Sempat Terlilit Utang, Souljah Kini Menuju Dua Dasawarsa

Elang Riki Yanuar    •    14 April 2017 06:00 WIB
indonesia musik
Sempat Terlilit Utang, Souljah Kini Menuju Dua Dasawarsa
Souljah (Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memulai langkah dengan 'nekat', Souljah kini menjadi salah satu band reggae cukup disegani di Indonesia. Souljah tahun ini berusia 19 tahun, selangkah lagi menuju dua dasawarsa.

Band yang berdiri sejak April 1998 ini merayakan hari jadi mereka yang ke-19 akhir pekan kemarin. Perayaan menjadi spesial karena untuk pertama kalinya digelar dengan menggelar mini konser dan mengundang band lain seperti Big Wave, Sydera dan Gangstarasta. Kehadiran Bradda Souljah (sebutan untuk penggemar mereka) tentu yang paling istimewa di acara itu.

"Ini pertama kali kita merayakan bareng-bareng penggemar. Biasanya mereka datang ke kantor kita, atau tempat kita manggung kasih kue. Tahun ini gantian, kita bikin acara buat mereka. Souljah ini sebenarnya sudah tidak penting, yang pentingnya itu bertemu teman. Sudah lama tidak ketemu teman yang dulu suka nongkrong bareng Souljah. Jadi bisa dibilang ajang reuni penggemar," ujar Said vokalis Souljah.


Souljah (Foto: Metrotvnews/Elang)

Said masih takjub bisa melangkah selama 19 tahun di dunia musik. Belum lekang dari ingatannya ketika Souljah mendapat banyak penolakan dari label. Musik Jamaica yang diusung Souljah menjadi kendala utama.

Band yang dulu bernama Arigato ini tak kehilangan akal. Ditolak banyak label, mereka lantas mendirikan label sendiri untuk menaungi album pertama Breaking The Roots.

"Itu album hasil utang. Kita bikin album karena tidak ada (label) yang mau menerima kita waktu itu. Akhirnya kita bikin label sendiri, manajemen sendiri," kenang Said.  

Album perdana selesai dibuat. Mereka lalu mengatur siasat untuk promosi. Sejumlah radio-radio di Jawa dan Bali mereka hubungi meminta diwawancara dan juga agar lagu mereka diputar. Bisa tur promosi 14 kota hasil yang terbilang lumayan untuk band yang baru merilis album perdana dan kurang terkenal. Modal Souljah kala itu hanya nekat. Berbekal uang pinjaman, mereka memulai promo.

"Kita hubungi media-media minta wawancara. Kita 21 hari tur dari Jawa sampai Bali dengan modal uang hasil pinjaman. Setelah pulang utangnya banyak. Waktu 2004 utang Rp50 juta. Lagu Jamaica Away naik, kita dapat beberapa tawaran manggung. Jadi manggung untuk bayar utang. Sampai pada titik utangnya tinggal Rp25 juta," tuturnya.  


Souljah ketika menjalani tur promo (Foto: dok. Souljah)

Masalah belum selesai meski utang Souljah terbayar separuhnya. Di sinilah tekad dan mental mereka diuji ketika dihadapkan pada pilihan membayar utang lalu bubar atau melanjutkan perjalanan.

"Renhat bilang dapat tawaran manggung di lima titik, satu titik bayarannya Rp5 juta. Berarti itu pas untuk membayar utang kita. Waktu itu pilihannya, kita bayar utang terus bubar atau uang hasil manggung itu kita buat rekaman album baru," ucapnya.  

"Suara terbanyak maju terus, jadi bikin album dengan uang itu. Tadinya berenam, dua orang menyerah jadi tinggal berempat," lanjutnya.

Nasib belum banyak berubah karena materi album kedua yang mereka tawarkan ke label-label kembali mendapat penolakan. Namun, semangat mereka belum juga surut. Mereka justru semakin mantap memilih jalur mandiri seperti album pertama.  

Peruntungan Souljah mulai membaik ketika lagu I'm Free mendapat respons positif. Lagu ini terkenal berkat menjadi lagu latar sebuah produk iklan sehingga sering diputar di televisi. Mereka mulai kebanjiran tawaran manggung sehingga otomatis pemasukan bertambah. Utang mereka lunas.

"Kita pilih singel Bersamamu waktu itu. Pas singel kedua, I'm Free. Lagu inilah yang mengubah nasib kita. Di album kedua utang album pertama kita baru lunas. Empat tahun baru lunas utang kita. Untungnya juga yang diutangkan cukup baik. Yang penting kita kembalikan, waktunya terserah," ujarnya.



Mimpi yang Belum Tercapai

Souljah sudah melewati momen terberat dalam kariernya. Mampu bertahan di tengah banyak penolakan tentu membuktikan seberapa tangguh mental serta daya juang Danar, Said, Renhat dan David. Tugas lebih berat menanti yaitu mempertahankan eksistensi. Said tak memungkiri perubahan di dunia musik tak terelakkan

"Sekarang orang bisa memulai karier dengan 0 rupiah. Teknologi memudahkan itu. Unggah ke Youtube pakai wifi gratis bisa. Dulu tidak bisa. Ada jalur-jalur tertentu. Sekarang rekaman dari rumah bisa. Promonya juga tidak terhingga. Kualitas musisinya juga semakin bagus," paparnya.

Souljah sejauh ini sudah merilis empat album yaitu, Breaking The Roots (2005), Bersamamu (2007), Mestakung (2009), dan This Is Souljah (2014). Rencana terdekat mereka saat ini ialah menggarap video klip dari semua lagu yang ada di album terakhir.

"Album keempat ada 17 lagu. Kita ingin mengerjakan video klip semua lagunya. Sekarang baru sembilan, berarti PR-nya masih banyak. Setelah itu selesai. Itu ambisi pribadi kita saja. Kita melihat Tim Amstrong (Rancid) di semua lagunya ada video klipnya. Setelah itu baru mulai menggarap album kelima. Sudah mulai mengumpulkan materi," terangnya.



Di perjalanan yang akan memasuki usia 20 tahun, Said bersama Souljah belum mau berhenti. Mereka masih terus memancang mimpi yaitu bisa rekaman langsung di Jamaika, rumah bagi musik yang mereka usung.

"Kita masih punya cita-cita ingin rekaman di Jamaika. Kita ingin datang ke rumahnya musik reggae. Itu mimpi kita. Semoga tercapai. Tapi yang penting konsisten berkarya dan terus bikin sesuatu."

"Kita ingin bermusik sampai tidak bisa manggung lagi. Sampai tidak bisa membawakan satu lagu, mungkin baru selesai. Tidak peduli ada yang dengar atau tidak, gue mau Souljah tetap ada. Kita sudah punya label sendiri, punya manajemen sendiri. Minimal menghibur hati kita sendiri," tutupnya.


 


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

5 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA