The Secret, Ketika Personel Padi dan Ungu Bersatu

Agustinus Shindu Alpito    •    18 Oktober 2016 14:53 WIB
indonesia musik
The Secret, Ketika Personel Padi dan Ungu Bersatu
(Foto: Metrotvnews.com)

Setelah sukses merilis kompilasi karyanya dalam album Best Cuts of Piyu dengan menggandeng sederet penyanyi, Piyu kembali hadir dengan sebuah band baru.

Mengusung nama The Secret, Piyu menggandeng kawan masa SMA di Surabaya, Makki, yang juga bassist Ungu. Makki bukan wakil Ungu satu-satunya di The Secret, Rowman digaet untuk menduduki posisi drummer.

Ketiga nama besar itu lantas diperkuat Abe Simpson (keyboardist, pianis) dan dua vokalis perempuan yang sebelumnya dikenal sebagai duo D’Dolls, Nathalie dan Inggar.

Berbekal pengalaman yang mendalam di industri musik, Piyu optimis akan melejitkan karier The Secret. Sebuah grup yang dianggapnya menjadi perwujudan rahasia semesta.

“Tadinya kami mau proyek ini rahasia, lama kelamaan kami merasa The Secret itu ya rahasia alam yang disiapkan untuk kami. Hakikatnya manusia punya keinginan untuk mengungkap rahasia, rahasia alam semesta, rahasia kehidupan. Tetapi di era sekarang orang sudah terlalu sibuk dengan gadget, sehingga rasa ingin tahu itu sudah jauh berkurang,” papar Piyu saat bertandang ke kantor Metrotvnews.com.

The Secret menyadari bahwa mereka tak bisa berlindung di balik kebesaran nama personel yang lebih dulu eksis. Mengklaim bermodal semangat indie, The Secret melepas pula atribut kemapanan yang pernah dirasakan oleh Piyu, Makki, dan Rowman.

“Yang pasti kami melakukan semuanya sendiri, tanpa pihak ketiga. Kalau dulu kami menjalankan band, ada pihak label. Sekarang kami negosiasi sendiri, bertemu sendiri dengan distributor album. Bukan kami indie lalu mengontrol semua sendiri termasuk distribusi, tidak seperti itu,” kata Piyu.

Sementara itu, Makki mengungkapkan rasa yakinnya bahwa The Secret mampu menjadi kendaraannya mencapai tujuan baru yang sebelumnya tidak tercapai di Ungu. Hal itu juga menjadi jawaban atas pertanyaan apakah eksistensi The Secret akan panjang, atau sekedar euforia “satu album."

“Fokus gue hari ini, konsentrasi gue, full di sini (The Secret). Malah Ungu yang gue rasa jadi side-project gue. Ungu di gue dan Padi di Piyu itu sudah lekat image-nya. Sekarang terserah kami mau mematikan itu kapan. Untuk di level kita, bukan soal panjang atau pendek usia band. Tetapi apakah proyek ini memuaskan kami secara musikalitas? Karena kalau gue di Ungu jujur saja ada batasan dari segi musikalitas, meski tidak sepenuhnya dibatasi. Tetapi karena kami sudah di titik itu, ada yang orang harapkan dari musik Ungu. Terbukti satu personel Ungu vakum jadi macam-macam pertanyaannya.”

Menyadari iklim industri musik tak lagi sama dibanding era jaya Ungu dan Padi, The Secret secara luwes juga mengikuti ekosistem musik yang ada saat ini.

“Kami mau fun saja, kami harus realistis jadi anak band sekarang enggak se-enak tahun 2000-an di mana gue dan Ungu menikmatinya sekali. Pada waktu itu sumber untuk jadi duit banyak, panggung, RBT, kaset, CD. Pertanyaan berikutnya, saat ini sumber uang anak band dari mana? Kalau mau jujur saat ini cuma satu, panggung!” tegas Makki.

Sedangkan Piyu, yang banyak menyokong kerangka musik dari The Secret, mengakali perbedaan era itu dengan menambah referensi musik.

“Band-band yang tren di Indonesia sekarang ini juga mengadopsi apa yang sedang tren di dunia, ketika era Barasuara, kami tahu influence mereka banyak, misal dari Imagine Dragons yang perkusif. Kami juga membuka diri mendengarkan apa yang menjadi influence mereka. Mereka (anak muda) lagi dengar EDM, kami juga,” jelas gitaris yang identik dengan rambut gondrong itu.

Saat ini, baik Padi dalam status vakum. Demkian juga dengan Ungu yang masing-masing personelnya memiliki kesibukkan sendiri. Vokalis Ungu, Pasha, tengah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Kehadiran The Secret tentu akan memberi tanya pada tiap benak yang lebih dulu mengenal Padi dan Ungu, akankah kendaraan baru para musisi senior ini melajut kencang dan mengantar mereka pada tujuan yang direncanakan?

Kita tunggu saja.

 


(DEV)