Kisah Jurnalis Indonesia yang Bekerja untuk Klub Manchester City Dijadikan Film

Cecylia Rura    •    11 Mei 2018 23:31 WIB
film indonesia
Kisah Jurnalis Indonesia yang Bekerja untuk Klub Manchester City Dijadikan Film
Konferensi pers film Pemburu di Manchester Biru di kantor Oreima Films, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Mei 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Sutradara Rako Prijanto bekerjasama dengan Oreima Films mengangkat kisah jurnalis Indonesia Hanif Thamrin ke layar lebar dengan judul Pemburu di Manchester Biru. Film ini mengadaptasi cerita perjalanan Hanif yang dikemas dalam buku berjudul sama dan telah memasuki cetakan kedua, setelah sebelumnya cetakan pertama berhasil terjual sekitar 3.000 kopi dan masuk sebagai kategori best seller non-fiksi.

Cerita ini mengambil sudut pandang Hanif yang berjuang meniti karier sebagai jurnalis di Inggris menjelang akhir perkuliahan meraih gelar master di Inggris, hingga akhirnya ia berhasil meraih mimpinya menjadi jurnalis untuk sebuah klub sepak bola bergengsi di Inggris, Manchester City.

"Premis film Manchester Biru sederhana. Sebuah cerita tentang survive mengejar mimpi sebagai jurnalis, karena enggak bisa pulang. Dia bingung, udah enggak bisa kerja di media di Indonesia," papar Hanif selaku penulis cerita asli yang merangkap sebagai produser film, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 11 Mei 2018.

Dalam catatan jejak rekam, Hanif sempat bekerja di tiga stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. Lulusan Strata-1 Sarjana Hukum Universitas Padjadjaran Bandung ini juga berhasil menjadi karyawan magang di BBC sembari menyelesaikan studi Master Jurnalistik Televisi di Goldsmith University London. Sehingga, sulit baginya untuk bisa kembali ke Indonesia karena sudah mengenyam pahit-manis bekerja di beberapa media nasional di Indonesia.

Rako Prijanto pun akhirnya tertarik untuk mengangkat cerita ini ke layar lebar, melihat dari sudut pandang seorang filmmaker tak jauh berbeda dengan para pemburu berita.

"Yang menarik buat saya dari sudut pandang filmmaker, ini beda meski genre drama. Film ini berbeda dari keberagaman film Indonesia yg ada sekarang," kata Rako di kesempatan yang sama.

Film Pemburu di Manchester Biru akan akan mengambil syuting di Inggris sekitar bulan Mei hingga bulan Juli mendatang. Hal ini karena bertabrakan dengan musim EPL yang juga tengah berlangsung.

"Untuk bisa lebih leluasa memang harus nunggu season habis dulu karena ternyata memang ribet banget kita melakukan syuting selama season EPL sendiri masih berjalan. Dan memang harus menunggu season EPL selesai dulu," kata Reza Hidayat selaku produser.

Pengambilan gambar sebagian besar dilakukan di Inggris dengan estimasi 90 persen. Cerita yang diangkat seputar aktivitas di luar lapangan dengan latar situasi English Premier League (EPL) di Inggris. Dana yang digelontorkan pun cukup besar yakni sekitar Rp10 miliar.

Dalam film ini juga akan lebih banyak dilibatkan banyak aktor dari Inggris. Dua dari Indonesia, aktor Adipati Dolken berperan sebagai Hanif dan aktor Ganindra Bimo sebagai Pringga, sahabat Hanif di Inggris.

Film ini rencananya akan dikemas dalam kanvas layar dengan estimasi waktu 100 menit dan akan tayang di bioskop pada akhir 2018.

 

 

 




(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

3 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA