Gitar Lokal Menembus Pasar Global

Wanda Indana    •    22 Maret 2017 16:28 WIB
indonesia musik
Gitar Lokal Menembus Pasar Global
Gitaris Edane Eet Sjahranie saat memainkan gitar Radix. (ANTARA/Agus Supriyanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada 1984, seorang pria tiba-tiba ingin pergi ke sebuah toko musik. Pria itu hendak mencari gitar listrik berkualitas tinggi, tapi sesuai bujet. Bagai pungguk merindukan bulan, pencarian gitar idaman pun nihil. Jelas saja, tak ada gitar berkualitas untuk orang yang berkantong cekak.

Pria itu bernama Toien Bernadhie Radix Akassa. Toein, panggilannya, tak patah arang. Dia malah ingin membuat gitar sendiri. Toein pun mengumpulkan informasi tentang cara membuat gitar listrik dari internet. Dia mulai membeli spare part, kayu, dan perlengkapan lainnya untuk membuat gitar. Soal kayu, Toein bisa dibilang banyak tahu. Mafhum, Toein lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Toein memiliki bisnis jam dinding kayu bersama rekannya. Proses pengerjaan jam dinding kayu tidak terlalu memakan waktu. Jadi, Toein selalu memanfaatkan waktu senggang untuk mengasah keterampilan membuat gitar. Hampir setiap hari.

Pada 2002, Toein masih berhasrat mewujudkan impiannya. Dia mulai bereksperimen membuat gitar listrik. Dengan keterbatasan finansial, Toein memanfaatkan informasi dari internet dan mesin untuk perkayuan yang dipakai usaha jam dinding. “Coba-coba saja,” kata Toein saat berbincang dengan Metrotvnews.com, di Kedoya, Jakarta Barat, Jumat 17 Maret 2017.

Meski kondisi keuangan keluarga tengah seret, Toien tetap nekat mencari dan mengumpulkan bahan-bahan untuk pembuatan gitar listriknya pertamanya. Pergilah ia ke daerah Guntur (tempat penjualan alat-alat bekas) untuk membeli peralatan kayu. Akhirnya, Toien pulang dengan hanya membawa gitar loak. Tiba di rumah, perang dunia ketiga meletus.

“Istri saya marah-marah. Bukanya beli kebutuhan pokok, malah beli kebutuhan ke-100,” kenang Toein menirukan perkataan istrinya yang meledak-ledak.

Kerja keras Toein berbuah hasil. Gitar listrik pertamanya lahir walaupun masih ada kekurangan di sana sini.  Sayangnya, Toein harus mengeluarkan duit Rp20 juta untuk membuat gitar sendiri. Padahal, gitar berkualitas yang dia idamkan sejak dulu cuma seharga Rp8 juta.

Toein tak mau menyesal, dia terus bekerja keras menciptakan gitar listrik yang sesuai kantong orang Indonesia. Dengan berbagai perbaikan, pelan-pelan, Toein bisa menciptakan gitar di harga di bawah Rp2 juta. Dia pun mulai memproduksi gitar untuk komersialisasi. Dia memberi merk Marlique untuk gitarnya.
"Kepalanya gitarnya masih segede gayung," ucap dia.

Pada 2003, Toein dikenalkan seorang temannya dengan gitaris Slank, Ridho. Pertemuannya dengan Ridho menjadi titik awal kisah sukses Toein bermula.

Toein menyerahkan gitar buatannya kepada Ridho untuk dijajal. Ayah satu anak ini merasa gugup. Usai mencicipi gitar miliknya, Ridho bersedia bekerjsama. Ridho akan memakai gitar buatannya pada salah satu konser Slank. Tapi, Ridho menyarankan agar Toein melakukan revisi di beberapa bagian. Semangat Toein membuat gitar listrik semakin terbakar.

Saat konser Slank, Ridho menggunakan gitar buatan Toein. "Saya sampai gemetar di belakang panggung," tutur dia.

Kerja sama Toein dan Ridho terus berlanjut. Keduanya sepakat membuat website berbahasa inggris sebagai media pemasaran. Dari situ mulai muncul permintaan dari negara luar. Denmark, menjadi negara Eropa pertama yang memesan gitar Marlique.

Strategi

Bisnis gitar elektrik Toein merangkak naik. Pada 2008, Toein ingin merubah strategi. Dia ingin membuat gitar yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau tapi tidak terkesan murahan. Toein pun merubah merk Marlique menjadi Radix, harga juga ikut meningkat. Nama Radix diusulkan gitaris Edwin ‘Cokelat’. Radix berasal dari nama belakang Toein.

Perubahan strategi pemasaran dengan mengganti merk terbukti jitu. Semenjak merek diubah, penjualan Radix kian meroket. Pesanan dari negara Eropa seperti Finlandia, Swedia, Belanda dan lainnya kian meningkat. Bahkan, Radix sudah memiliki agen penjualan yang berbasis di Belanda. Kini, mulai masuk ke pasar Amerika Serikat.
Radix makin dikenal. Pemain bas band Marshall, Paul Stegman dan Bluey dari Incognito adalah deretan nama musisi luar negeri yang pernah menggunakan Radix.

Bahkan, Bluey ingin meng-endorse Radix asalkan Toien berjanji menjual gitarnya dengan harga yang wajar bagi kantong orang Indonesia. Hal itu disanggupi Toien. "Dia (Bluey) bilang tidak ada gunanya membuat gitar kalau tidak bisa dijual di negaramu. Jadi, tidak mahal dan juga tidak murahan,” tuturnya.

Toein mengungkapkan, dirinya terus berupaya membangun citra Radix sebagai gitar berkualitas. Salah satu caranya dengan bekerja sama dengan gitaris-gitaris terkenal. Dengan begitu, reputasi Radix akan terangkat lantaran cepat dikenali para penggemar gitaris yang jeli pada gear yang digunakan idolanya.

Adapun gitaris yang bekerjasama dengan Radix di antaranya; Eet Syahrani, Edwin ‘Cokelat’, Farri ‘The Sigit’, Rama Satria, Andre Bacot ‘Siksa Kubur’, Sansan ‘Pee Wee Gaskins’, Iga Massardi, Barasuara, Superglad, Iwan ‘Saint Loco’ dan masih banyak lagi.

Radix tidak menerima order pembuatan gitar custom. Sebabnya, Toein tak mau, Radix dianggap sebagai tempat tukang gitar. Terlebih di Indonesia, calon pemesan yang menawarkan gitar custom itu kebanyakan ingin meniru bentuk gitar dengan merek terkenal.

“Dulu, kami disuruh meng-copy gitar lain, itu yang kami tidak mau. Nah, akhir-akhir ini kami cukup pede (percaya diri), kami mulai menerima kustomisasi. Tapi, itu tidak total custom, orang boleh memilih opsi-opsi yang ada dari model gitar yang kami punya,” pungkas Toein.

Tapi, siapa yang menyangka penampilan band-band kenamaan di dalam dan luar negeri disokong produk buatan Indonesia? Dari tangan seorang Putra Tanah Air bernama Toein ini, lahir gitar-gitar listrik yang dipakai musikus dunia.

Pada masa mendatang, Toein berharap Radix dikenal di seluruh dunia. “Ini bisa dijadikan salah satu alternatif gitar yang layak dipakai musisi professional di seluruh dunia,” kata Toein.


(FIT)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

4 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA