Radhini, Awal Menuju Jalan Panjang

Agustinus Shindu Alpito    •    23 Oktober 2017 14:47 WIB
indonesia musik
Radhini, Awal Menuju Jalan Panjang
(Foto: Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Radhini di kancah musik Indonesia bisa dibilang baru. Perempuan 29 tahun itu mengawali debut karier sebagai penyanyi solo melalui singel Cinta Terbesarku  yang dirilis pada 2014. Tiga tahun berselang, tepatnya pada awal 2017, Radhini baru melepas album perdana bertajuk Awal.

Jalan Radhini menjadi penyanyi solo merupakan rangkaian panjang dari berbagai hal yang telah ditempuhnya bertahun-tahun. Dia mulai menembus industri musik lewat profesi penyanyi latar. Beruntung, Radhini dipercaya menjadi bagian dari aksi panggung sejumlah musisi besar. Dari situ dia banyak belajar.

“Awal masuk industri aku menjadi backing vokal Sandhy Sondoro, Parkdrive, Rieka Roeslan, Maliq & D’Essentials , tetapi dari dulu memang ingin punya album solo. Sebelum memutuskan membuat album seperti apa, aku berguru dulu dengan mereka, setelah itu bertemu produser yang cocok, baru aku jalan,” papar Radhini saat berkunjung ke kantor Metrotvnews.com, pertengahan Oktober 2017.


Radhini saat berkunjung ke Metrotvnews.com

Bekal Radhini merilis album solo bisa dibilang komplet. Dia melibatkan sejumlah nama yang bisa dibilang memiliki kapabilitas di bidang musik, baik sebagai penata musik maupun penulis lagu. Di antaranya adalah Yovie Widianto, Abenk Alter, Matthew Sayersz dan Ifa Fachir.

Dari sekian banyak musisi yang terlibat, benang merah yang dapat ditarik dari album Awal adalah cinta. Sebuah tema universal yang pasti tidak akan habis dimakan zaman. Radhini punya alasan kuat di balik tema cinta yang diusung.

“Topiknya memang cinta, karena itu yang masih relate sama diri aku sendiri, semua tema dalam lagu pernah aku alami sendiri, karena aku paling anti membawakan lagu yang isinya belum pernah aku rasakan,” kata Radhini.

Lewat materi dalam Awal  juga, Radhini ingin hadir ke telinga pendengarnya sebagai teman. Tema-tema cinta yang berhubungan dengan hidup manusia secara umum diharapkan Radhini menjadi teman untuk melewati berbagai problematika perasaan.

“Aku pengin bikin album yang ingin menemani pendengarnya karena pasti dari album itu ada kisah yang relate dengan pendengar.”


Membuktikan Kualitas lewat Konsistensi dalam Berkarya

Harus diakui kancah penyanyi pop perempuan di industri musik Indonesia semarak. Beragam talenta hadir dengan keunikan personal yang siap dipoles industri untuk mendulang jutaan penggemar. Namun, Radhini tidak hadir untuk mengetatkan persaingan dalam kancah ini.  

“Aku percaya setiap seniman punya market masing-masing, jadi dari awal enggak berusaha harus beda dari A,B,C. Karena kalau semakin kayak gitu akan mempersaingkan diri sendiri dengan orang lain, itu enggak penting. Lebih baik fokus bikin karya. Bikin karya sebaik-baiknya orang akan notice  sendiri,” ujar Radhini bijak.

Radhini pun terbuka dengan berbagai cara yang ada untuk bisa dekat dengan penggemar dan “mengetuk” telinga penikmat musik Indonesia untuk sejenak melihat kiprah dan kualitas dirinya. Hal itu diwujudkan Radhini lewat kampanye di media sosial. Termasuk membuat konten di Instagram dan YouTube.

“Strategi di media sosial dengan bikin konten yang bagus. Misal di Instagram, bikin foto caption dan foto-foto interest  aku. Jadi semua caption aku usahakan bercerita, itu salah satu signature  aku. Kemudian harus diperjelas interest  aku, lifestyle, fashion, kuliner, jadi konten berhubungan dengan itu.”

"Untuk YouTube, aku menghindari daily vlog. karena aku merasa ada yang enggak mau tahu juga kita ke mana dan ngapain. Gue bukan tipe penonton vlog yang seperti itu. Gue ada vlog inspirasi Radhini, gue mewawancarai hal inspiratif dengan konsep video yang niat banget. Sinematografinya niat banget, dipikirin. Terus ada Radhini by request  yang isinya cover yang di-request sama orang. Terus ada Radhini the series bikin playlist misal destinasi liburan patah hati, terus playlist patah hati, karena aku dulu sempet siaran tiga tahun punya program tentang cinta," terang Radhini.

Saat ini, Radhini masih sibuk memperkenalkan materi album debutnya. Di samping itu dia terus mengumpulkan materi baru yang nantinya akan dikemas dalam album kedua. Dia sempat membocorkan bahwa karya barunya akan melibatkan produser Marco Steffiano yang sebelumnya sukses sebagai produser album Handmade dari Raisa dan pernah memproduseri Nidji. Marco juga dikenal sebagai drummer grup rock Barasuara.

So far  dua lagu baru ini cocok kerja sama dia (Marco), yang aku tahu Marco pop at heart, jadi hati dia pop banget meski dikenal sebagai drummer Barasuara. Dan dia mengerjakan musik yang beda-beda dari Barasuara, Raisa, Nidji. jadi referensi dia kaya.”

Proses kreatif yang dijalani Radhini dalam meramu lagu sejauh ini adalah memberikan gagasan musikalitas yang telah terekam dalam ponsel untuk diolah lebih lanjut oleh produser. Radhini biasanya menemukan inspirasi di sela-sela aktivitas hariannya di kemacetan jalan Jakarta.

“Kalau bikin lagu dari humming terus rekam di handphone, di voice note. Habis itu aku satukan voice note yang rapi dan aku kirim ke produser. Aku sendiri sudah ada bayangan misal lagu ini cocok dikerjakan oleh siapa.”

Dengan segala tantangan yang ada, baik internal maupun eksternal, Radhini ingin terus berkomitmen atas jalan yang telah dia pilih. Awal adalah langkah pembuka menuju jalan panjang. Satu hal yang Radhini sadari, bahwa untuk menuju kesuksesan di industri, butuh konsistensi tak berkesudahan.

"Enggak ada formula yang pasti untuk lagu seperti apa yang akan sukses di pasar, Hal yang paling challenging di industri musik enggak ada formula yang pasti. Jadi, harus mencoba terus, merilis karya terus sampai berhasil," tutup Radhini.




(DEV)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

12 minutes Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA