Mahasiswi AS Mainkan Gitar Klasik Lampung

Antara    •    18 April 2016 17:39 WIB
kultur
Mahasiswi AS Mainkan Gitar Klasik Lampung
Walikota Bandar Lampung Herman HN (kiri) bersama Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin (tiga kanan) membuka Festival Gitar Tunggal di Bandar Lampung, jumat (15/4). Festival diadakan guna mempertahankan seni musik budaya Lampung yang semakin lama semakin dilup

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahasiswi Universitas Lampung asal Amerika Serikat, Rebeca, tampil memainkan gitar klasik Lampung pada penutupan Festival Gitar Klasik.

Festival Gitar Klasik digelar Pemerintah Kota Bandar Lampung, yang merupakan kerjasama dengan Polda Lampung.

Rebeca yang gadis asal negara Paman Sam terlihat tidak canggung ketika tampil di panggung Festival yang digelar di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (17/4) malam. Dia terlihat piawai memainkan alat musik khas Lampung tersebut.

Penampilan gadis yang masih kuliah di Universitas Lampung (Unila) itu pun menjadi pusat perhatian penonton, terutama ketika memainkan nada lagu Mati Sikep Ka Muley.

Selain Rebeca, penutupan Festival Gitar Klasik ini juga dimeriahkan penampilan Grup Marawis Polwan Polda Lampung, serta petikan gitar klasik khas Lampung Utara dan dari wilayah lainnya.

Festival Gitar Tunggal Klasik se-Provinsi Lampung 2016 ini diikuti 147 peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan untuk memperebutkan piala Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin, dan piala bergilir Wali Kota Bandar Lampung Herman HN.

Dalam penutupan festival gitar klasik Lampung itu, Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengingatkan para generasi muda Lampung untuk mencintai budaya sendiri.

"Jangan kalah dengan nenek-nenek dan kaum lansia maupun warga negara asing, siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita kalau bukan generasi muda," kata dia.

Ike berharap, acara ini akan berhasil memunculkan generasi baru yang mencintai budaya khas Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, wali Kota Bandar Lampung Herman HN juga berharap acara ini dapat melestarikan kembali budaya Lampung yang mulai tergerus zaman.

"Kegiatan ini dibuat untuk kembali menumbuhkembangkan budaya asli Lampung, untuk dijadikan daya tarik wisata baru," ungkapnya.

Kegiatan ini nantinya juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kota yang terkenal dengan kain tapisnya ini.


(DEV)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA