. Kalau saya di sini awalnya terpikir karena kita seniman-seniman yang ikut di sini sama-sama berasal dari Sekolah Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta, tapi kemudian semuanya punya hidup masing-masing," ujar Warli Haryana, Ketua Pameran Reborn di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (14/04/2015).

Maksud Reborn tadi juga tergambar dalam konteks berbagai isu yang diangkat dalam pameran ini. Setiap manusia punya hidup dan jalannya masing-masing, tapi mereka semua sama-sama manusia.

Warli juga kembali menjelaskan bahwa makna Reborn ini juga bisa berarti sebagai sebuah gerakan untuk ‘tidak ingkar’ di mana manusia terlahir sebagai seniman atau perupa untuk selalu berkarya dan berbudaya.

"Harus kita sadari bahwa kita manusia hidup tidak jauh dari seni dan budaya," ucap Warli.



Sekitar 113 karya ditampilkan dalam pameran ini dengan permasalahan dan kompleksitasnya masing-masing. Mulai dari karya lukis, patung, dan juga graffiti.

Karya dan isu yang diangkat sama kompleksnya. Seperti misal falsafah dan budaya nasional yang diangkat melalui wayang, nuansa alam. Kemudian isu LGBT, feminisme, lingkungan alam, serta isu sosial yang diangkat melalui lukisan, gambaran figuratif, patung, maupun simbol.

Pameran Reborn diadakan di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta mulai tanggal 15 hingga 24 April 2016.


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA