Marsha Timothy Belajar Berkuda hingga Luka-Luka demi Perankan Marlina

Purba Wirastama    •    13 Mei 2017 19:00 WIB
marsha timothy
Marsha Timothy Belajar Berkuda hingga Luka-Luka demi Perankan Marlina
Marsha Timothy (Foto: metrotvnews/purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Marsha Timothy senang dapat terlibat sebagai aktris di film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak besutan Mouly Surya. Baginya, karakter Marlina yang dia perankan memberi tantangan baru.

"Saya memerankan seorang wanita asli Sumba berdialek Sumba. Saya harus belajar naik kuda, naik (sepeda) motor trail sampai luka-luka. Tapi sekarang (perjuangan tersebut) menjadi kenangan banget buat saya. Saya jadi suka naik kuda," kata Marsha dalam jumpa pers di Jakarta.

Dalam kisah, Marlina adalah seorang janda yang baru saja ditinggal suaminya. Suatu hari dia harus menempuh perjalanan jauh setelah memenggal kepala bos perampok yang mendatangi rumahnya di atas bukit.

"Ada perjalanan mencari keadilan. Buat saya, Marlina seorang perempuan biasa yang punya keberanian, kekuatan, dan keinginan sangat kuat," ujar Marsha.

Selama setahun lebih sebelum syuting, Marsha bertemu Mouly dan para kru setiap beberapa bulan. Aktris keturunan Batak - Jerman ini menyimak semua tahap naskah, mulai dari konsep awal yang diberikan Garin Nugroho kepada Mouly, hingga naskah jadi.

Setelah itu persiapan dilakukan selama hampir tiga bulan. Meliputi workshop, reading, latihan dialek, serta tinggal di Sumba untuk menyerap suasana dan kultur kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Begitu soal pendanaan beres, syuting dimulai.

"Akhirnya Marlina on set, benar-benar syuting. Cukup sentimentil bagi saya pribadi. Dan masuk Cannes (Film) Festival itu sesuatu yang besar," kata Marsha.

Film Marlina akan ditayangkan perdana pada 24 Mei 2017 di Festival Film Cannes dalam program Directors' Fortnight. Setelah berkeliling ke beberapa kota di Eropa, film dijadwalkan tayang di Indonesia pada Oktober mendatang.

Marsha sebelumnya telah terlibat sebagai aktris peran dalam sejumlah film, FTV, dan sinetron. Filmnya antara lain Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), dan Nada untuk Asa (2015).

Film berdurasi 93 menit ini merupakan hasil kerjasama Cinesurya dengan beberapa pihak, meliputi dua kementerian Perancis lewat Cinemas du Monde dan pusat sinema CNC, Institut Francais, Kaninga Pictures, Sasha & Co. Production (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), Hooq Originals (Singapura), dan Purin Pictures (Thailand).

 
(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

5 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA