Kunci Titiek Puspa Menghasilkan Karya Abadi

Agustinus Shindu Alpito    •    05 Desember 2017 16:28 WIB
indonesia musiktitiek puspa
Kunci Titiek Puspa Menghasilkan Karya Abadi
Titiek Puspa (Foto: MI/Barry Fathahilah)

Jakarta: Menjaga eksistensi karier selama puluhan tahun bukan perkara mudah. Titiek Puspa mampu melakukan hal itu setidaknya dalam 60 tahun terakhir. Kini, penyanyi berusia 80 tahun itu masih terus aktif menulis lagu dan membawa misi besar untuk menyelamatkan para generasi penerus bangsa melalui kesenian.

Sepanjang kariernya, Titiek Puspa telah menghasilkan puluhan lagu. Menariknya, banyak dari lagu karya Titiek yang masih relevan hingga saat ini. Tentu tidak semua penulis lagu merasakan hal ini, mencetak karya yang tak lekang dimakan waktu.

Dansa Yo Dansa contohnya, lagu yang ditulis Titiek untuk The Rollies pada era 1970-an itu diaransemen ulang oleh Java Jive dan Fariz RM, kemudian dirilis pada Desember 2017. Sebelumnya, lagu Kupu-Kupu Malam yang ditulis Titiek juga pada era 1970-an direkam ulang oleh Noah dan dirilis pada 2016.


Titiek Puspa saat tampil di konser The Rollies Journey (Foto: Antara/Pey Hardi)


Dalam jumpa pers peluncuran Dansa Yo Dansa versi Java Jive dan Fariz RM yang digelar di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017), kami mencoba menelisik soal bagaimana Titiek mampu melahirkan karya-karya abadi. Perempuan yang akrab disapa Eyang Titiek itu menjawab dengan penuh kerendahan hati.

"Saya itu orang paling bodoh di dunia, enggak pernah belajar (musik secara akademis). Aku belakangan fokus untuk anak-anak, menulis lagu untuk anak-anak, mengapa saya membuat itu lagu-lagu anak bertema nasionalis? Karena hati saya menangis di Indonesia sudah tidak ada tata-krama. Anak SD sudah bisa bully temannya sampai mati," kata Titiek yang mencoba menceritakan apa yang kini dilakukannya.

"Buat saya, menulis lagu itu dari apa yang saya lihat dan rasakan, saya kalau mencari-cari (tema lagu) malah sulit.” sambung Titiek.

Dalam jumpa pers itu, hadir pula Fariz RM dan Java Jive. Mereka mencoba memberikan pandangannya akan sosok Titiek.

"Tante Titiek itu natural born artist, karena tante Titiek mencerminkan seseorang yang peka. Ada lirik-lirik misteri (kiasan) juga dalam lagu-lagunya. Satu sikap yang jelas, kepekaan beliau luar biasa,” ujar Fariz.

Kemudian Fariz menegaskan bahwa para musisi legendaris bukan diukur semata karena kemampuan teknis bermusik, "Menjadi seniman yang pantas dicatat sejarah itu bukan karena jago skill-nya. Tetapi karena enggak ada duanya.”


Titiek Puspa (Foto: MI/Barry Fathahilah)

Komentar lain datang dari Danny, vokalis Java Jive. Menurut Danny, ada dua hal yang tampak jelas dalam setiap karya-karya Titiek. Hal itu pula yang tidak dimiliki oleh setiap seniman musik dalam berkarier.

"Ada dua hal yang bisa saya simpulkan dari karya-karya Eyang Titiek, ada sincerity dan devotion. Ketulusan dan pengabdian itu ada dalam karya-karya Eyang Titiek dan hal itu yang belum bisa saya dapatkan.”

Personel Java Jive yang lain, Capung, juga mengutarakan hal sama, “Kemarin saya ada diskusi dengan para pencipta lagu dari angkatan saya dan di bawah saya. Hari ini saya dapat pelajaran penting bahwa membuat lagu itu seperti doa, harus ada restu dari Tuhan juga.”

Titiek memang merupakan sosok penulis lagu yang spontan. Dia juga tidak terjebak dalam sebuah genre musik tertentu. Jika kita memerhatikan katalog karya musik Titiek, tentu kita akan mendapati lagu-lagu dengan aransemen musik yang berbeda-beda, mulai dari pop, ballad hingga rock & roll. Bahkan dengan lirik yang tidak terpaku pada bahasa Indonesia saja. Beberapa lagu Titiek juga mengusung lirik berbahasa daerah.

Saat ini Titiek tengah sibuk mengurus proyek Duta Cinta yang digagasnya. Duta Cinta adalah kelompok seni yang terdiri dari anak-anak, yang diaudisi langsung oleh Titiek. Titiek menulis lagu bertema nasionalisme dan cinta pada sesama untuk kemudian dibawakan oleh Duta Cinta. Seperti diungkapkan Titiek di atas, proyek ini lahir dari kegelisahan Titiek terhadap degradasi moral yang dianggapnya sedang menghantui generasi penerus bangsa. Sehingga melalui Duta Cinta, Titiek berharap mampu menebar virus-virus cinta kepada anak-anak.

 


(ELG)