January Christy, Pionir Pop Jazz di Industri Musik Indonesia

Agustinus Shindu Alpito    •    17 September 2016 13:34 WIB
january christy
January Christy, Pionir Pop Jazz di Industri Musik Indonesia
Sampul album January Christy (Foto: Youtube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyanyi January Christy meninggalkan kita semua pada Jumat (16/9/2016) di RS Hasan Sadikin Bandung, pada pukul 00:45. Namun, January tak pergi begitu saja. Dia meninggalkan kontribusi penting dalam perjalanan sejarah musik populer di Indonesia.

Diceritakan Erwin Gutawa, January Christy adalah penyanyi yang pertama kali berhasil menembus industri musik populer di Indonesia dengan gaya musik jazzy atau dikenal dengan istilah pop jazz.

"Karena waktu itu di Indonesia lagi dipenuhi lagu dari Vina Panduwinata, Rinto Harahap. Dia berkontribusi terhadap masuknya musik pop jazz ke industri. Karena dia, musik pop jazz bisa masuk ke radio-radio. Dia bisa dibilang pionir penyanyi pop jazz yang mampu menembus industri," kata Erwin saat dihubungi Metrotvnews.com.

Erwin adalah penata musik empat album pertama January Christy. Dia paham betul karakter January, baik secara kepribadian maupun musikalitas.

"Secara kepribadian Mbak Uken (panggilan January Christy) memang unik, bukan hanya suaranya, tetapi kepribadiannya. Dalam konteks musik dia introvert, kalau rekaman yang boleh menemani dia saat rekaman hanya saya sebagai music director dan engineer atau operator rekaman. Dia memerlukan mood yang tinggi untuk menyanyi, mungkin agar fokus," terangnya.

Baca: January Christy Si Biduan Pemalu

"Kalau dia sudah masuk studio, dia tidak akan keluar sampai selesai. Dia bukan tipe penyanyi yang istirahat setiap beberapa jam. Setiap penyanyi punya karakter dan keunikan tersendiri,” sambung ayah dari Gita Gutawa itu.

Meski telah bekerjasama dengan January cukup lama, Erwin mengaku belum pernah melihat penampilan sang biduan itu di atas panggung. Hal itu tidak lain karena sikap pemalu January yang menghindari tampil di panggung-panggung musik.

“Dia antitesis dari penyanyi yang berani tampil. Dia pemalu banget. Saya bekerjasama dengan dia untuk empat album, dan satu singel untuk Karimata. Saya enggak pernah menonton dia tampil di panggung besar, dia enggak terlalu suka atau nyaman tampil di hadapan banyak orang. Mungkin dia lebih nyaman menyanyi di kafe yang kecil dengan suara yang sayup-sayup," katanya.

Seperti kebanyakan musisi pop di zamannya, January membawakan lagu-lagu karya penulis lagu kenamaan. Antara lain Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun. Namun, Erwin mengatakan bahwa January tidak sembarang dalam membawakan lagu.

“Dia sangat selektif dengan lagu yang akan dinyanyikan. Kesimpulan saya, dia cari lirik lagu yang personal banget. Suara dia unik banget, suara perempuan dengan timbre laki-laki. Keunikan dia yang membuat dia jadi sesuatu," ucapnya.

Singel hit dari January Christy hingga kini masih tetap relevan untuk disimak, antara lain lagu Melayang dan Aku Ini Punya Siapa. Dengan aransemen pop jazz, lagu itu seolah tak lekang dimakan waktu.  



 
(ELG)