NIKI, Talenta Indonesia dalam Perjalanan Menaklukkan Panggung R&B Dunia

Cecylia Rura    •    17 Agustus 2018 12:38 WIB
indonesia musik
NIKI, Talenta Indonesia dalam Perjalanan Menaklukkan Panggung R&B Dunia
NIKI (Foto: Instagram Niki Zefanya)

Nicole Zefanya lebih nyaman dikenal sebagai NIKI. Akronim nama itu dirasa lebih padat dan mudah diingat oleh kebanyakan orang, meski terbilang cukup umum digunakan.

NIKI bisa dibilang sebagai kiblat baru bagi penikmat musik Tanah Air. Di bawah naungan label musik Amerika Serikat 88rising, karier yang ditempuh dara berusia 19 tahun itu dapat dikatakan cemerlang untuk bisa menaiki anak tangga kesuksesan ketika musiknya menembus pasar internasional. Seperti mengubah kehidupannya 180 derajat, internet membawa NIKI menjadi bintang. Benar, internet menjadi penghubung penyanyi kelahiran 24 Januari 1999 itu dengan Brian Imanuel yang dikenal dengan nama panggung Rich Brian, rapper hip hop asal Indonesia yang lebih dulu tenar bersama label 88rising.

“Aku join 88rising lewat Rich Brian yang juga dari Indonesia. Dia melihat kanal YouTube-ku dan mengomentari videoku,” kata NIKI dalam wawancara terbatas dengan beberapa rekan media di Hotel Sheraton, Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu 11 Agustus 2018.

NIKI mengaku tidak melihat bubuhan komentar Brian saat itu. Brian kemudian mengirimkan pesan melalui Instagram dan menyapa NIKI. “’Hai, aku rasa kamu bertalenta. Yuk, ketemuan!’ Lalu kami bertemu di sebuah studio kawasan Karawaci,” jelas NIKI memaparkan kronologi Brian menghubunginya via pesan Instagram.

Dalam pertemuan itu, NIKI memperkenalkan lagu-lagunya. Brian tertarik, lalu memberikannya pada Sean, CEO 88rising.

Sebelum bergabung dengan label yang membesarkan musisi Asia seperti Rich Brian, JOJI dan Keith Ape, NIKI yang saat itu duduk di bangku Sekolah Pelita Harapan Lippo Village Indonesia meraup popularitas lewat YouTube. Konten yang ditawarkan yaitu berupa covering lagu dan mencoba membawakan beberapa lagu bernuansa pop akustik. Sayang, beberapa telah dihapus meski kanal YouTube NIKI berhasil menembus 40.000 subscribers. Saat itu, dia masih menggunakan nama asli Nicole Zefanya. Secara independen dia mengunggah dua singel di YouTube, Polaroid Boy dan Anheim.

Sempat ketagihan bermain di jalur pop akustik, NIKI beralih ke musik R&B tanpa meninggalkan nuansa pop yang membentuk gaya bermusiknya.

“Bikin album akustik, sejujurnya sepertinya enggak. Aku rasa era pada saat itu (akustik) memang keren, tapi aku sangat suka dengan apa yang aku lakukan sekarang dan aku merasa punya banyak (referensi). Musikku sekarang yang masih terdengar pop, aku lebih merasa terstruktur dalam musikku yang masih kategori pop. Seperti lagu aku, rasanya beat-nya sangat R&B tapi chord-nya sangat pop. Jadi, kamu bisa membuat segala sesuatu menjadi pop,” kata NIKI.

Alasan pergantian nama dan pergeseran genre yang digeluti ini pun sederhana. Dia ingin mem-branding diri menjadi pribadi baru melalui musik R&B sejak terjun ke dalam 88rising.

“Aku merasa Nicole Zefanya itu era dulu, seperti saat aku bermain di YouTube. Nicole Zefanya itu penyanyi akustik pop, tapi (dulu) itu keren,” paparnya.

Lagu See U Never menjadi singel perdana NIKI sejak bergabung dalam label distribusi 88rising. “Saat aku merilis See U Never rasanya aku berubah 180 derajat. Sangat berbeda. Aku merasa membutuhkan nama baru. Membuat babak baru dalam perjalanan musikku. NIKI tampaknya lebih baik, pendek dan sederhana,” jelas NIKI.

NIKI menceritakan bagaimana perubahan yang dia rasakan ketika baru bergabung dengan label 88rising.

“Tahun lalu aku sedang kuliah, tidak pernah terpikir sekarang aku ada di sini membuat musik. Saat pertama bersama label 88rising, aku merilis 3 singel lalu merilis EP (album mini). Aku merasa lebih baik sekarang. Terasa nyata apa yang telah aku lakukan. Tapi saat pertama kali, sejujurnya aku enggak tahu apa yang akan terjadi. Yang aku tahu aku hanya ingin memproduksi musik dan aku sangat bersyukur karena telah aku diberi kesempatan merilis musik melalui distribusi mereka,” jelas NIKI.

Pada 2017, label 88rising tertarik mengajak NIKI bergabung. NIKI merilis tiga singel lagu, See U Never, I Like U dan Chilly. Setahun setelahnya, pada 23 Mei 2018 NIKI merilis album mini berjudul Zephyr. Sebagai perkenalan album, salah satu nomor singel dalam album yakni Vintage dirilis lebih dulu pada 2 Mei 2018. Album ini mengemas delapan singel lagu di antaranya Newsflash!, Say My Name, Friends, Spell, Vintage, Dancing with the Devil, Pools dan Around.


Dekat dengan Musik Sejak Kecil

NIKI tidak serta merata terjun tanpa aba-aba di dunia musik. Dalam kehidupannya, sang ibu memang aktif bernyanyi di gereja dan memiliki grup musik yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. “Mereka mengajarkanku bagaimana bermain piano,” kenang NIKI.

Ketertarikannya dalam musik semakin menjadi-jadi ketika dia mengenal internet. Saat itu, dia masih duduk di bangku SMP.

“Rasa suka terhadap musik dimulai dari situ karena ibu aku menunjukkan aku musik dan seberapa banyak internet mempengaruhiku. Sepertinya aku tidak bermain internet hingga SMP, tapi itu memberi sumbangsih penting betapa kini aku menyukai musik indie, karena aku menemukan musik indie dari internet,” jelasnya.

R&B bukan sekedar branding diri NIKI yang baru sejak bersama 88rising. Genre musik itu tumbuh bersamanya sejak NIKI mengenal musik dan internet. Lewat platform daring, NIKI menemukan inspirasi lagu, seperti ketika sang ibu menggemari lagu Whitney Houston, Aaliyah dan TLC.

“Ibuku suka menyanyikan lagu Whitney Houston, Aaliyah, TLC. Aku mendapatkan laptop ketika aku sudah cukup besar. Aku memiliki akses internet dan aku mendengarkan musik akustik, folk, The Lumineers, orang-orang berpendapat 'Wow ini sangat keren'. Lalu aku mulai mencoba menulis lagu dengan format indie, untuk sementara, karena itu yang aku lihat pada saat itu,” kenang NIKI.

Memilih independen, tampaknya tidak memberikan kepuasan bagi NIKI. Dia merasa terbatas dalam menggali inspirasi dan kreativitas ketika ingin membuat lirik. Ketika bermain dalam musik R&B, NIKI banyak bereksperimen dengan ragam bunyi-bunyian. “Aku memproduksi banyak musik dan kepuasan lebih,” tuturnya.

Mengapa Tidak dengan Lagu Berbahasa Indonesia?

NIKI, dilahirkan dan besar di Jakarta tidak berarti enggan bermusik dalam bahasa Indonesia. Pasar internasional memang sudah menjadi target NIKI sejak awak bermusik. Ambisinya ini tidak berarti mengesampingkan talenta musisi Indonesia.

“Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia, aku merasa pasarnya terbatas, seperti hanya untuk orang Indonesia. Maksudku, banyak musisi Indonesia yang bertalenta, seperti Raisa, GAC, aku suka mereka, aku menghargai mereka. Tapi kalau menyanyi dalam bahasa Indonesia, orang yang berbicara menggunakan berbahasa Inggris tidak akan mengerti.”

“Memang banyak juga musik yang bukan berbahasa Inggris bisa sukses, tapi tampaknya susah untuk menerobos pasar internasional, seperti orang menyanyikan lagu untuk orang yang tidak mengerti artinya apa, cross culture,” papar NIKI.

Kendati dirasa memiliki pasar sempit, NIKI melihat Indonesia memiliki keunikan dalam bermusik. Dia mencitrakan Indonesia dengan para musisi jalanan alias pengamen yang memiliki spirit menghibur dan bermusik.

“Setiap musisi Indonesia punya keunikan dengan cara mereka masing-masing. Tapi, aku akan mengatakan kalau Indonesia adalah negara yang sangat musikal dan terdapat semangat musik. Ketika melihat pengamen, mereka sangat menikmati musik. Aku merasa orangtua membesarkan anak-anaknya untuk menyukai musik. Aku rasa musisi Indonesia tahu cara bagaimana mereka membuat musik. Mereka tahu chord,” jelasnya.

Sama seperti Rich Brian, NIKI membawa nama Indonesia di setiap aksi panggungnya. Namun, bukan melulu di setiap aksi panggung, kepada banyak kolega yang ditemui NIKI selalu memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia.

“Bukan di musik, aku memastikan selalu mengingat dari mana aku berasal dan aku selalu bicara tentang Indonesia ke banyak orang. Hal pertama yang aku lakukan adalah ‘Aku dari Indonesia, kamu dari mana?’” kata NIKI.

Tumbuh dengan referensi musik Barat, bukan berarti NIKI tidak memiliki ketertarikan pada musik lokal. NIKI mengaku dirinya terbuka bahkan pada musik-musik tradisional.

“Aku sangat senang suara gamelan. Sesekali aku mengenalkan mereka gamelan. Aku merepresentasikan Indonesia melalui bagaimana aku membawa diriku dan siapa diriku dan sebagai perempuan yang dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia,” tukas NIKI.




 


(ASA)