Kembalinya Shanty Si Disco Darling!

Agustinus Shindu Alpito    •    29 Agustus 2016 15:23 WIB
indonesia musik
Kembalinya Shanty Si Disco Darling!
Shanti 'Disco Darling'. (Foto: Shindu A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Shanty sempat mewarnai televisi dan radio di medio awal era milenium. Pada masa itu, jagat musik Indonesia ramai oleh grup band. Penyanyi solo perempuan seperti Shanty, harus bertarung berebut tangga lagu dengan para band. 

Meski demikian, penyanyi solo perempuan memang punya tempat tersendiri di telinga penggemar musik. Nyatanya, Shanty disusul generasi setelahnya tak henti memercikkan daya tarik tersendiri hingga ragam musik Indonesia lebih menarik.

Shanty terbilang memiliki karier unik, yang beda dari penyanyi solo perempuan Indonesia pada umumnya. Dia memilih mengabdi pada keluarga dan fokus mencurahkan waktu untuk membesarkan anak. Lima tahun terakhir, Shanty tinggal di Hong Kong. Dia terpaksa meninggalkan karier sebagai penyanyi yang sudah dibangunnya dalam hitungan belasan tahun. 

Namun, Shanty tak pergi untuk selamanya. Kini dia menyiapkan sederet agenda untuk kembali hadir di panggung musik Indonesia. 

“Pecah telornya sebenarnya tuh 2015 waktu nyanyi Bukan Adam dan Hawa. Itu titik point comeback saya. Kalau saya tulus karena ingin berkarya. Lima tahun di Hong Kong, saya senang jadi ibu dari dua anak cowok yang lucu banget. Tapi ada sesuatu yang enggak saya dapatkan. Bahwa saya pengin punya media untuk berkarya,” kata Shanty saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Di Hong Kong, Shanty punya segudang aktivitas. Mulai dari mengikuti kelas tari, vokal, hingga kung-fu. Keputusan Shanty untuk merajut kembali karier di Indonesia juga tidak lepas dari rencana suaminya yang membuka kemungkinan untuk kembali menetap di Indonesia.

“Berpikir untuk kembali enggak seminggu dua minggu. Berbulan-bulan mikirnya. Diskusi dulu sama suami. Dia bilang, ‘Benar kamu mau balik lagi?' Saya bilang, ‘Saya enggak akan balik tanpa restu kamu'. Dia bilang, ‘Apapun yang buat kamu bahagia dan bisa mewujudkan gejolak jiwa kamu, saya dukung.’”

Pada pertengahan Agustus 2016, Shanty melepas video musik singel Berharap Tak Berpisah. Lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Reza Artamevia. Dengan pendekatan aransemen yang riang, Shanty ingin mengusung gaya musik disko yang memang sesuai dengan karakternya.

“Kali ini saya pengin membalikkan ‘Disko Shanty.’ Maksudnya, seperti (gaya lagu) yang "Oh Kasih". Pakemnya saya tuh ke situ. Dan orang-orang juga mengharapkan, kalau lihat Twitter, penggemar bilang,  ‘Ayo dong disko Shanty lagi'. Ya sudah ayo deh kita cari lagunya. Saya cari lagu baru kemana-mana, lagu dalam dan luar negeri, enggak dapat-dapat yang hook-nya tuh kena di hati.”

“Kemudian ada teman yang sebut, ‘Coba deh lagunya Reza.’ Pertama saya agak ragu. Karena dulu sempet ada perbandingan saya dengan Reza. Tapi cara nyanyi saya dan Reza beda. Cuma timbre-nya aja yang sama. Nah gimana nih caranya memadukan ini tapi dengan gayanya Shanty. Tapi saya kekeuh bahwa konsepnya harus disco dance. Kami bikin demo dulu, eh nyangkut."

"Pas banget dengan musiknya. Ya sudah kan orang-orang bilang semesta punya cara, itu saya percaya banget. If it’s meant to be, pasti dilancarkan,” kata penyanyi 37 tahun itu. Shanty dan Reza adalah teman lama. Berharap Tak Berpisah bukan saja membawa Shanty kembali ke panggung musik, tetapi juga membangun kembali tali komunikasi dengan Reza yang sempat terputus.

“Ada kejadian lucu, ada fans yang nge-tag ke Reza di media sosial soal lagu Berharap Tak Berpisah. Kami dulu sering main sama anak-anak (band) Dewa. Tapi kemudian lost contact. Kehidupan kita sudah beda, Reza di Indonesia dan saya di Hong Kong, kami enggak kontak.”

“Gara-gara tag dari fans itu, Reza komentar di media sosial, ‘Eh si Neng comeback.’ Terus aku sempat saling berbalas pesan sama Reza di situ. Aku bilang pinjam dulu lagunya. Terus dia bilang semoga bisa duet bareng lagu itu.”
 
Industri yang berubah

Lain dulu, lain sekarang. Shanty merasa bahwa iklim industri musik di Indonesia pada saat ini jauh berbeda dari masa eksisnya dulu. Untuk itu Shanty membutuhkan beberapa strategi baru untuk melakukan penetrasi pasar, salah satunya aktif di media sosial.

“Yang pertama bikin saya kaget adalah saat saya merilis Bukan Adam dan Hawa, pikiran saya masih jadul banget. Saya jadi kayak kuliah lagi sama teman-teman. Belajar lagi. Mereka bilang, ‘Nih, Shan musik itu sudah enggak sama. Media musik yang dulu lu tahu itu sudah enggak ada. Acara musik sekarang makin sedikit di TV.”

“Jadi pola pikir saya, sempat yang kaget. Terus berarti gue harus belajar lagi dari nol. Menemukan hal baru. Jadi semuanya itu sekarang sudah mengandalkan media sosial, YouTube. Dan semuanya saya mesti rajin unggah. Yang tadinya saya ogah-ogahan, sekarang mesti unggah status tentang keseharian dan tayangin semua materi. Ternyata masyarakat tertariknya itu. Snapchat siang malam. Gusti, hidup saya cuma unggah saja kerjaannya. Dan saya juga harus gerilya. Banyak banget penyanyi yang bagus-bagus. Cuma ya (saya) harus lebih genjot lagi.” 

Shanty menyadari betul bahwa kembali ke industri musik, meski telah memiliki jejak karier sebelumnya bukan hal mudah. Shanty harus memikirkan konsep yang membuat identitasnya melekat di benak penggemar musik. Dia terbilang penyanyi dengan karakter yang langka, karena mampu memadukan vokal yang mumpuni dengan gerak tubuh yang lincah dalam koreografi energik.

“Alhamdulilah ada yang bisik-bisik tetangga, yang komentar, ‘Belum ada yang bisa menggantikan kamu, Shan.’ Itu yang bikin spirit saya bertambah lagi. ‘Penyanyi dance disco itu semenjak kamu pergi belum ada penggantinya lagi.’ Saya kemudian berangkat dari posisi itu. Saya bukan Agnez Mo, saya bukan IDP (Indah Dewi Pertiwi). I’am Me. Shanty Disco Darling!

Karakter Shanty “disco darling” sudah jelas terlihat dalam video musik Berharap Tak Berpisah. Mengambil tema suasana di sebuah klab, video itu menunjukkan bahwa musik bernuansa disko masih relevan di era ini dan tetap nikmat untuk disimak.

“Bisa dilihat saja dari video musiknya, semua citra-nya ke situ. Saya enggak suka menyanyi yang gaya menyanyinya terlalu ambisius. Saya suka yang ringan. Saya suka yang jujur dalam musik, maksudnya enggak jumpalitan ber-vokal ria (pamer kemampuan teknis), saya juga enggak bisa ke situ. Tapi yang penting kejujuran pada saat saya menyanyikan lagu.”

Meski dalam bab baru ini Shanty sudah merilis dua singel, tetapi dia masih merahasiakan soal album. Shanty mengaku masih belum memiliki jadwal pasti soal peluncuran album. Terlebih dia saat ini masih tinggal di Hong Kong, yang membuatnya harus lebih matang dalam mengatur segala rencana di industri hiburan.

“Sebenarnya saya diam-diam sudah mengumpulkan lagu. Cuma kalau untuk dijadikan album kan harus satu warna (musik), enggak bisa belang-belang. Jadi, nanti akan disaring lagi. Aduh, jangan ngomongin album dulu. Stres saya, enggak berani. Karena terlalu banyak komitmen kalau bicara album,” kata Shanty membagi kegelisahan.


(FIT)