Menakar Kadar Metal dalam Diri Vicky Prasetyo

Agustinus Shindu Alpito    •    12 April 2018 11:37 WIB
indonesia musikmusik metalwawancara musik
Menakar Kadar Metal dalam Diri Vicky Prasetyo
Vicky Prasetyo dengan salam tiga jari (Foto: Medcom.id/Shindu Alpito)

Jakarta: Belakangan, beredar cuplikan video pelawak Vicky Prasetyo tampil sebagai vokalis band metal. Hal itu membuat sebagian besar yang melihatnya memicingkan mata dan menganggap Vicky hanya cari sensasi. Namun, tidak adil rasanya jika menilai apa yang dilakukan Vicky tanpa mendengar penjelasan langsung darinya.

Pada 9 April 2018, Medcom.id melakukan wawancara eksklusif dengan Vicky di sebuah studio televisi swasta. Kesan pertama kami, Vicky jauh dari citra yang selama ini tampak di televisi. Dia terkesan sopan, cerdas dan visioner. Jauh dari sosok konyol.

“Halo, brother, perkenalkan (gue) Vicky dan ini istri gue, Angel,” sapa Vicky yang ditemani istrinya, Angel Lelga.

Vicky sangat menyadari siapa dirinya dan bagaimana masyarakat menilainya. Tapi, dia tidak ambil pusing. Vicky yang kita lihat di televisi adalah karakter yang diciptakannya, sesosok pria sensasional yang gaya bicaranya melantur dan kerap melakukan tindakan-tindakan konyol. Namun pada nyatanya, Vicky yang sebenarnya adalah pribadi yang berbeda. Dan musik metal adalah bagian dari persona dia yang nyata.

Tanpa buang waktu, kami langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar musik metal dan Vicky mampu menjawab tiap pertanyaan dengan baik tanpa mengeluarkan gaya bahasa "Vickynisasi" sedikitpun.


Aksi panggung Vicky sebagai vokalis band metal (Foto: Dok. pribadi Vicky Prasetyo)


Sejak kapan Vicky menggeluti musik metal?

Gue main metal sudah sejak 10 tahun lalu, main metalcore, musik-musik kayak Caliban. baru mulai main lagi belakangan. Band yang kemarin baru terbentuk, namanya Kudeta, band lama saya sudah bubar, namanya Aurora.

Apakah ini hanya setting-an demi popularitas dan sensasi semata?

Kalau main-main bisa kelihatan power-nya. Nyanyi metal enggak gampang. Dengan scream mampu bertahan empat lagu lebih itu enggak gampang. Kalau cuma gimmick mungkin enggak sampai punya power yang baik di atas panggung.

Lantas apa rencana Vicky selanjutnya dengan band Kudeta?

Rencana bikin album judulnya Interprestasi Jiwa. Ini lagi latihan. Setiap hari Rabu latihan, baru ada empat lagu. Saya nulis lagu sendiri, (aransemen) bareng-bareng. Teman-teman bikin kord, nanti saya menambahkan lirik dan ubah-ubah kordnya.

Siapa personel Kudeta?

Teman-teman kecil di Cikarang. Mereka memang main musik metal.

Personel saat ini belum fix. Kalau ada teman yang mau boleh kita bikin band yang kokoh dan solid.

Sudah punya label rekaman?

Kami mau produksi sendiri, indie. Mau untuk fun saja. Tahun 2018, setelah Lebaran kami mau rilis.

Apakah album Interprestasi Jiwa berisi lagu-lagu yang menggunakan “bahasa khas” Vicky?

Tampil jadi diri sendiri, lebih baik aku dibenci sebagai diriku daripada aku menjadi munafik untuk disukai.

Lirik-lirik yang mewakili semangat. Berisi motivasi. Kehidupan enggak pernah berakhir selama dikasih Tuhan kesempatan untuk hidup. Lebih kepada membangkitkan jiwa. Metal bukan komunitas biasa-biasa saja, tidak bisa didiamkan. Jika didiamkan mereka seperti biji-biji yang akhirnya tumbuh menjadi pohon besar. Mereka itu komunitas yang lahir dari solidaritas,

Siapa Band metal favorit?

Burgerkill. (drummer) Putra dan (gitaris) Agung itu teman-teman.

Beberapa waktu lalu kami bertanya pada Andre “Siksakubur” soal isu Vicky nge-band metal. Apakah Vicky mendengarkan Siksakubur juga? (Artikel opini Andre "Siksakubur" terhadap Vicky dapat dibaca di sini)

Siksakubur itu gila banget, band lama. Dulu drummer Siksakubur Andyan Gorust, sekarang jadi drummer Hellcrust. Dia pernah sama Deadsquad juga. Dulu aku pernah main satu panggung sama Siksakubur di Cikarang. Sepuluh tahun lalu. Aurora juga masuk (festival musik metal) Bekasi Bawah Tanah. Siksakubur gue suka banget, konsep musiknya rapet banget. Jasad, Forgotten, gue juga suka.

Jadi sebenarnya Vicky saat ini fokus menjadi pelawak atau musisi metal?

Dalam hidup ada dua hal prinsip yang tidak bisa dikemukakan bersamaan. Pertama, sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab, sebagai suami, sebagai ayah. Kedua, hal yang kita sukai, hobi. Tangan gue kalau diiiris, darah gue tulisannya metal sampai mampus.  Itu gue. Metal sudah mendarah. Dua sisi hobi dan pekerjaan harus dipisahkan. Ada sesuatu yang enggak bisa dibeli dan dihargai, itulah jiwa.  Mendengarkan metal membangkitkan jiwa gue.

Waktu aktif nge-band dengan Aurora, punya pengalaman panggung tak terlupakan?

Dulu pernah manggung di Cikarang terus disiram ibu-ibu. Pas Aurora dipanggil, penonton pada naik, pas pogo-pogo kena bilik rumah ibu-ibu itu (yang menyiram). Karena itu acaranya dekat kampung, pas pogo-pogo kena bilik rumah, rumahnya roboh ada ibu-ibunya mau tidur. Akhirnya kami semua disiram ibu-ibu, acaranya dibubarin. Enggak terhormat banget kesannya, kayak bukan anak metal.

Pernah juga audisi di Jakarta Fair disuruh pulang, audisi acara TV baru tes gitar disuruh berhenti, disuruh pulang. Itu waktu gue 19 tahun.

Cupikan video berdurasi singkat yang beredar, lirik lagu yang dibawakan Vicky berbunyi “Apa agama bagimu?” Apakah nantinya Vicky akan menulis lirik-lirik falsafah seperti itu?

Ada lagu tentang Tuhan, mengenali kita manusia biasa tidak bisa menghindari takdir Tuhan. Kita bukan Tuhan untuk diri kita sendiri. Ada yang mengingatkan kita punya Tuhan, se-metal apapun akidah tetap punya. Musik metal bisa dijadikan motivasi membangkitkan gairah.

Musik metal seperti apa yang disukai dan memengaruhi proses bermusik Vicky?

Gue suka Shadow of Sorrow (lagu Burgerkill),  Atur Aku, itu recycle dari lagu Puppen. Arian sosok paling inspiratif. Salam hormat untuk Arian Seringai. Gue suka Mengadili Persepsi (kemudian menirukan gaya Arian 13 meneriakan “Individu, individu merdeka!”).

Seringai itu distorsinya oke, Ricky main gitarnya gila banget. Seringai cadas, keren. Lagu-lagunya berani, laki-laki banget. Jantan. Mengajarkan kita untuk menjadi diri sendiri, "Lo enggak bisa menjadi Tuhan untuk mengadili hidup orang lain." Kira-kira itu yang gue dapat. Lagu-lagu Seringai gue suka, Dilarang di Bandung, Kilometer Terakhir, pokoknya urusan metal gue enggak main-main.

Gue juga suka almarhum Ivan Scumbag. Scream terhebat di Indonesia gue bilang masih almarhum Ivan. Apalagi lagu-lagu Burgerkill di album lama. Dia keren banget. “Siksa iblis neraka!” (VIcky tiba-tiba meneriakan penggalan lagu Penjara Batin dari Burgerkill) gue suka, Anjing Tanah juga. Band-band metal Indonesia sekarang sudah keren-keren, sejajar dengan band-band luar, cuma (band metal Indonesia) butuh fasilitas untuk panggung. Secara sound, sudah dewasa band-band indonesia. Bicara metal bukan soal band luar negeri saja, band Indonesia juga “galak-galak.” Enggak kalah angker.

Orang mengira gue cuma metal-metalan (cari perhatian dengan berpura-pura menyukai musik metal), padahal gue suka metal dari dulu. Orang pasti mikir ini gimmick, tetapi gue bakal seriusin band metal ini.

(Di akhir sesi wawancara, kami meminta Vicky merekomendasikan lagu-lagu metal pilihannya, rekomendasi itu dapat dibaca dalam artikel 5 Lagu Metal Rekomendasi Vicky Prasetyo)





 


(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

5 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA