Sepertiga Penonton Bioskop 2017 Menonton Film Domestik

Purba Wirastama    •    21 Februari 2018 19:33 WIB
film indonesia
Sepertiga Penonton Bioskop 2017 Menonton Film Domestik
Triawan Munaf (Foto: medcom/shindu)

Jakarta: Tingkat konsumsi film domestik di bioskop mengalami kenaikan signifikan pada 2017, yaitu sebanyak 14% dengan total jumlah penonton mencapai 42 juta orang. Menurut Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, capaian ini telah menyumbang sedikitnya sepertiga dari keseluruhan penjualan tiket bioskop seluruh Indonesia.

"Peningkatan ini memberikan share terhadap keseluruhan film yang diputar, hampir mencapai 40%," kata Triawan dalam diskusi dan peluncuran buku Kelas Skenario karya Salman Aristo dan Arief Ash Shiddiq di Galeri Indonesia Kaya Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Porsi terbesar dikuasai film-film berbahasa Inggris dari Hollywood.

"Jadi mudah-mudahan akhir tahun ini, kalau bisa (naik menjadi) 40%. Jadi, (film-film domestik) hampir bisa imbang dengan film-film Hollywood. Ini peningkatan luar biasa. Nilai ekonominya jauh (lebih tinggi) dari sebelumnya," lanjut Triawan.

Kendati demikian, Triawan mengakui bahwa masalah yang lebih serius adalah akses bioskop yang belum merata ke berbagai kalangan dan daerah. Katalog Film Indonesia sendiri mencatat, hingga akhir 2017 Indonesia memiliki 263 gedung bioskop dan 1412 layar yang 70% terpusat di Jawa. Namun akses ini baru ada di 118 dari total 515 kota atau kabupaten.

"Potensi (pertumbuhan industri film) sebesar banyaknya bioskop di Indonesia. Kita sekarang dibatasi oleh jumlah layar. Kalau kita punya produk bagus, misal susu, tapi pasar dan warung sedikit, gimana mau jual? Apalagi film itu nikmat ditonton di teater," tutur Triawan.

Jumlah Penonton Film Domestik 2017 Capai 42 Juta

Triawan juga menyebut bahwa bioskop Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Pendapat ini diungkapkan pihak Walt Disney kepada Triawan.

"Teater Indonesia itu terbaik di dunia – diakui oleh Disney waktu ketemu saya – tapi kurang banyak. Karena itulah, bersama Pak Maman, kita perjuangkan dan berhasil, membuka investasi asing untuk membuka bioskop, produksi film, dan juga distribusi film seluas-luasnya kepada pihak asing yang selama ini ditutup," ujarnya.

"Grup 21, yang paling dominan, sangat berterima kasih karena investasi pertama yang masuk dari luar negeri, itu ke Grup 21. Tiba-tiba Grup 21 punya valuasi sekarang," imbuh Triawan.

Menurut catatan Katalog Film Indonesia, jumlah bioskop di Indonesia meningkat pesat dalam lima tahun terakhir. Pada 2012, ada 145 gedung bioskop dengan 609 layar. Pada 2017, sudah ada 263 gedung dengan total 1412 layar.




 


(ELG)