Hellcrust, Rumah Terakhir Lima Perwira Metal

Agustinus Shindu Alpito    •    07 April 2017 16:43 WIB
indonesia musik
Hellcrust, Rumah Terakhir Lima Perwira Metal
Hellcrust (foto: dok. hellcrust)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Hellcrust beberapa tahun terakhir menarik untuk disimak. Grup death metal ini lebih cocok disebut super-grup, mengingat kiprah para personelnya yang bisa dibilang kenyang pengalaman.

Terdiri dari Andyan Gorust (drummer), Arslan Musyfia atau lebih dikenal sebagai Alan (bassist), Japra (vokalis), Nyoman (gitaris), dan Baken Nainggolan (gitaris). Tiap personel Hellcrust punya jejak karier yang mendebarkan. Mereka masing-masing pernah menjadi bagian dari grup-grup cadas Indonesia, dua di antaranya adalah Deadsquad dan Siksakubur.

Gorust dan Alan belum genap setengah tahun hengkang dari Deadsquad. Seluruh personel Hellcrust, kecuali Alan, pernah tergabung bersama grup ikonik Siksakubur. Praktis lima personel Hellcrust sudah khatam urusan menjalankan sebuah perkongsian metal, mulai dari manajemen internal, attitude, hingga mengelola basis penggemar.

Dalam waktu terbilang singkat, Hellcrust bisa dibilang memiliki pertumbuhan penggemar yang menjanjikan. Akun Instagram resmi mereka contohnya, sejauh ini telah memiliki 27 ribu pengikut. Angka yang besar untuk sebuah komunitas yang kerap dianggap bukan arus utama.

“Walaupun kami band baru, tetapi kami player-player lama. Walau ada yang bilang ini reuni Siksakubur, tetapi enggak juga karena kami beda-beda angkatan (sewaktu di Siksakubur). Dari situ masing-masing fanbase personel tergabung di Hellcrust, jadi lebih masif. Kami kelola fanbase dengan baik. Balamaut kami bebaskan membuat merchandise sendiri, itu untuk mengurangi pembajakan merchandise official kami,” kata Andyan Gorust saat ditemui Metrotvnews.com di Hard Rock Cafe, Jakarta. Kamis (7/4/2017).



Berbekal pengalaman dari grup terdahulu mereka, Andyan mengatakan bahwa Hellcrust dibangun dengan komitmen yang matang. Mereka tidak ingin apa yang telah mereka bangun ini dicederai oleh ego diri yang berujung kehancuran.

“Belajar banget dari pengalaman, bukan cuma gue dan Alan, tetapi juga anak-anak lain. Kami pengin Hellcrust jadi band terakhir buat kami. Ketika nanti besar dan fanbase besar, sayang kalau harus pecah. Kita sudah mengantisipasi dari awal. Kami sudah bikin komitmen dari awal agar jangan sampai terjadi. Komitmen untuk menekan ego,” lanjut Gorust.

“Kami semua harus punya peran, karena ini sebuah band,” sambung Baken.


Hellcrust (Foto: instagram Hellcrust)

Sementara Japra berpendapat bahwa persoalan internal sebuah grup musik cenderung sama. Untuk itu mereka telah menyemai komitmen sebagai antisipasi.

“Banyak band yang orang lihat dari luar baik-baik saja tetapi di dalamnya rusak, masalah ego, transparansi (keuangan), tetapi kami dari awal sudah membicarakan itu. Kami sudah punya komitmen untuk itu,” tegas Japra.

Menyiapkan Anthem untuk Balamaut

Berbekal pondasi yang kokoh, Hellcrust kini memikirkan betul tiap langkah. Salah satu yang terdekat, mereka akan merilis anthem berjudul Balamaut.

“Kami lagi buat singel Balamaut, kami dedikasikan untuk keluarga besar Hellcrust. Liriknya membahas kebersamaan, kesolidan Hellcrust. Mungkin April kami masuk studio untuk rekaman,” kata Nyoman.

Keleluasaan waktu Andyan dan Alan pasca-keluar dari Deadsquad memberi keuntungan tersendiri untuk Hellcrust. Mereka bisa fokus memasak materi baru untuk album mendatang.

“Secepatnya album, kami lagi sering-seringnya bertemu untuk membahas materi,” lanjut Nyoman.

“Setelah gue sama Alan fokus di sini, waktu kami lebih banyak, langsung bikin materi singel, bahkan juga materi album kami siapkan,” timpal Gorust.


Sumber: Youtube Hellcrust Official

Soal cara kerja, Hellcrust mengaku cukup demokratis. Hal itu yang membuat masing-masing personel merasa nyaman dalam meramu materi musik.

“Kalau proses kreatif biasanya dari part gitar dulu, kalau sudah 70 persen. Sisanya baru bareng-bareng. Ada juga yang bikin bareng-bareng, dari ngumpul ramai-ramai kita bikin lagu,” kata Nyoman.

Gorust juga mengakui bahwa peran Nyoman sebagai gitaris cukup sentral pada grup ini. Nyoman merupakan salah satu penggagas lahirnya kelompok cadas ini, bersama dengan mantan vokalis Hellcrust, Ari Winarso alias Wiro

“Materinya berawal dari Nyoman kebanyakan. Ego nya dibebaskan pada masing-masing, drum terserah gue, gitar terserah Baken, itu membuat kami unik. Tetapi kami tidak asal-asalan dalam memilih personel, kami melihat potensi masing-masing,” ujar Gorust.

Sementara bagi Japra, kedekatan mereka sejak sebelum Hellcrust lahir membuat dirinya nyaman untuk bekerjasama. Hal ini menjadi nilai plus bagi Japra menjabat sebagai vokalis.


Sumber: Youtube Hellcrust Official

“Gue kenal Andyan lama waktu di Siksakubur gue tahu dia orangnya bagaimana, kebiasaan dia, pola kerjanya bagaimana, begitu juga dengan Nyoman. Kecuali Baken, karena Baken masuk pas gue keluar. Tetapi itu mudah membuat gue untuk beradaptasi,” kata Japra.

Sejauh ini, Hellcrust telah menghasilkan satu album mini berjudul Dosa (2012) dan satu album penuh bertajuk Kalamaut (2016). Berbekal semangat membangun rumah terakhir ini, rasanya bukan tidak mungkin grup ini dalam perjalanannya menjadi kian besar dan mungkin jadi salah satu yang terbesar di sirkuit metal Indonesia. Terlebih mereka telah melebur "Janji Api" bersama para Balamaut.


 


(ELG)