Sejarah Istilah Rambut Gimbal

Agustinus Shindu Alpito    •    10 Januari 2017 16:42 WIB
indonesia musik
Sejarah Istilah Rambut Gimbal
Tony Q (Foto: Dok. Manajemen Tony Q)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dari mana datangnya istilah rambut gimbal? Pertanyaan ini barangkali terlontar di kalangan pecinta reggae. Pada era 1980-an dan 1990-an awal, orang Indonesia menyebut rambut gimbal dengan “dreadlock" yang merupakan bahasa Inggris. Pada masa itu belum ada padanan kata yang tepat dan lazim digunakan untuk menyebut "dreadlock" dalam bahasa Indonesia.

Hal itu membuat musisi Tony Q Rastafara gusar. Sebagai seorang seniman, Tony Q gelisah dan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk lebih meng-Indonesia-kan musik yang digelutinya, reggae. Salah satu caranya dengan menerjemahkan “dreadlock” yang kala itu sudah mulai populer jadi bagian gaya rambut pecinta reggae di Indonesia.

"Aku berpikir kenapa sih kalau orang punya rambut seperti itu sebutannya dreadlock? Itu kan bahasa Inggris. Akhirnya aku survei dari bahasa Jawa yang ada di Dieng, di sana juga ada fenomena anak-anak berambut gimbal. Tetapi mereka menyebutnya 'gèmbèl,’” ungkap Tony Q saat ditemui Metrotvnews.com di GOR Bulungan, Jakarta Selatan.

“Aku merasa harus punya pesan baru. Kayaknya harus bikin kosakata baru. Akhirnya aku survei, mencari dan lalu menemukan istilah 'gèmbèl.’ Tetapi ‘gèmbèl’ itu konotasinya kurang baik. Di Jakarta, ‘gèmbèl’ berarti gelandangan.”


Tony Q (Foto: Dok. Manajemen Tony Q)


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "gembel" yang dibaca "gèmbèl" memiliki arti melarat, miskin sekali, pengemis, dan anak jalanan.

Tony Q tak kunjung menemukan istilah yang tepat sampai pada akhirnya dia menyadari bahwa tetangganya di Semarang bekerja sebagai penjual tahu gimbal.

"Di sebelah rumahku di Semarang itu ada yang jualan tahu gimbal. Akhirnya aku punya tiga pilihan kosakata, lalu gimana caranya membuat kosakata yang tidak bias. Kalau ' gembel’ itu bias, ‘gembel ’ itu kata dasar dari bahasa Jawa yang artinya jadi satu. Kedua, ada kata ‘gèmbèl’ yang yang digunakan oleh orang-orang Dieng yang anaknya dilahirkan dengan rambut seperti itu (tidak teratur, kering), namanya anak gèmbèl, lalu yang ke-tiga kata 'gimbal' dari tahu 'gimbal.'"

Pada saat Tony Q melakukan observasi, dia juga menemukan istilah gembel digunakan untuk menyebut makanan, yaitu udang yang diberi tepung. Makanan itu tidak seperti rempeyek, tetapi lebih seperti bakwan atau mendoan (dengan balutan tepung yang tebal).

“Lucunya, makanan bernama gembel itu jadi disebut ‘tahu gimbal’ dan itu terkenal di Semarang. Aku lebih tertarik ke situ. Karena konotasinya tidak bias, lebih kepada makanan saja. Kalau gembel konotasinya gelandangan, anak di Dieng, akhirnya aku pilih kata itu jadi ‘rambut gimbal.’”


Tony Q (Foto: Dok. Manajemen Tony Q)


Kemudian, Tony Q mengabadikan kosakata baru yang dibuatnya itu dalam album perdananya sebagai musisi reggae. Album Rambut Gimbal dirilis pada 1996. Menjadi monumen sejarah bagi musik Indonesia, sekaligus cetak biru lahirnya istilah pengganti “dreadlock.”

“Saya yang pertama (meng-Indonesia-kan kata ‘dreadlock’ menjadi ‘rambut gimbal’). Kalau kita bicara Bob Marley, Jamaika, ‘dreadlock’ di Jamaika sendiri mereka juga ada sebutannya dengan bahasa lokal mereka,” lanjut Tony Q.

Di Jamaika sendiri, istilah "dreadlock" lebih dikenal dengan sebutan "natty" atau "knotty."


Tony Q (Foto: Dok. Manajemen Tony Q)

Album Rambut Gimbal dari Tony Q diperkuat dengan visual yang semakin membuat orang terkoneksi bahwa istilah yang baru saja lahir itu untuk menyebut "dreadlock."

"Yang membuat cover album Rambut Gimbal itu Dik Doank, background belakang dari tekstur rambut gimbal, terus ada foto anak-anak. Aku enggak peduli diakui atau tidak (sebagai penggagas istilah 'rambut gimbal), yang terpenting pada saat itu saya memiliki kegelisahan, bahwa kita punya bahasa sendiri tetapi menyebut dengan bahasa asing, seolah-olah gengsi. Kesannya kalau menyebut dreadlock itu keren, prestise," ujar Tony Q.



Sumber: Channel Tony Q Rastafara

Saat ini, kata "gimbal" masuk ke dalam Kamus Bahasa Indonesia, diterjemahkan sebagai rambut lebat dan tidak teratur (karena tidak disisir). Ini tidak lepas dari peran Tony Q dalam mempopulerkan istilah itu.

Rasanya, tidak salah bisa predikat "Presiden Reggae" disematkan kepada Tony Q. Mengingat dia salah satu musisi reggae yang bukan saja semata bermusik, tetapi turut meng-Indonesia-kan reggae.


Tony Q (Foto: Dok. Manajemen Tony Q)

Tony Q mulai bermain musik reggae sejak 1989, dia memulai dari panggung-panggung cafe, hingga akhirnya memutuskan merilis album reggae di tahun 1996. Album Rambut Gimbal juga mengakomodasi lagu dengan judul sama. Album itu bisa disebut sebagai tonggak industri musik reggae di Indonesia.

 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA