Sisitipsi, Balada Alkohol dan Bersenang-senang

Agustinus Shindu Alpito    •    06 Februari 2017 18:06 WIB
indonesia musik
Sisitipsi, Balada Alkohol dan Bersenang-senang
(Foto: Dok. Sisitipsi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keterbukaan informasi dan majunya teknologi berdampak besar bagi dunia musik. Dahulu, sewaktu industri musik masih berpatok pada label mayor, televisi, radio, dan distribusi via toko kaset, industri musik seolah tembok tebal yang tidak mudah ditembus. Semua berubah ketika generasi masa kini menjadikan YouTube sebagai salah satu rujukan utama.

Nama Sisitipsi terdengar kala video lirik lagu berjudul Alkohol beredar di internet. Lewat musik yang terdengar serius, mereka menempelkan lirik santai, memotret kehidupan anak muda dengan segala dinamikanya.

Tak butuh waktu lama, Sisitipsi beredar di berbagai pentas seni dan acara musik. Alasannya satu, grup ini mengisi ruang kosong anak muda yang ingin menyanyikan sesuatu yang ringan, nyata, tanpa kepura-puraan.

Sisitipsi dihuni mahasiswa dan alumni Institut Kesenian Jakarta. Keseluruhan personel Sisitipsi mengambil bidang studi musik. Mereka meramu musik dengan susunan instrumen drum (Aditya Rahman), kontrabass (Eka Wiji Astanto), keyboard (Hendar Dimas Anggara), vokal (Fauzan Lubis), trombon (Amoroso Romadian), dan gitar (Rian Rahman). Hasilnya, adalah harmoni musik pop yang kental nuansa swing, bossanova, dan pop-jazz.


(Foto: Agustinus Shindu Alpito)

Pada sebuah sore di bulan Januari 2017, Metrotvnews.com menemui Sisitipsi di sebuah studio di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Melihat gelagat para personel Sisitipsi, saya sudah menebak bahwa wawancara akan berjalan cair. Tebakan saya tidak meleset. Tidak salah bila Sisitipsi mengaku lahir dari persahabatan, sebab selama pertemuan sekitar tiga jam, suasana wawancara lebih terasa seperti "nongkrong."

“Awalnya nama kami Flyover. Awalnya kami berpikir nama itu karena kami suka fly yang over. Terus kami suka cover The Beatles dengan gaya Sisitipsi,” kata Angga soal sejarah awal Sisitipsi.

Nama Flyover tidak bertahan lama karena para personel merasa nama itu terdengar norak. Akhirnya, mereka memilih sebuah istilah yang biasa diucapkan para mahasiswa IKJ, yaitu "sisitipsi."

"'Sisitipsi' itu bahasa kami, bahasa anak-anak IKJ. Artinya CCTV, udah enak dilafalkan saja Sisitipsi. Catchy saja bahasa itu. Ternyata nama itu mudah diingat orang-orang. Kemudian Eka bikin filosofi, kami ingin seperti CCTV, menangkap secara jujur apa yang kami lihat," jelas Fauzan.

Daya tarik Sisitipsi tidak semata bertumpu pada singel Alkohol. Lagu-lain semisal Aroma Dia, Joni Santai, dan Polemikanadum juga patut didengar.



Berutang demi Membuat Album

Niat awal bermusik untuk sekedar bersenang-senang berujung pada hasrat membuat album. Namun, Sisitipsi kala itu belum memiliki modal selain pertemanan. Akhirnya, mereka memilih meminjam uang untuk modal membuat album debut.

"Awalnya kami bikin band untuk kampus, tetapi setelah kami keluar ternyata feedback-nya besar," kata Ryan.

“Kami pinjam duit orangtuanya teman, kami mencari pinjaman tanpa bunga dan bisa dibalikin kapan saja. Kebetulan kami main di ulangtahun pernikahan orangtua teman kami yang ke-25, kebetulan orangtua teman kami senang dengan Sisitipsi dan kami bilang pengin pinjam uang untuk bikin album," kenang Fauzan.

Singkat cerita, modal pinjaman sekitar Rp20 juta berhasil mereka kantongi dan hasilnya sebuah album berjudul 73%, yang dirilis pada 2016.

Saya mengonfirmasi soal judul 73% yang identik dengan kadar alkohol. Terlebih, mereka juga memiliki singel Alkohol. Namun, bukan Sisitipsi namanya jika tidak memiliki jawaban "cerdas" atas karya-karyanya.

"Sebenarnya itu bukan soal alkohol, itu identitas kami Cikini No.73 (alamat IKJ), kenapa pakai persen? karena kami belum sempurna, belum seratus persen," jelas Eka disusul gelak tawa personel lain.

Bicara seputar Alkohol, singel yang membawa nama Sisitipsi populer, mereka memiliki pengalaman-pengalaman unik. Alkohol adalah sebuah lagu potret realitas yang terjadi di masyarakat. Sisitipsi menulis lagu itu tanpa tendensi mengajarkan hal tidak baik atau mengumbar kenakalan remaja.

"Toh lirik lagu itu tidak mengajak, tetapi memang seperti itu realita yang ada," ujar Angga.

"Kalau kami manggung, banyak cewek-cewek berhijab nyanyi Alkohol, mendengarkan lagu Alkohol enggak membuat mereka menjadi peminum," lanjut Eka.



Mempersiapkan Album Mini

Saat ini, Sisitipsi sedang mempersiapkan album mini, yang rencananya akan dirilis pada tahun ini. Bisa dibilang proses kreatif album mini ini lebih serius, dari segi teknis rekaman juga konsep album.

"Kami ingin kasih vitamin bergizi, dari segi musikalitas memberikan gizi yang baru, materi kami lebih serius, dan kami mengangkat soal seks," kata Fauzan.

Saat dicecar lebih jauh soal konsep yang dimaksud, Fauzan memberi jawaban yang cukup memuaskan, "Dalam filsafat musik, substance ada pengaruhnya dalam revolusi musik. Tetapi, orang tidak memahami, musik dan substance itu hal yang beda. Orang sering tidak memahami. Di album mini ini kami bicara substance soal hormon endorfin, substance tidak selalu soal narkoba."

Sisitipsi adalah generasi penerus dari sederet grup musik yang lahir dari IKJ. Sebut saja Naif, The Upstairs, hingga White Shoes & The Couples Company. Melihat album debut mereka, rasanya tak mustahil mereka menjadi penerus yang membanggakan. Memegang dan meneruskan tradisi grup musik "Cikini" dengan cara terhormat. Satu lagi, tanpa mengurangi niat awal untuk tetap bersenang-senang.

"Orientasi anak-anak ini semata bukan uang. Bensin kami itu fun. itu yang bikin gue jatuh cinta sama anak-anak ini, dan kami bukan band bentukkan," tutup Fauzan.


 


(DEV)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

3 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA