Album Indonesia Terbaik 2017

Agustinus Shindu Alpito    •    28 Desember 2017 17:15 WIB
indonesia musikkaleidoskop musik
Album Indonesia Terbaik 2017
Album Indonesia Terbaik 2017

Jakarta: Menurut catatan kami, lebih dari 60 album dari musisi lokal dirilis pada tahun 2017. Artinya, rata-rata sekitar lima album dirilis dalam setiap bulan! Semakin banyak album dirilis tentu menandakan semakin semarak ranah industri musik yang ada pada hari ini, meski tidak semuanya terakomodasi dengan baik oleh media arus utama.

Jamaknya album yang dirilis tidak lepas dari semakin matangnya platform digital yang ada. Kanal streaming musik dan YouTube semakin memberi ruang bagi pendatang baru. Bahkan, sebuah band bernama Terapi Urine merilis albumnya melalui Instagram! Band lain bernama Shore juga memanfaatkan teknologi multimedia, mereka merilis singel melalui WhatsApp. Para penggemar dipersilakan mengirim nomor WhatsApp ke admin manajemen band, untuk kemudian dikirimkan lagu yang dirilis itu melalui WhatsApp. Hal ini membuktikan semakin terbuka ruang kreatif yang ada dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet.

Bukan hal mudah menentukan siapa yang terbaik pada tahun ini, untuk itu kami juga menyertakan parameter-parameter lain, salah satunya tentang seberapa penting album itu dan dampaknya bagi perjalanan musik Indonesia.  Kami percaya bahwa kekuatan musik mampu membawa perubahan tersendiri, meski butuh efek domino yang menyangkut hal-hal lain juga.


1. Akibat Pergaulan Blues - Jason Ranti

Album Akibat Pergaulan Blues (Foto: ist)

Album debut dari Jason Ranti ini berbahaya. Di balik kesederhanaan aransemen yang bertopang pada permainan gitar, Jason mengisi bagian lirik dengan sesuatu yang tajam. Jason berhasil mengangkat ke tataran yang lebih luas kegelisahan-kegelisahan minoritas dan penganut akal sehat yang pada saat ini posisinya termarjinalkan, lantaran berbagai sulutan isu SARA dan persoalan politik yang merembet ke mana-mana.

Secara lantang Jason membicarakan hal-hal yang membuat dirinya gelisah, dengan terdengar jujur tanpa tendensi mencari sensasi. Simak saja bagaimana dia menyajikan logika terbalik pada singel Bahaya Komunis, juga lirik pedas menyorot para pejabat korup yang berjubah seorang alim lewat lagu Suci Maksimal.

Jason mampu mengangkat persoalan zamannya dengan cara cerdas, sekaligus mengembalikan fitrah musik folk sebagai musik rakyat. Musik yang menyuarakan kegelisahan rakyat. Tentu merujuk pada rakyat yang hidup dengan logika dan punya keinginan kuat untuk hidup rukun dan mengesampingkan ego-ego sektoral.


2. Sintas - Adrian Yunan

Album Sintas (Foto: ist.)

Ini adalah album penting. Adrian mengalami masalah kesehatan yang panjang hingga membuat dirinya tidak dapat melihat lagi. Namun masalah kesehatan dan keterbatasan yang dialaminya tidak membuat Adrian patah semangat. Mantan bassist Efek Rumah Kaca itu justru mengendapkan segala yang dirasakannya ke dalam sebuah album berjudul Sintas. Sesuai judulnya, album ini adalah cara Adrian bertahan hidup dan bangkit dari segala yang membuatnya terpuruk.

Seberapa penting album ini? Tentu itu menjadi pertanyaan utama mengapa Sintas di posisi atas dalam susunan daftar album terbaik ini. Kami menilai album ini teramat penting, karena mampu memberikan semangat bagi kaum difabel. Di Amerika Serikat, seorang Stevie Wonder mampu menginspirasi ribuan penyandang disabilitas untuk percaya bahwa keterbatasan yang ada tak semata halangan dalam mewujudkan mimpi. Kami rasa melalui album Sintas, Adrian Yunan mampu memberikan semangat yang sama bagi para penyandang disabilitas di Indonesia.

Album Sintas tidak semata menyimpan rekaman musik, namun juga nyala harapan bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik. Sekaligus membuka jalur bahwa kaum difabel mampu memiliki tempat di industri hiburan, khususnya musik.


3. Lintasan Waktu - Danilla

Album Lintasan Waktu (Foto: dok. demajors)

Danilla mengambil langkah berani dengan meramu segala sesuatu yang jauh berbeda dari apa yang membuat penggemarnya terbuai pada album terdahulu. Lintasan Waktu adalah potret bagaimana seorang musisi percaya diri menyuarakan apa yang benar-benar dirasakannya, bukan apa yang diinginkan “industri.”

Danilla benar-benar meninggalkan apa yang orang-orang sebut zona nyaman. Dia banyak bermain-main dengan instrumen yang sebelumnya tidak dimaksimalkan pada album Telisik, yaitu synthesizer dan efek gitar. Album ini sekaligus jadi rekaman sejarah kehidupan Danilla, yang merangkak karier dari penyanyi tak dikenal menjadi seorang idola baru, tanpa menggantungkan harapan pada label besar, televisi dan radio.


4. Spectrum - Heals

Album Spectrum (Foto: ist)

Heals mampu memadukan shoegaze, post-rock dan rock alternatif dengan dimensi yang pas. Imajinatif dan terdengar lepas kendali, namun tetap berpegang pada keteraturan. Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan album Spectrum. Melihat bagaimana musik dengan aliran seperti yang diusung Heals diapresiasi di ranah lokal pada saat ini, tentu apa yang mereka lakukan lewat Spectrum adalah sebuah keberanian atas nama kecintaan pada musik itu sendiri. Kami sangat menikmati album yang terdengar jujur tanpa ambisi berlebih.

5. Nyala - Gardika Gigih

Album Nyala (Foto: youtube)

Komponis asal Yogyakarta ini belakangan kerap dibicarakan oleh para penikmat musik lokal. Harus diakui bahwa Gardika Gigih berhasil mengemas musik yang berakar klasik dan instrumental dengan aransemen yang lebih pop (termasuk mengisi bagian vokal), hasilnya sebuah album yang dapat dinikmati khalayak luas.

Album Nyala menjadi penting karena membuktikan bahwa penting bagi para musisi untuk membuat sesuatu yang bisa dinikmati bersama, tanpa mengeliminasi idealisme. Gardika juga sukses membuat penggemar musik Indonesia mendapat alternatif baru mendengarkan musik dari ragam aliran musik yang telah kokoh sebelumnya.


6. Transition - Rafi Muhammad

Artwork Transition (Foto: dok. Ardneks)

Rafi Muhammad adalah seorang drummer bertalenta yang dalam perjalanan kariernya tidak terjebak pada sebuah genre semata.  Setelah sebelumnya membentuk Art of Tree yang sangat disayangkan saat ini tidak terdengar kelanjutannya, Rafi lantas merilis album bernuansa jazz, modern jazz, fussion, bertajuk Transition. Musikalitas Rafi yang dalam pada album ini juga melibatkan kolaborasi menarik dari Dewa Budjana pada track The Other Side of Me. Juga kehadiran rapper Shotgundre pada track Belief.

Bisa dibilang Rafi adalah musisi jenius di generasinya, album Transition menjadi salah satu bukti dari deretan album yang pernah dirilisnya.

7. Opus Contra Naturam - Gaung

Album Opus Contra Naturam (Foto: dok. orangecliffrecord)

Gaung mampu menerjemahkan beragam gagasan tekstual dan naratif melalui bahasa musik yang bercerita. Ramuan distorsi gitar yang mengalirkan roh psychedelic dan identitas rock 1970-an beradu pekat dengan pukulan-pukulan drum yang bertenaga. Album ini penting bagi perkembangan musik rock instrumental di Indonesia.


8. Milkbox - Barefood

Album Milkbox (Foto: via discogs)

Milkbox adalah album penuh pertama dari duo asal Bekasi, Barefood. Album ini mengajak bercengkrama pendengarnya dengan rock alternatif yang membawa kita pada era band rock 1990-an. Kami suka bagaimana Barefood mengisi bagian gitar pada album ini.


9. Metamorfosa - Andien

Album Metamorfosa (Foto: youtube)

Bisa dibilang album ini adalah wujud kematangan musikalitas Andien. Dari segi teknis, album ini sempurna. Begitu juga cara Andien memilih materi dalam album ini. Salah satu track memikat dalam album ini berjudul Warna Warna, aransemennya sangat kaya dan menarik. Juga progresi kord yang terdengar menghipnotis.

Andien pun mencoba lebih terbuka, dia melibatkan beberapa penulis lagu berbakat, antara lain Abenk Alter (Metamorfosa), Trio Lale-Ilman-Nino (Pelita), Lafa Pratomo (Warna Warna) dan Tulus (Belahan Jantungku).  Dalam album ini Andien juga membawakan ulang singel Biru dari Anda Perdana.

Metamorfosa adalah album penting, menunjukkan bahwa musisi yang berpengalaman di industri selama puluhan tahun pun harus tetap terbuka mengikuti perkembangan yang ada. Andien berhasil dalam hal ini.

10. 7 Bidadari - Naif

Album 7 Bidadari (Foto: dok. naif)

Sebuah album yang kembali membawa musik Naif seperti era-era album awal, aransemen sederhana yang mudah dicerna dan dinyanyikan kembali. Apa yang kami maksud akan sangat mudah dimengerti ketika menyimak singel berjudul 7 Bidadari. Naif juga membuktikan bahwa kematangan usia tidak membuat mereka jadi musisi yang rumit. Album 7 Bidadari dibuat dengan persiapan yang baik, mulai dari pemilihan materi sampai konsep gambar sampul album yang dipercayakan kepada ilustrator internasional, Glenn Wolk.

Tema cinta, lirik yang ringan dan aransemen yang meneduhkan akan mudah ditemui  dalam album ini, di antaranya pada track Berubah, Kenali Dirimu, Apa Yang Membuat Dirimu Untuk Terus Di Sini dan Sayang Disayang. Lagu-lagu dalam album ini menunjukkan bahwa Naif adalah band yang mengenal dirinya sendiri dengan baik dan sudah selesai bermain dengan ego personal, menuju satu kata: dewasa.




 


(ELG)