The Brandals Telah Kembali!

Agustinus Shindu Alpito    •    24 Agustus 2016 14:31 WIB
the brandals
The Brandals Telah Kembali!
Eka Annash crowd surfing usai membawakan lagu penutup (Foto: Metrotvnews/Shindu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Festival musik Java SoundsFair, yang digelar di Jakarta pada Oktober 2014 menjadi panggung penting bagi The Brandals. Kala itu, mereka tampil terakhir kali sebelum memutuskan hiatus. Kini, dua tahun berselang setelah penampilan di SoundsFair, The Brandals kembali.

Sayangnya, kedatangan kembali The Brandals ke sirkuit musik rock Indonesia tanpa sang drummer Rully Annash. Rully meninggal pada November 2015 akibat penyakit jantung. Meski demikian, kembalinya The Brandals adalah hal yang patut dirayakan. Ribuan penggemarnya tentu haus akan lagu-lagu sinis yang mewakili kehidupan kelas pekerja kota.

"Kami hampir dua tahun hiatus, kemarin kami berhenti karena banyak tersita waktunya. Nge-band sudah seperti auto-pilot mode. Terakhir merilis 2011, kami sudah tidak ada materi baru. Sudah membosankan dan tidak sehat. Lalu kami berhenti dan melihat kapan kangen nge-band lagi," kata sang vokalis Eka Annash kepada Metrotvnews.com, sebelum tampil di acara Noise Parade yang digelar di Yesterday Backyard, Jakarta Selatan, Jumat 19 Agustus 2016.

Tampil singkat, kehadiran The Brandals menghibur. Semua penonton berjingkrak riang melagukan repertoar lintas album. Sesekali terlihat penonton naik panggung untuk kemudian melompat ke kerumunan.

"Setelah Lebaran tahun lalu kami berkumpul dan ngobrol lagi, akhirnya kami memutuskan latihan lagi. Sempat tertunda, sampai malam seharusnya kami latihan itu Rully wafat. Kami berpikir kalau Rully masih hidup pasti dia masih ingin melanjutkan The Brandals. Dulu juga sempat ada wacana dari Aksara Records, owner-nya ingin ada reuni. Kami sudah siap, dibantu Bemby dari Sore dan Firman dari Teenage Death Star. Sayangnya acara itu dibatalkan, tetapi kami akhirnya jadi latihan terus,” lanjut Eka.

Jika mencermati sepak terjang grup rock Indonesia, The Brandals terbilang sebagai salah satu band yang sukses mengemas lirik galak dengan nuansa rock yang dominan. Lebih dari itu, mereka juga berhasil menghasilkan melodi gitar yang khas dan mudah diingat.

Saat disinggung perihal materi baru, Eka mengaku bahwa The Brandals belum memikirkan soal album baru dalam waktu dekat ini. Kehadiran mereka ke atas panggung utamanya dilandasi semangat untuk kembali bersenang-senang.

“Sebenarnya waktu Rully masih hidup sudah ada sekitar demo empat lagu yang bisa untuk album baru. Kita tidak agenda tertentu untuk merilis album. Kita ikuti rodanya saja berjalan ke mana, yang penting senang bisa main bareng lagi," katanya.

"Semasa vakum yang punya keluarga urus keluarga, yang lain kerja kantoran. Yang masih ada passion musik main waktu The Brandals vakum saya dan Rully. Rully bikin Petaka, saya bikin Zigi Zaga."

Posisi drummer yang kosong dijelaskan Eka akan diisi oleh pemain tambahan.

"Belum ada drummer tetap, kami masih mau berempat dulu. Firman additional. Enggak gampang mencari pengganti Rully," ucapnya.


Musik Rock Belum Mati

Hidup sebagai musisi rock selama lebih dari satu dekade tentu bukan hal mudah. Tantangan demi tantangan dilalui The Brandals. Eka mengakui bahwa kembalinya The Brandals kali ini terasa lebih bergelora, tidak lain karena semakin ramainya band rock yang ada dan diapresiasi.

"Gue senang banget sama Kelompok Penerbang Roket, ada Hello Benji and The Cobra juga tetapi gue belum lihat. Sekarang juga ada (band) Sirati Dharma, Ramayana Soul. Gue senang banget karena meneruskan bukti kalau musik rock enggak akan mati. Buat gue itu bukti kalau produktivitas musik lokal independen masih hidup. Jaminan kreativitas musisi lokal tidak mati," katanya.

The Brandals menutup aksi di Noise Parade dengan singel 24.00 Lewat. Sebelum turun panggung, Eka melompat ke arah penonton. Dia diangkat hingga ke bagian belakang.

Sebelumnya, gitaris Tony Dwi Setiaji sempat menjelaskan dari atas panggung bahwa The Brandals akan melakukan tur dalam waktu dekat ini. Sebuah pernyataan yang semakin melegakan bahwa kembalinya mereka bukan sekadar pesta pelepas rindu semata.

“Gue terimakasih banget penggemar yang masih menunggu. Banyak yang meminta kami kembali. Bagaimanapun juga kami belum bisa maju kalau kami belum nyaman. Sekarang kita selalu berpesan, kita bisa sejauh ini, itu bukti bahwa band rock lain juga bisa. Regenerasi sudah terjadi,” tutupnya.

 


(ELG)