Akting Chelsea Islan Dipuji Sutradara Film James Bond

Agustinus Shindu Alpito    •    15 September 2016 12:47 WIB
chelsea islan
Akting Chelsea Islan Dipuji Sutradara Film James Bond
(Foto: Metrotvnews.com/ Dwi Ayu Rochani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film Headshot arahan sutradara Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel yang ditayangkan perdana dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2016 mendapat reaksi positif dari sineas dunia.

Puja dan puji diarahkan kepada para pemeran.Salah satunya, Chelsea Islan yang berperan sebagai dokter muda bernama Ailin.

Dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com dari tim publikasi film Headshot, pujian mengejutkan untuk Chelsea datang dari Marc Foster.

Marc Foster sudah malang-melintang sebagai produser dan sutradara dalam film-film megah Hollywood. Dia pernah menyutradarai film James Bond: Quantum of Solace, Stranger than Fiction, Kite Runner, Finding Neverland, Monster Ball, dan Stay. Namanya juga tercatat sebagai produser-sutradara dalam film World War Z.

(Baca: Cara Chelsea Islan Dapatkan Chemistry dengan Aktor Jepang)

Marc yang bertemu Chelsea pada hari ketiga TIFF, menyebut Chelsea memiliki intelektualitas dalam berakting di film Headshot.

"Saya bersyukur bisa berada di tengah-tengah penonton yang sangat antusias hadir di pemutaran perdana film Headshot. Apalagi ketika standing ovation yang diperlihatkan usai menyaksikan film. Ini pengalaman tak terlupakan dalam karir film saya," ucap Chelsea.

Apresiasi terhadap film Headshot juga datang dari media asing, antara lain LA Times, Indiewire, The Hollywood News, Collider, dan Slash. Salah satu media asal Kanada, Screen Anarchy, bahkan menyebut akting Iko Uwais dan Chelsea Islan sangat emosional.

Headshot menceritakan seorang lelaki misterius yang akhirnya sadar dari koma setelah sekian lama. Ailin yang merawat lelaki misterius itu memberinya nama, Ishmael (Iko Uwais).

Hubungan keduanya semakin rumit ketika banyak pembunuh yang menginginkan kematian Ishmael. Ailin lantas terseret dalam pusaran masalah yang dihadapi Ishmael.

Persoalan kian pelik ketika Ailin diculik komplotan kriminal pimpinan Lee (Sunny Pang). Seiring berjalannya waktu, ingatan Ishmael kembali. Bagai mengumpulkan kepingan puzzle, Ishmael perlahan menyadari masa lalunya dan siap menuntaskan persoalan yang dihadapinya.





(DEV)