Memahami Makna Lagu Religi

Agustinus Shindu Alpito    •    10 Juni 2017 08:00 WIB
indonesia musik
Memahami Makna Lagu Religi
Opick (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat Ramadan, kita sering mendengar istilah lagu "religi." Entah siapa yang memulai terminologi itu, tetapi lagu religi dikorelasikan dengan musik yang berbicara tentang ajaran agama, jalan kebenaran, refleksi hidup, dan ke-Tuhan-an.

Demam lagu religi bukan hal baru dalam sejarah industri musik, kaum religius adalah pasar potensial. Koes Plus contohnya, sejak era 1970-an mereka aktif merilis album kasidah juga album Natal. Ini membuktikan bahwa sejak empat dekade lalu pasar musik bertema religi sangat menggiurkan di negeri ini.

Saat ini, setidaknya dikenal beberapa nama dan grup yang konsisten merilis album dengan embel-embel religi. Di antaranya Gigi, dan Opick. Pada tahun ini, Gigi merilis album religi bertitel Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai. Dalam jumpa pers peluncuran album itu, Armand Maulana selaku vokalis Gigi terang-terangan melihat potensi dari pasar lagu religi di Indonesia.

"Kami (para musisi) menjalani industri musik yang kompleks di Indonesia. Sedangkan umat muslim sewaktu Ramadan satu bulan penuh beribadah, jadi dalam satu bulan itu kami bisa membuat satu bulan penuh untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan Ramadan. Kalau kita mau fair, radio atau televisi akan terus memutar lagu religi selama Ramadan, selain Ramadan lagu-lagu itu tidak diputar. Kecuali lagu Gigi yang Perdamaian, walaupun itu dirilis waktu Ramadan, tetapi karena lirik tidak terbatas (dalam konteks Ramadan), jadinya bisa diputar terus (di luar bulan Ramadan."

Sebenarnya terdapat beberapa pandangan terkait batasan atau kriteria lagu religi itu sendiri. Opick, mantan musisi rock yang kini telah melahirkan 12 album religi berpendapat bahwa unsur religiusitas dan spiritualitas itu sangat luas. Tidak terpaku pada lagu yang terang-terangan mengangkat tema Islami.



"Semua itu menurut saya religius, mau lagu itu ngomong cinta, ngomong anak, ngomong kehidupan, ngomong kemarahan, itu semua spiritual buat saya, religius. Bagaimana kamu mengungkapkan kemarahan atau ketidakadilan lewat musik, menurut saya itu spiritual," tegas Opick.

Opick baru saja merilis album religi berjudul Allah Bersamamu, pada awal Juni 2017. Menurut catatan kami, setidaknya telah beredar tiga album religi baru - termasuk album Allah Bersamamu - selama Ramadan 2017, dua di antaranya adalah album religi Gigi (Setia Bersama Mencintai dan Menyayangi) dan sebuah album kompilasi berjudul Album Religi Terbaik, yang menawarkan lagu religi dari Fadly (vokalis Padi, Musikimia), Maher Zein, Raef, Harris J, dan Indah Nevertari.

Opick cukup terbuka dalam mengutarakan pandangannya soal musik. Meski dikenal sebagai penyanyi lagu religi, Opick punya referensi musik lintas genre. Mulai dari Rammstein, Bjork, Radiohead, hingga Bruce Springsteen. Opick juga tidak ambil pusing soal perdebatan "musik itu haram" yang belakangan kembali diperbincangkan di media sosial. Isu "musik itu haram" sempat diulas media nasional yang khususnya mengkover bidang musik, setelah beberapa musisi memutuskan meninggalkan musik sama sekali dan memperdalam ilmu agama.

"Tidak apa-apa (mereka yang berpandangan musik itu haram), tetapi saya belum seperti itu. Kalau saya dianggap salah, saya minta doanya supaya dapat hidayah. Buat saya musik itu keindahan. Misal kamu mengharamkan musik, lalu ada tukang bakso (kemudian Opick menirukan suara pukulan tukang bakso), habis itu ada suara kipas angin, jika digabung maka menjadi bunyi harmoni. Bebunyian harmoni di alam semesta ini menjadi nyanyian. Ini soal bahasa saja. Ngomong pun kan bernada, coba saja dikasih musik sedikit akan menjadi harmoni. Kalau seperti itu bagaimana? Tetapi kalau musiknya mengajak tidur bareng, mengajak enggak benar, itu menurut saya haram. Selama mengajak kebaikan, menjadi harmoni, dan menyebarkan itu kepada orang banyak kenapa tidak?" papar Opick.



Dalam dunia musik, Opick memang bukan orang baru. Dia sudah mencoba menembus industri musik Indonesia sejak dekade 1990-an. Nama Opick melejit ketika dia muncul di televisi dengan lagu Tombo Ati. Lagu itu masih populer hingga kini, dan sesekali diputar oleh radio dan televisi di bulan Ramadan.

Saat disinggung bagaimana soal proses kreatif melahirkan lagu-lagu religi, Opick mengaku tidak ada pendekatan yang berbeda. Dia mengaku menemukan inspirasi secara natural.

"Kadang menggunakan gitar, piano, kadang-kadang enggak pegang apa-apa (saat menulis lagu). Kadang-kadang muncul dalam pikiran saya dalam hati saya, ada kata, diberi nada, diiringi supaya kata itu menari. Soal waktu tidak pasti, menyambar saja. Biasanya kalau sudah datang satu, dia melahirkan yang lain. Tetapi untuk menghadirkan satu itu, bisa menunggu satu hari, satu minggu, satu bulan, enam bulan, bahkan ada yang sampai dua tahun."

Tren musik yang berkaitan dengan agama bukan saja terjadi di Indonesia. Ajang penghargaan musik terbesar dunia, Grammy Awards, bahkan memasukkan kategori musik gospel sebagai salah satu bidang yang "dilombakan." Musik gospel sendiri pada awalnya bagian dari musik gereja atau musik yang dibawakan komunitas Kristen sebagai wujud kecintaan pada Allah. Namun dalam perkembangannya, musik gospel bukan lagi sekadar urusan agama, melainkan jadi sebuah genre yang juga dekat dengan musik kontemporer meski tetap mempertahankan ciri tersendiri.

Gigi sekiranya juga melakukan hal sama dalam album religi terbaru mereka. Grup yang dihuni oleh personel lintas agama itu melebarkan pemahaman soal musik religi. Mereka membicarakan makna "religi" menjadi hal yang lebih luas lagi, yaitu kemanusiaan.



Track Adu Domba contohnya, lagu milik Rhoma Irama itu masuk ke dalam album religi Gigi. Alasan mereka pun logis, mengajak masyarakat untuk bercermin bahwa tidak jarang kita diadu domba oleh sesama untuk kepentingan-kepentingan sesat, entah oleh mereka yang berkuasa atau yang mencari keuntungan diri semata. Pemilihan judul album religi Gigi pun terdengar universal, Setia Bersama Mencintai dan Menyayangi. Rasanya kita sepakat bahwa memang muara dari religiusitas adalah saling mencintai dan menyayangi.

"Selama kamu mengajak kebaikan lewat lagu, mengajak menanam pohon, mengajak mencintai istri, bicara kesetiaan, bicara tentang alam, itu sudah spiritual. Kecuali mengajak hal-hal buruk!" tutup Opick.



 


(ELG)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA