Kisah Bassist Roxx Menelusuri Ingatannya yang Hilang

Agustinus Shindu Alpito    •    08 April 2017 07:00 WIB
indonesia musik
Kisah Bassist Roxx Menelusuri Ingatannya yang Hilang
Toni Monot (Foto: dok. pribadi)

Metrotvnews.com, Jakarta: "Separuh jiwaku pergi, ingatanku tak kembali. Coba lagi tuk berdiri. Berontak, terikat, terkungkung di ruang ini. Terjaga, tersadar, sendiri aku di sini. Kurasakan kebimbangan dunia baru yang tak kukenal," bunyi bait pertama lagu Setengah Manusia dari Roxx.

Lagu Setengah Manusia ditulis untuk mengenang bassist Roxx, Toni Monot, yang berjuang menelusuri ingatannya yang hilang. Dalam proses penulisannya, lagu Setengah Manusia melibatkan banyak sosok, yaitu Dd Crow (gitaris), Raiden Soedjono (drummer) dan Iwan (gitaris) dalam hal aransemen musik. Sedangkan lirik ditulis oleh Dd Crow dengan melibatkan Austin Utammy (istri Dd, sekaligus manajemen Roxx), dan Irma Muti (istri Toni Monot) .

Pada suatu hari di tahun 2012, Toni yang selesai manggung pulang mengendarai mobil bersama istrinya, Irma, menuju rumah mereka di daerah Ciawi, Jawa Barat.

Keduanya tidak pernah tahu bahwa malam itu akan mengubah hidup mereka selamanya. Toni yang memegang kemudi melaju di ruas tol Jagorawi. Keduanya menghabiskan waktu dalam perjalanan dengan bercakap-cakap.

“Kira-kira jam tiga (malam), ada perbaikan jalan, kami hajar truk. Yang pada lihat, katanya kami menabrak ujung truk kontainer,” kata Irma.

Irma masih mengingat jelas peristiwa tragis itu. Namun tidak dengan Toni. Kecelakaan parah itu membawa dampak panjang bagi Toni, yaitu amnesia atau hilang ingatan.

“Koma sih enggak, cuma memang harus dibuat koma karena tempurungnya dioperasi, dipindahkan ke sini (menunjuk perut), face-off, dan mengalami amnesia. Tetapi saya enggak kenapa-kenapa,” kisah Irma.

Toni dirawat selama dua bulan di rumah sakit. “Saya sudah jadi Pak Lurah di rumah sakit, paling lama di sana,” kata Toni berkelakar.



Toni saat ini - yang saya temui pada akhir Maret 2017 - adalah Toni yang baru. Toni yang sudah berhasil berjuang menelusuri ingatannya. Toni yang tidak menyerah mengenali dirinya sendiri.

“Saya saja dulu tidak kenal dengan istri saya,” kata Toni. 

Hal itu langsung dikonfirmasi langsung oleh Irma, “Saya dulu dipanggil spageti, saya jelaskan kalau saya istrinya.”

Hilang ingatan yang dialami Toni membuatnya sulit mengkonstruksikan bahasa. Termasuk mengenali objek dan membahasakan apa yang ada di benaknya.

“Yang dia ingat hanya nama anak,” kata Irma.

Selama bertahun-tahun Irma dan para sahabat Toni bersama-sama membantu Toni untuk kembali menelusuri ingatannya yang hilang. 

“Dokter menyarankan untuk sering diajak keluar rumah. Saya telepon anak-anak, saya telepon Jaya (mantan personel Roxx) untuk latihan. Dia (Toni) blank, bahkan dia tidak tahu nyolokin kabel ke ampli,” kisah Irma.


Toni Monot (Foto: dok. pribadi)


Sementara itu Toni mengaku salah satu caranya untuk memancing memori masa lalu adalah dengan mendengarkan kembali lagu-lagu Roxx.

Dd Crow mengatakan, salah satu kemampuan Toni yang tidak hilang ketika amnesia adalah bermain bass. Meski tidak se-fasih sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

“Satu-satunya ketrampilan yang dia tidak lupa adalah bermain bass. Meski dia tidak tahu itu namanya apa, kunci apa, ampli-nya apa, tetapi dia bisa bermain dengan feelling. Kita lihat di situ ada sesuatu yang dia ingat. Karena dia nge-band terus lama-lama ketrampilan yang lain membaik,” kata Dd Crow.

Setengah Manusia ditulis Dd atas ide dari Irma. Lagu yang ditulis pada Desember 2016 itu terekam dalam album terbaru Roxx, Anthem, yang dirilis akhir Maret 2017. Album Anthem sekaligus menjadi penanda perjalanan Roxx selama 30 tahun.

Toni mengaku tak kuasa menahan haru ketika mendengar lagu yang dibuat untuk dirinya itu.

“Saya menangis waktu mendengarnya,” kata Toni.


ROXX (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Lirik Setengah Manusia dibuat secara runtut menceritakan momen awal ketika Toni sadar setelah menjalani perawatan medis selama berbulan-bulan.

“Setengah Manusia itu proses dia dari 'setengah manusia' sampai jadi 'manusia sepenuhnya.' Liriknya dari dia bangun di rumah sakit sampai dia pulih, jadi tidak ada yang diulang dalam lagu itu,” kata Dd.

Perjuangan Toni sampai di titik sekarang ini tidak mudah. Namun, dia gigih dan tidak menyerah atas kondisi yang menimpanya. Irma dengan tekun mengajari Toni membaca, menggunakan ponsel, memperkenalkan benda-benda di sekitar, hingga memancing memori dengan memperlihatkan foto masa lalu.

“Dulu garpu saja saya tidak tahu untuk apa. Sampai seperti itu,” kenang Toni.

“Selama dua sampai tiga tahun setiap hari saya mengantar dia ke kafe, memperkenalkan kembali dia sama siapa-siapa (teman-temannya),” lanjut Irma.

Fase pulihnya Toni bisa dibilang belum lama. Menurut penuturan Irma, Toni mulai pulih dan mengenali siapa dirinya pada pertengahan 2016. 

Satu hal yang pasti, Toni tidak menyerah. Dd mengisahkan bagaimana getolnya Toni dalam fase amnesia belajar bermain bass.

“Dulu sempat ada kendala, tangan kanan dia di-pen, kalau bermain bass agak keras tangannya berdarah. Meski dia bilang enggak sakit, kami tahu itu sakit.” 


Toni Monot (Foto: dok. pribadi)


Toni Monot yang memiliki nama asli Toni Agus Bekti Sutomo lahir di Washington DC, pada 16 Agustus 1966. Dia sempat vakum dari Roxx di era 1990-an, untuk mengenyam pendidikan Audio Engineering di SAE Institute, Jerman.

Waktu pada akhirnya menyembuhkan, meski perlahan. Toni pulih, tiap keping puzzle ingatannya berhasil dia rangkai satu demi satu. Di atas itu semua, musik ikut menyelamatkan ingatannya. Kembalinya Toni setelah bergumul dengan maut dapat kita dengar lewat permainan bass di album Anthem..

"Kurasakan angin pagi, dunia tersenyum lagi. Selamat tinggal ruang yang sepi, kini diriku manusia lagi. Trus berjalan, tak kan berhenti. Kini diriku manusia kembali," bunyi bait penutup Setengah Manusia.


(ELG)

Giring Nidji Keputusan Vakum dan Visi Politik

Giring Nidji Keputusan Vakum dan Visi Politik

4 days Ago

Setelah lima belas tahun Bersama Nidji, Giring Ganesha mengambil keputusan besar untuk vakum.

BERITA LAINNYA