Willy Dozan Kritisi Aktor Laga Masa Kini

Cecylia Rura    •    12 Juni 2018 09:02 WIB
film indonesia
Willy Dozan Kritisi Aktor Laga Masa Kini
Willy Dozan (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Zaman telah berubah. Aktor laga senior Willy Dozan mengaku bibit baru penerus aktor laga terdahulu belum begitu tampak. Sebut saja di tahun 70-an hingga 90-an, nama Willy Dozan berlalu-lalang dalam daftar aktor laga bersama Advent Bangun dan Barry Prima.

Menurutnya, aktor laga untuk tayangan di televisi kurang begitu memuaskan karena aktor tidak memiliki dasar ilmu bela diri. Kecuali untuk beberapa nama seperti Iko Uwais dan Joe Taslim.

"Zaman saya tahun 70-an ke 80-an, ke 90-an, aktor laga waktu itu benar-benar basic bela diri. Belakangan agak ada beberapa saya enggak usah ngomong, bukan aktor laga, bukan basic bela diri, dipaksakan. Jadi, gerakannya kurang memuaskan kalau buat saya. Kecuali Iko Uwais, dia kan ada basic bela diri. (juga) Joe Taslim," ujar aktor berusia 61 tahun itu kepada Medcom.id belum lama ini di kawasan Senayan.

"Kalau yang di TV sepertinya hiburan saja. Jadi jagoan peran utama, padahal enggak ada basic bela diri. Jadi kita tahu, saya kan pelatih. Melihat gerakannya belum puas. Tapi, mungkin penonton yang penting terhibur saja. Banyak serial TV dengan peran utama jadi jagoan tapi, enggak bisa bela diri. Cuma gayanya doang. Kalau orang yang benar-benar basic bela diri dari gerakan kelihatan," sambung Willy.

Ia memberi contoh perbandingan akting Samuel Zylgwyn, lawan mainnya dalam sinetron 7 Manusia Harimau (2014) dan Cinta Laura, lawan main Willy dalam film Target (2018).

"Samuel kan enggak ada basic bela diri, cuma mau latihan. Cinta Laura itu punya basic bela diri, Muay Thai dia. Lihat pukulannya. Nah, itulah kelihatan. Samuel enggak bisa kayak gitu. Si Cinta benar-benar ada. Di koreografi itu bisa lebih indah. Martial art itu butuh keindahan bela diri," paparnya.

Willy sempat menyebutkan nama Ammar Zoni sebagai salah satu aktor muda yang memiliki dasar ilmu bela diri.

"Kayak waktu itu saya main di 7 Manusia Harimau, yang benar-benar bisa bela diri cuma dua sebetulnya, saya sama Ammar Zoni. Yang lain enggak bisa. Samuel Zylgwyn enggak bisa sebetulnya. Cuma latihan, dipaksakan. Yang benar-benar basic bela diri cuma saya sama Ammar Zoni. Walaupun Ammar Zoni bukan senior, tapi ada basic-nya. Mungkin kalau penonton sekarang yang penting puas aja," katanya.

"Saya dulu, Advent Bangun, Barry Prima, George Rudy, itu punya basic bela diri. Kita memang dari atlet. Aslinya dari atlet bela diri, bukan dari orang film. Dari atlet terjun ke film," katanya lagi.


Mempersiapkan Anak sebagai Penerus

Melihat bibit yang belum terlalu tampak, Willy sendiri mengaku posisi Leon sudah seharusnya menggantikan sang ayah. Namun, butuh waktu untuk bisa mendapatkan peran yang tepat. Tidak sembarangan judul.

"Sementara belum. Seharusnya anak saya, Leon. Dia kan black belt, sabuk hitam karate dan dia internasional. Jadi dia kalau gerakan pasti bagus. Cuma mungkin belum dapat peran yang pas aja. Sekarang masih belajar dia," kata aktor yang sempat bersekolah di Kahana's Stunt School di California, Amerika Serikat itu.

"Kita enggak tahu kesempatan. Kadang-kadang perusahaan, ada kesempatan enggak? Jadi aku bilang kamu sekarang main di Anak Langit yang perannya gitu, yaudah jalanin aja sambil belajar. Belum pas," imbuhnya.

Nama Willy Dozan sempat naik daum berkat sinetron Deru Debu (1995) yang dibintanginya sekaligus berperan sebagai sutradara. Ia bahkan sempat tinggal di Taiwan, Hong Kong, Jepang dan Amerika Serikat untuk belajar dan tekun di film bergenre laga.

Willy baru menyelesaikan proyek film terbari berjudul Target (2018) yang disutradarai komikus Raditya Dika. Dalam film Target, Willy mendapatkan peran yang cukup berbeda dari peran biasanya.

 




(ASA)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

2 weeks Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA