Foto Para Peraih Piala Citra FFI 2017

Purba Wirastama    •    14 November 2017 11:58 WIB
ffi (festival film indonesia)
Foto Para Peraih Piala Citra FFI 2017
(Foto: via festivalfilm.id)

Manado: Malam Anugerah Festival Film Indonesia 2017 telah dilaksanakan di kota Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu malam 11 November 2017. Sebanyak 23 kategori penghargaan, termasuk LIfetime Achievement Award, diberikan secara simbolik dengan Piala Citra. 

Ini adalah gelaran FFI ke-37 sejak diadakan pertama kali pada 1955. Waktu itu FFI masih bernama Pekan Apresiasi Film Nasional. PAFN kedua dan ketiga digelar pada 1960 dan 1967. Pada gelaran keempat di tahun 1973, FFI menjadi agenda tahunan, tetapi sempat terhenti pada periode 1992-2003.

Piala Citra terkini merupakan model yang digunakan sejak 2014, hasil rancangan Gregorius Sidharta dengan modifikasi oleh Dolorosa Sinaga. Pada periode 2008-2013, FFI sempat memakai model rancangan Heru Sudjarwo, Yusuf Affendi, Dan Hisman Kartakusumah, Indros Sungkowo, dan Bambang Noorcahyo. 

Satu pembaruan yang hendak dilanjutkan dalam FFI ke depan adalah soal jumlah Piala Citra. Dalam FFI 2017, jumlah piala yang didapat pemenang disesuaikan dengan jumlah individu yang terlibat. Misal, tim peraih anugerah Penata Suara Terbaik berisi lima orang, tiap individu mendapat masing-masing satu Piala Citra.

Tahun ini Piala Citra berbahan campuran akrilik dan berwarna emas. Dalam gelaran berikutnya, menurut Ketua FFI 2017 Leni Lolang, panitia akan mengupayakan Piala Citra berlapis emas.

Berikut foto-foto para peraih Piala Citra FFI 2017. Ical Tanjung, Pengarah Sinematografi Terbaik lewat Pengabdi Setan, tidak dapat hadir untuk menerima penghargaan secara langsung.


Gemailla Gea Geriantiana, penata busana Night Bus.


Gemailla Gea Geriantiana, penata busana Night Bus.


Allan Sebastian, penata artistik Pengabdi Setan.


Abby Eldipie dari Finalize Studios, penata efek visual Pengabdi Setan.


Bemby Gusti, Aghi Narottama, dan Tony Merle, penata musik Pengabdi Setan.


Tony Merle dan Aimee Saras (The Spouse), pencipta lagu tema Kelam Malam untuk Pengabdi Setan.


Khikmawan Santosa (kiri) dan Anhar Moha (kanan), penata suara Pengabdi Setan.


Sentot Sahid dan Kelvin Nugraha, penyunting gambar Night Bus.


Yayu Unru, aktor pendukung Posesif.


Christine Hakim, aktris pendukung Kartini. Menurut salah satu panitia Malam Anugerah, Piala Christine sempat tertinggal di lokasi usai acara dan digunakan untuk berfoto oleh beberapa panitia.


Muhammad Adhiyat (tengah), pemeran anak di Pengabdi Setan.


Ernest Prakasa, penulis skenario Cek Toko Sebelah  bersama istrinya, Meira Anastasia.


Teuku Rifnu Wikana dan Rahabi Mandra, penulis skenario Night Bus.


Fajar Ramayael, sutradara film animasi pendek Lukisan Nafas.


Wahyu Utami Wati, sutradara dokumenter pendek The Unseen Word.


Bayu Prihantoro, produser film cerita pendek Ruah.


Tonny Trimarsanto, sutradara dokumenter Bulu Mata.


Aktor Teuku Rifnu Wikana, sutradara Emil Haradi, dan produser Darius Sinathrya (Night Bus).


Produser Darius Sinathrya (Night Bus), aktor Teuku Rifnu Wikana (Night Bus), aktor Putri Marino (Posesif), dan sutradara Edwin (Posesif).


Budiati Abiyoga, peraih Lifetime Achievement Award.


(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA